Janda Berkarat

Janda Berkarat
06.STASIUN KERETA


__ADS_3

*Enam bulan kemudian*


Seperti biasa alika melakukan aktifitas nya mengelola laundry nya tanpa bantuan asisten. Hanya ema yang membantu alika menjalankan usahanya karena hasilnya juga untuk kebutuhan makan bersama. Alika yang sangat lihai dalam hal menyetrika baju hanya satu hari sudah ia bereskan semuanya hingga baju milik 5 pelanggan sudah siap semua jika ada yang mengambilnya besok. Laundry alika sangat laris hingga tak terasa usia lala anak gadis alika sudah 2 tahun dan sudah bisa berjalan. Lala selalu membuat alika repot jika alika sedang menyetrika bajunya dan akhirnya alika membelikan setrikaan mainan agar anaknya bermain dan berkreasi menyetrika bajunya sendiri supaya tidak mengganggu aktivitas alika.


Namun saat semua dirumah itu sudah terlelap tiba tiba ponsel alika bunyi yang membuat waktu tidur alika jadi terganggu. Alika selalu meletakkan ponselnya di bawah bantal nya dengan sedikit diberi nada getar agar mendengar jika ada yang telfon penting padanya.


"Triing! Triing! Triing!"


Ponsel alika berbunyi dari nomer tidak dikenal. Entah siapa menelfon alika tengah malam di jam 1 dini hari. Alika terbangun karena ponselnya terus berbunyi dan langsung mengangkatnya takut anaknya terbangun karena berisik.


"Yaa Hallo..!" Jawab alika mengangkat telfon nya tanpa tau siapa yang menelfon nya dan menempelkan ponselnya ditelinga dengan mata terpejam.


"Hallo Alika! Ini aku Yuda!" Ujar Yuda di seberang telfon nya.


"Eh! Ya Allah Mas Yuda?" Sahut alika langsung bangkit dari tidurnya dan langsung menutup mulutnya.


"*Alika! Aku sudah selesai bekerja dikapal! Aku lagi di ba*n-da-ra Internasional Incheon sekarang! Mungkin besok pagi aku sampai di jakarta! Aku akan mengabari mu jika sudah sampai kota x! Dari jakarta aku pakai kereta! Akan aku kabari jika sudah sampai yaa!" Ujar Yuda diseberang telfon nya membuat alika ternganga karena terkejut.


Alika terdiam tak menjawab ucapan Yuda. Alika memikirkan banyak pertanyaan di otak nya tidak begitu mendengarkan ucapan Yuda. "Alika! Alikaaa! Kamu masih disana?" Ucap Yuda lagi.


"Aah Iya mas gimana?" Sahut alika yang baru sadar dirinya masih telfonan dengan yuda.

__ADS_1


"Aku akan mengabarimu jika sudah sampai! Aku dari jakarta menggunakan kereta! Tunggu aku di Stasiun yaa?" Ujar Yuda setengah berlari karena pesawat akan lepas landas.


"Iya mas Aku tunggu!" Sahut alika masih duduk dikasurnya celingukan karena panik.


"Yaa sudah aku tutup telfon nya! Pesawat sudah mau jalan!" Ucap Yuda yang sudah menduduki kursinya.


"Iyaa mas hati-hati!" Jawab alika singkat.


Telfon terputus karena yuda sudah memutuskan sambungan telfon nya lebih dulu. Alika kembali meletakan ponselnya di samping bantal nya dan alika mencoba untuk tidur kembali karena jam sudah menunjukan jam 2 dini hari. Alika menutup matanya namun pikiran nya kemana mana membayangkan jika nanti bertemu dengan yuda. Lima menit sepuluh menit hingga tiga puluh menit alika tidak juga bisa tidur. Alika memikirkan banyak pertanyaan di otak dan hatinya. Alika gelisah tak karuan karena saat ini dirinya yang semakin gendut karena menyusui dan tidak merawat kulitnya karena sibuk setiap hari mengurus anaknya tanpa bantuan siapapun. Dan alika juga sibuk mengelola usaha laundry nya yang membuat dirinya tidak memikirkan penampilan.


"Adduuuh..! Kenapa jadi gak bisa tidur sih!" Gumam alika kesal yang pikiran nya terus melayang entah kemana. "Kalau mas yuda pulang aku harus berpenampilan cantik dong! Kalau aku kucel kayak gini item lagi!" Gumam alika lagi tak bisa membayangkan reaksi yuda melihatnya semakin tak terurus penampilan nya.


Setelah bergelut dengan pikiran dan hatinya sendiri akhirnya alika tertidur dengan sendirinya setelah mendengar adzan subuh. Alika terbangun saat melihat langit sudah menampakan matahari nya yang sangat cerah. Alika langsung bangkit dari tidurnya karena tak melihat lala disamping nya. Alika panik bukan main langsung berlari membuka pintu kamarnya dan mencari anaknya kesana kemari dan berteriak memanggilnya.


"Ada apa alika!" Tanya ema setelah berbalik melihat alika.


"Aku kira anakku ada yang bawa! Ternyata sama mama!" Ujar alika merasa lega karena melihat lala digendong oleh ema dihalaman.


"Habisnya kamu tidur kayak orang pingsan! Lala menangis histeris karena kamu gak bangun bangun.. Jadi mama buka pintu kamar kamu ternyata kamu masih tidur! Jadi yaa mama bawa anakmu keluar biar diem!" Sahut ema tanpa merasa bersalah.


"Semalam mas yuda telfon jam 1 malem mah! Katanya dia lagi perjalanan pulang! Aku disuruh menjemput dia nanti malam distasiun! Aku kaget banget karena keadaanku yang kucel kayak gini dia sudah pulang! Harusnya nanti kalau aku udah perawatan kan jadi enak diliat nya!" Ujar alika mengercutkan bibirnya mengajak ema mengobrol dihalaman sambil mengajak bermain cucunya yang masih digendong ema.

__ADS_1


"Justru kamu harusnya seneng dengan keadaan kamu yang seperti ini kan kamu jadi bisa melihat dia tulus sama kamu atau gak? Kalau tulus dia pasti gak peduli in kamu mau item kek, mau gendut kek, mau kucel kek! Dia bakal bodo amat!" Sahut ema agar membuat alika sedikit tenang.


"Iyaa alika tau mah! Tapi seenggaknya kan alika sedikit lebih cantik gitu dimata dia! Bukan kayak gini!" Ujar alika merasa tidak percaya diri.


"Sejak kapan kamu pusing mikirin penampilan alika? Dulu saat banyak yang ingin jadi pacarmu saja kamu gak sepanik ini! Malah kamu biasa saja dengan penampilan kamu yang seperti ini?" Ucap ema merasa heran dengan sikap alika. "Sudah ah jangan dibikin pusing! Kalau emang dia jodoh kamu pasti bakal jadi satu gak peduli kamu jelek atau item!" Ucap lagi ema lalu meninggalkan alika begitu saja masuk kedalam.


Namun langkah ema terhenti dan kembali melangkah ke arah alika. "Nih mandiin anak kamu udah siang!" Ujar ema sembari menyerahkan lala pada alika dan membuat alika terkejut dan hampir jatuh menangkap lala.


"Ih mamah! Pelan pelan dong! Lala hampir jatuh!" Kesal alika melihat punggung ema yang meninggalkan alika masuk ke dalam. "Ish.. Orang tua kalau di ajak ngobrol masalah begini aja bilang Wewewee.. Wewewwee..!" Gumam alika dengan memajukan bibirnya menirukan ema yang bawel.


Alika melangkah masuk dengan menggendong anaknya lalu memandikan anaknya dengan nyanyian yang seperti biasa alika nyanyikan untuk anaknya. Alika mempunyai suara yang sangat merdu apalagi jika menyanyikan lagu india suaranya hampir mirip seperti penyanyi india Shreya Ghaushal. Setelah memandikan anaknya alika melakukan aktivitas nya seperti biasanya menyetrika baju laundry yang sudah kering setelah semalaman dijemur dihalaman belakang.


Tak terasa kini hari sudah berganti malam. Alika segera bergegas bersiap siap untuk menjemput yuda di stasiun menggunakan becak. Alika berangkat sendiri ditemani anaknya yang selalu berada di gendongan nya. Alika gemetar dan takut jika yuda kecewa melihat penampilan alika yang sekarang. Meskipun alika menggunakan celana levis dan kaos juga hijab instan nya seperti biasa namun tak membuat alika PD dengan keadaan nya sekarang. Tak berselang lama alika kini sudah sampai distasiun dan menunggu yuda diruang tunggu. Alika melihat ponselnya berkali kali namun tetap tidak ada panggilan dari yuda. Alika khawatir yuda sudah sampai dan pulang kerumah nya lebih dulu tanpa dijemput alika. Alika akhirnya tersenyum lebar saat melihat pria yang baru turun dari dalam kereta dan langsung menghampirinya.


"Mas yuda kan?" Tanya alika dan langsung diangguki oleh yuda.


"Iyaa..! Kamu sendirian ajah?" Tanya yuda yang hanya membawa 1 koper saja.


"Iyaa aku sendirian kesini naik becak!" Sahut alika dengan nada grogi nya. "Mau langsung pulang atau mau mampir dulu kerumahku?" Tanya alika basa basi.


"Kita cari tempat potong rambut dulu! Setelah itu kita ke konter!" Ujar yuda ingin memperbaiki penampilan nya karena rambut panjang nya yang acak acakan.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG


__ADS_2