
Tak terasa sudah 1 minggu Yuda tak memberi kabar pada alika. Alika juga tidak berusaha mencari nya. Alika lebih memilih mempertahankan harga dirinya dari pada harus mengemis cinta itulah sifat alika dari dulu. Namun saat alika sedang mengobrol dan bercanda ria dengan rodiyah dan pasukan nya, alika dikejutkan dengan kedatangan Yuda jam 8 malam dengan penampilan yang acak acakan seperti orang gila. Alika langsung masuk ke dalam menuju ruang keluarga dan Yuda yang melihatnya langsung berlari kecil menghampiri alika tanpa menyalami orang orang yang berada diruang tamu. Ema yang melihat langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri mereka berdua di dalam.
"Alika.. Alika.. Jangan menghindar! Aku hanya ingin bicara!" Ucap Yuda menahan lengan alika agar berhenti.
"Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi mas!" Sahut alika menahan emosi dengan bibir yang bergetar.
"Jadi.. Kamu sudah tau tentang semua ini?" Tanya yuda yang melihat ekspresi alika seakan mengetahui ibunya tidak setuju.
"Ibumu tak merestui kita kan?" Ujar alika dengan menyunggingkan bibirnya sebelah. "Ibumu bicara padaku saat dirinya meminta ijin untuk ke toilet saat itu! Ibumu mengatai aku jann-da mur-ra-han dan bekas pria lain! Ibumu menginginkan gadis yang masih perawan! Jadi untuk apa kamu datang lagi kemari?" Pekik alika masih merasakan sakit hati atas ucapan Maryam.
"Ada apa ini?" Tanya ema penasaran karena mereka tak lagi bertemu setelah orangtua yuda datang.
"Suruh Dia pergi mah! Aku sudah gak mau ketemu dia lagi!" Titah alika menyuruh ema mengusir yuda dari rumah nya.
"Ada apa ini Yuda? Jujur sama ibu!" Ucap ema yang sudah mulai kesal.
"Maaf bu! Ibuku Gak setuju dan gak kasih restu hubunganku dengan alika! Aku mencintai alika bu! Tapi ibuku mengancam akan minum racun jika aku tetap menikahi alika! Aku gak tau harus gimana sekarang!" Ucap Yuda yang sudah sangat frustasi dengan keadaan seperti ini.
"Turuti apa kata ibumu! Karena restu ibu akan membuat rumah tanggamu damai dan langgeng!" Ujar ema memberi keputusan dan Yuda langsung terkejut dengan keputusan ema.
"Tapi bu! Bagaimana dengan perasaan alika? Aku juga mencintai alika! Dia juga sudah rela menunggu selama 2 tahun menungguku bu! Apa aku tega meninggalkan alika begitu saja hanya karena terhalang restu?" Ujar Yuda masih ingin menikahi alika.
"Gak usah peduli dengan perasaan alika! Itu biar jadi urusan ku! Yang pasti jangan bantah perintah ibumu! Turuti saja apa mau ibumu! Jangan pedulikan alika!" Ucap ema lagi dengan tegas.
Yuda terdiam tak bisa mengatakan apapun lagi. Yuda yang sudah mendapatkan jawaban seperti itu dari ema membuat dirinya semakin frustasi. Alika hanya diam mendengarkan ema bicara pada Yuda. Setelah semuanya terdiam kini yuda angkat bicara.
"Baiklah bu! Jika memang ini keputusan yang terbaik aku akan menerima nya!" Ucap Yuda duduk disamping ema menundukan kepalanya dengan menengadahkan kedua tangan nya diatas lututnya. "Kalau begitu atas nama ibuku aku minta maaf yang sebesar besarnya karena sudah membuat alika dan ibu kecewa karena sikap ibuku! Aku doakan semoga alika mendapatkan yang lebih baik dariku!" Ucap Yuda lagi masih dengan posisi yang sama. "Kalau begitu aku permisi dulu bu! Maaf..!" Ucap Yuda lagi kemudian menyalami tangan ema dan mencium tangan nya.
__ADS_1
Ema tak menjawab ucapan Yuda. Ema hanya menangisi Yuda yang menyalami dirinya karena melihat hubungan keduanya berakhir karena terhalang restu. Yuda menatap alika sebentar lalu membalikan badan kemudian melangkah pergi meninggalkan rumah alika dengan perasaan kacau. Alika yang sudah melihat yuda pergi langsung bangkit dari duduknya menghambur ke pelukan ema.
"Maah..!" Tangis alika pecah dipelukan ema.
Ema memeluk alika mengusap kepala alika dengan lembutnya tau perasaan alika sedang tidak baik baik saja. Yang membuat ema bersyukur adalah beruntungnya hubungan keduanya belum banyak orang yang mengetahui hingga tidak membuat alika merasa malu jika gagal menikah dengan Yuda.
***
Satu bulan berlalu dirumah Yuda kini terdapat banyak orang berdatangan untuk mengucapkan selamat pada Yuda dan pengantin wanita nya. Yuda hanya bisa pasrah menuruti permintaan ibunya untuk menikahi seorang gadis tetangga desanya.
"Waaah bu Maryam pintar sekali pilih menantu! Sudah cantik lemah lembut bahkan dia juga kembang desa di kampung nya! Beruntung Yuda mendapatkan Fitri bu!" Ujar Ibu ibu yang datang sedikit berbincang dengan Maryam.
"Ah ibu bisa saja! Jika memang sudah jodoh tak akan kemana kok bu! Suatu saat Rahman anak ibu juga pasti akan mendapatkan yang lebih cantik dari menantu saya!" Sahut Maryam basa basi.
Mereka semua dikeluarga yuda sangat bahagia karena yuda mau menuruti ibunya yang akan menikahkan nya dengan gadis pilihan ibunya. Yuda hanya terdiam tak ada senyuman dari bibirnya. Yuda kecewa dan tak ingin mengatakan apapun dengan siapapun. Tak berselang lama acara pernikahan kini telah usai. Sudah jam 10 malam kini kedua pengantin sudah berada didalam kamarnya. Yuda sudah selesai mandi begitu juga dengan fitri. Kini keduanya terdiam duduk di tepi ranjang yang saling membelakangi. Disaat yuda akan bicara namun Fitri yang lebih dulu angkat bicara.
"Mas Yuda..!" Ucap fitri masih membelakangi yuda ditepi ranjangnya. "Aku ingin mengatakan sesuatu sebelum mas Yuda meminta hak nya padaku!" Ucap fitri membuat yuda mengerutkan keningnya masih membelakangi fitri ditepi ranjang. "Mmm Mas..! Sebenarnya aku..!" Ucap fitri lagi ragu mengatakan nya pada yuda yang masih bersikap dingin padanya.
"Ak-akuu.. Sebenarnya Akuu.. Aku sudah tidak perawan mas! Aku harap mas yuda bisa menerima ku karena kita baru menikah hari ini!" Ucap fitri mengatakan nya tanpa koma dan titik dengan panas dingin tubuh yang gemetar fitri mengungkapkan apa yang sudah lama mengganjal hatinya.
Yuda terkejut namun masih berusaha untuk tetap diam dan tanpa mengatakan apapun Yuda beranjak dari duduknya lalu melangkah keluar dari kamarnya dan membanting pintunya keras hingga membuat maryam dan adam terkejut dengan sikap anaknya itu. Semua saudara yang masih berada disana pun ikut terdiam menatap kearah yuda yang sepertinya sudah sangat emosi. Adam dan maryam langsung bangkit dari duduknya berlari kecil menghampiri yuda yang menuju kamar kakaknya Yudi. Yuda bersimpuh di lutut Yudi dan menangis sejadi jadinya membuat Yudi terkejut dengan sikap Yuda yang tiba tiba datang lalu menangis. Maryam dan adam membuka kamar Yudi dan kembali menutupnya lalu menghampiri Yuda yang duduk dilantai masih bersimpuh di lutut kakaknya yang duduk di tepi ranjangnya karena sedang membaca buku.
"Yudaa..! Ada apa nak?" Tanya maryam berusaha membuat yuda bangkit.
"Yuda! Katakan ada apa?" Tegas adam tak ingin melihat anak lelakinya cengeng.
"Kenapa! Kenapa sekarang semua menghawatirkan aku!" Teriak Yuda dengan mata merah tatapan yang tajam menatap kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Yuda! Pelankan suaramu! Jangan teriak seperti ini! Malu diluar banyak saudara!" Ujar Yudi dengan setengah berbisik berusaha menenangkan adiknya.
"Biar! Biar semua orang tau siapa gadis pilihan ibuku itu!" Teriak Yuda lagi kali ini dirinya sudah berdiri menghadap ibunya. "Lihat! Wanita yang ibu banggakan yang sekarang menjadi istriku! Dia yang status nya masih gadis bahkan sudah gak perawan lagi! Masih mending seorang janda yang memang sudah gak perawan namun karena dirinya yang sudah pernah menikah lalu bercerai dari pada yang statusnya masih gadis namun sudah gak perawan!" Teriak Yuda sudah tak kuasa menahan emosinya.
"Yuda Cukup!" Teriak adam yang sudah mulai emosi. Namun Yudi berusaha terus menenangkan adik nya agar tidak kurangajar dengan orangtuanya.
"Plaaaakkk!" Tangan maryam melayang menampar pipi Yuda begitu saja karena dirinya sudah berani membentak apalagi sampai marah dengan ibunya.
"Jaga ucapan mu Yuda!" Pekik maryam mulai tersulut emosi.
"Kenapa! Apa ibu gak percaya dengan apa yang aku bilang! Tanya saja sendiri pada orang nya! Jangan salahkan aku jika ibu mendengarnya sendiri! Dan sampai matipun aku gak akan pernah menyentuhnya dan gak akan pernah menceraikan nya sesuai kemauan ibu!" Teriak Yuda lagi lalu pergi meninggalkan mereka dikamar Yudi.
Maryam Yang mendengar ucapan yuda menjatuhkan dirinya ditepi ranjang yudi dengan sorot mata tajam nafas yang tersengal sengal berusaha menahan emosinya. Adam yang berdiri memijat pelipis nya tak tau harus bagaimana karena pernikahan baru saja terjadi sudah ada pertengkaran seperti ini. Yudi ingin mengejar adiknya tapi tangan nya ditahan oleh adam agar diam saja dan membiarkan Yuda menenangkan dirinya dengan caranya sendiri. Tapi tidak dengan fitri, fitri masih berdiam diri dikamar nya tak berani keluar dengan tubuh yang gemetar takut mertuanya murka dan mengembalikan fitri pada orangtua nya.
...****************...
BERSAMBUNG
***
Bagaimana ceritanya?
seru tidak? Jangan lewatkan kisah tentang alika yaa?
jangan lupa kasih jempol saran dan dukungan nya.
aku usahakan akan membuat 2 episode perharinya.
__ADS_1
kasih jempol dan komen yang positif agar semakin semangat menulis kisah tentang alika.
🥰🙏