Janda Berkarat

Janda Berkarat
09.TIDAK SETUJU


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Maryam dan cukup lama berdiam diri ditempat akhirnya alika berusaha menetralkan perasaan nya dan mengusap air mata nya agar tidak ada yang mencurigainya. Alika berjalan perlahan menuju ruang tamu untuk menemui tamu nya lagi. Alika duduk disamping ema dan langsung mengambil anaknya ke pangkuan nya dan mengajaknya bicara tanpa menoleh ataupun mendengarkan obrolan mereka. Alika tidak mau jika raut wajahnya yang sekarang berubah tidak enak membuat suasana nya menjadi canggung. Tak terasa sudah 1 jam mereka bertamu dirumah alika dan akhirnya berpamitan untuk pulang.


"Yaa Kalau begitu kami permisi! Maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan dihati ibu atau alika!" Ucap Adam dengan sopan dan ramah.


"Aah tidak apa apa.. Tidak perlu sungkan begitu! Tidak ada yang perlu dimaafkan karena memang tidak ada salah ucapan apapun!" Sahut ema basa basi.


Yuda hanya selalu mengumbar senyum nya melihat alika terus bermain dengan anaknya. Yuda tidak mengerti apa yang sudah terjadi antara ibunya dan alika di dalam saat berdua. Kini alika hanya berusaha menetralkan perasaan nya. Untung nya saja alika belum jatuh cinta pada Yuda jadi dia tidak terlalu berat jika kehilangan Yuda dari kehidupan nya. Akhirnya mereka beranjak dari duduknya dan mulai bersalaman untuk pamit pulang dari rumah alika.


"Trimakasih jamuan nya Bu Ema.. Maaf jadi merepotkan!" Ucap Adam basa basi dan menyalami ema.


"Tidak apa apa! Maaf juga hanya bisa menjamu seadanya saja!" Sahut ema menyambut uluran tangan Adam.


Mereka semua saling bersalaman. Yuda mengerutkan kening nya melihat sikap alika yang hanya menyalami kedua orangtua nya tanpa mencium tangan nya. Yuda merasa heran kenapa sikap alika jadi berubah tak ada senyuman diwajahnya sejak mengantar ibunya ke toilet tadi. Yuda berfikir akan menanyakan nya nanti jika menelfon alika saat sudah sampai rumah nya. Kini mereka sudah pergi dari halaman rumah alika dan sudah tidak terlihat lagi. Alika membalikan badan nya melangkah cepat sembari menggendong si kecil lalu segera masuk ke kamarnya dan tak lupa mengunci pintunya. Alika menaruh si kecil dibawah dengan mainan nya dan alika menjatuhkan dirinya diatas kasur dengan tengkurap alika menenggelamkan wajahnya di atas bantal dan menangis sejadi jadinya. Ema merasa heran dengan sikap alika yang tiba tiba jutek setelah kepulangan keluarga Yuda. Ema pikir alika ada masalah sendiri dengan Yuda dan tak ingin semua orang tau.


Berbeda dengan keluarga yuda saat mereka sudah sampai dirumahnya Maryam masuk dengan perasaan kesal dan menumpahkan semua omelan nya pada Yuda.

__ADS_1


"Ibu mau bicara dengan mu! Duduk!" Titah Maryam dengan raut wajah penuh emosi.


"Ada apa bu? Kenapa ibu tiba tiba marah marah gak jelas?" Tanya Yuda yang sudah duduk di hadapan ibunya di sebrang kursi ruang tamu nya.


"Dengar baik baik Ya! Sampai kapanpun ibu gak setuju kamu menikah dengan Jann-da Mur-ra-han itu!" Pekik maryam membuat Yuda terkejut karena tadi ibunya tidak mengatakan apapun dirumah alika.


"Bu!" Teriak Yuda menggebrak meja tak terima jika alika dikatai seperti itu. "Jaga ucapan ibu yaa! Dia itu sudah rela dan setia menungguku 2tahun selama aku di korea! Jadi jangan coba coba ibu menghalangiku menikahi alika!" Pekik Yuda berdiri dari duduknya berteriak pada ibunya.


Adam hanya diam karena bingung kenapa tiba tiba istrinya itu tak merestui alika hanya karena status alika yang sudah mempunyai 1 anak.


"Sudah sudah cukup! Apa apaan ini! Hanya perkara wanita saja kalian jadi bertengkar seperti ini! Duduk kalian!" Pekik adam tak kalah emosi dari istri dan anaknya. "Bu! Apa yang membuat kamu tidak merestui alika?" Ujar Adam berusaha menetralkan emosinya.


"Dia sudah punya anak! Aku ingin mempunyai menantu yang jelas jelas masih perawan! Mau di taruh dimana muka kita pak jika Yuda menikahi wanita itu? Keluarga kita dari keluarga terpandang! Aku juga ingin mempunyai menantu yang berpendidikan dan jelas statusnya masih perawan! Bukan wanita yang sudah bekas pria lain!" Kesal Maryam membuat Yuda semakin emosi.


"Ibu jangan.." "Diam Yuda! Bapak belum selesai bicara dengan ibumu!" Ucap Adam memotong ucapan Yuda.

__ADS_1


"Bu! Dengar bapak! Yuda sudah berjanji akan menikahi alika sebelum Yuda berangkat keluar negri! Apa tidak akan membuat nya kecewa jika Yuda memutuskan secara sepihak pada Alika begitu saja! Dia itu seorang jann-da yang Ucapan nya akan terkabul jika dirinya merasa terzolimi! Ibu harus hati hati!" Ucap Adam mengingatkan Maryam agar tidak kualat.


"Aaah ibu gak percaya sama yang begitu gitu! Pokoknya lebih baik ibu mati dari pada harus melihat Yuda menikahi wanita mur-rah-han itu!" Pekik Maryam tetap pada keputusan nya.


Yuda yang mendengar ibunya seperti itu langsung bangkit dari duduknya dan melangkah lebar menuju kamarnya. Yuda menutup pintu kamarnya kasar dan membuat seluruh rumah ikut bergetar.


"Bu! Yang penting bapak sudah mengingatkan ibu! Terserah ibu mau percaya atau tidak! Karena seorang Jann-da itu selalu mendapat perlindungan dari yang maha kuasa! Jika menyakiti hatinya maka Allah akan murka terhadap kita bu!" Ujar Adam terus mengingatkan istrinya.


"Ibu gak peduli! Pokonya ibu tetap gak setuju titik!" Kesal Maryam dan langsung beranjak dari duduknya meninggalkan adam sendirian diruang tamu.


Adam hanya menghembuskan nafasnya kasar dan menyandarkan punggung nya disandaran sofanya. Yuda yang frustasi di dalam kamar nya tak tau harus bicara apa pada alika soal ibunya yang tidak merestui dirinya. Yuda duduk di tepi ranjang nya dan sesekali menjambak rambutnya frustasi.


Berbeda dengan alika yang kini sudah mulai menenangkan perasaan nya kini sudah berkutat dihadapan meja setrikaan nya sambil duduk di karpet menyetrika baju pelanggan laundry nya dengan begitu cepatnya karena perasaan nya yang masih kecewa membuat dirinya cepat selesai mengerjakan semuanya tanpa waktu lama.


"Waaah! Sudah selesai semua alika? Tumben gerakan kamu cepat sekali?" Tanya ema yang tak menyangka alika sudah menyelesaikan semuanya dengan hitungan jam saja.

__ADS_1


Alika tak menjawab ucapan ema hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan pekerjaan nya lagi. Alika lebih banyak diam sejak kedatangan keluarga yuda dan tak berselera untuk bicara. Alika menghentikan pekerjaan nya sebentar lalu mengambil makan untuk makan sebentar lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya tanpa mengatakan apapun. Alika sedang dirundung badmood karena keluarga Yuda.


__ADS_2