Janda Berkarat

Janda Berkarat
18.ALIKA TUNGGU!


__ADS_3

Angga membuang nafasnya kasar memutar mutar kursi kebesaran nya sembari memijat pelipisnya. Angga tau lia sangat menyukai dirinya namun angga tak menggubrisnya. Angga tidak ingin jika menerima perasaan lia akan membuat lia semakin menjadi dan berkuasa ditempat kerjanya. Belum berstatus kekasih saja lia sudah banyak tingkah apalagi jika menjadi kekasihnya. Angga mengagumi alika yang cekatan cantik dan giat bekerja meskipun single mom tak membuat alika malas bekerja. Angga menyukai alika sejak awal alika datang untuk melamar pekerjaan di cafe itu meski tanpa ijasah angga membuat tes memasak pada alika karena memang cafe nya membutuhkan karyawan yang bisa masak.


"Alikaaa..! Janda cantik dan manis! Apa kamu tidak menyukaiku?" Gumam angga menyandarkan kepalanya disandaran kursinya menengadahkan kedua tangan nya di kursi dan menatap langit langit ruang kerjanya.


Saat sedang melamun, angga dikejutkan dengan suara ketukan pintu ruang kerjanya.


"Tok! Tok! Tok!"


"Masuk..!" ucap angga dari dalam.


"Maaf mas angga panggil saya?" Tanya alika yang di depan pintu dengan menundukan kepalanya tak berani menatap bos nya.


"Iyaa.. Sini alika aku ingin bicara sebentar! Mumpung cafe sudah mulai sepi pengunjung!" Ujar angga yang beranjak dari duduk nya menuju sofa tempat menemui tamu nya.


Alika menuruti perintah angga yang menyuruhnya duduk di sofa bersama dirinya. Setelah duduk angga melebarkan lengan nya di sandaran sofa nya.


"Alika..! Boleh aku bicara sama kamu?" Tanya angga menetralkan detak jantung nya.


"Boleh..! Mau bicara apa mas?" sahut alika yang duduk mengatupkan kedua kakinya dan meletakan kedua tangan nya diatas paha nya.


"Begini alika! Apa kamu sudah mempunyai kekasih?" Tanya angga tanpa basa basi.


"Belum mas..!" Sahut alika singkat.


"Apa kamu mau jadi kekasihku?" Tanya angga lagi to the point.


"Maksud mas angga apa yaa?" Sahut alika pura pura tidak mengerti.

__ADS_1


"Pertanyaanku sudah sangat jelas tadi! Apa telingamu sangat tertutup? Sampai tidak mengerti pertanyaanku?" Ujar angga kesal karna alika pura pura tidak tau.


"Mmm maaf mas.. Aku.. Akuu..!" Sahut alika tak tau harus menjawab apa.


"Jangan buru buru untuk menjawab! Pikirkan saja dulu sampai kamu mantap dengan jawaban nya!" Ujar angga tak ingin ditolak mentah mentah oleh alika.


Alika tak menjawab ucapan angga. Angga akhirnya mengajak alika sedikit mengobrol agar tidak canggung. Setelah cukup lama mengobrol angga menyuruh alika pulang karena cafe sudah harus tutup. Alika bersiap siap untuk pulang dan angga melihat alika tidak membawa kendaraan akhirnya angga dengan terang terangan menyuruh alika membonceng di motornya yang angga bawa. Alika berboncengan dengan angga di depan mata lia yang jelas jelas menyukai angga sejak awal lia bekerja di cafe itu. Setelah sampai alika berbasa basi menyuruh angga mampir kerumah nya namun ditolak oleh angga.


"Mampir dulu mas!" Tawar alika basa basi.


"Gak usah! Ini udah malam.. Gampang nanti kalau pas ada waktu aku pasti main bukan mampir!" Sahut angga yang hanya di balas senyuman oleh alika. "Aku pulang dulu yaa? Jangan lama lama jawaban perasaan nya!" Ujar angga lagi membuat alika tersipu.


"Hati hati mas!" Sahut alika tak menggubris ucapan angga tentang perasaan nya.


Angga akhirnya pergi pulang setelah mengantar alika. Alika yang mendapatkan pernyataan perasaan dari angga takut kejadian seperti yuda terulang lagi. Apalagi status angga yang masih perjaka ditambah sudah mempunyai cafe dengan beberapa cabang di kota X semakin membuat alika takut menerimanya. Alika takut status nya yang sudah mempunyai 1 anak membuat keluarga angga keberatan menikah dengan angga.


Keesokan harinya alika seperti biasa nya berkutat dengan pekerjaan setrikaan nya. Setelah hari sudah sore alika sudah memantapkan hatinya untuk memberi jawaban pada angga malam ini juga. Setelah semalam memikirkan banyak hal akhirnya alika sudah memantapkan jawaban apa yang akan alika sampaikan pada angga. Alika sudah mulai bekerja membuat nasi goreng nya dan alika terkejut karena lia menekan lengan nya dengan keras membuat alika kesakitan.


"Heh! Kamu jangan sok cantik di depan mas angga yah! Aku tau kamu semalam pasti merayu mas angga biar mas angga jatuh cinta kan sama kamu!" Pekik lia setengah berbisik agar angga tak mendengar nya.


"Aduuuh lepasin tanganku mbak! Aku lagi masak!" Kesal alika mendapatkan ancaman dari lia.


"Awas yah kalo sampe kamu deketin mas angga lagi! Gak segan segan aku bakal bikin wajahmu rusak saat ini juga!" Ancam lia namun tak membuat alika takut.


"Lepasin mbak! Sakit!" Pekik alika sedikit mendorong lia agar melepaskan cengkraman nya. "Aku gak takut sama ancaman mu mbak! Memangnya siapa kamu ngatur ngatur aku buat menjauh dari mas angga!" Pekik alika menantang ancaman lia.


"Eeeh.. Berani kamu teriak sama aku yah!" Sahut lia semakin meninggikan suaranya.

__ADS_1


Mereka berdua saling beradu mulut hingga angga datang. Angga yang baru datang melihat mereka berdua ribut berusaha melerai dengan suara bariton nya.


"Ada apa ini!" Teriak angga membuat alika dan lia terdiam. "Ada apa alika!" Tanya angga lagi masih dengan suara tingginya.


"Maaf mas! Aku ijin mengundurkan diri dari pekerjaan ini!" Sahut alika membuat angga terdiam membulatkan matanya.


"Apa maksud kamu alika?" Tanya angga tak mengerti dengan ucapan alika.


"Aku ijin mengundurkan diri sekarang juga!" Tambah alika menahan emosinya.


"Kenapa kamu ingin mengundurkan diri? Apa kamu ada masalah? Apa masalahnya?" Cecar angga tak tau alasan alika mengundurkan diri dengan tiba tiba.


"Karena aku disuruh menjauh dari kehidupan mas angga dan gak boleh mendekati mas angga!" Jawab alika tegas. "Aku juga sudah mantap untuk memberikan jawaban bahwa aku tidak bisa menerima perasaan mas angga yang menyukaiku! Karena ada hati wanita lain yang lebih mencintai mas angga!" Tambah lagi alika dengan tatapan tajam menahan air matanya.


"Siapa yang berani memberi perintah itu sama kamu!" Tanya angga mulai tersulut emosi.


"Mbak lia! Karyawati tercantik dan terbohai di cafe ini yang sudah memberikan perintah itu untukku!" Sahut alika membuat angga langsung menatap tajam pada lia. "Kalau begitu aku permisi dulu! Mulai sekarang aku sudah gak bisa kerja lagi sama mas angga! Assalamualaikum!" Ujar alika langsung mengambil tas nya dan segera pergi keluar dari cafe itu.


Angga masih menatap tajam lia yang masih berdiri dihadapan nya dan. "Aku akan buat perhitungan sama kamu!" Ancam angga menunjuk jarinya diwajah lia dan berbalik berlari mengejar alika yang keluar dari cafe.


"Alikaaa..! Alikaaaa tunggu!" Teriak angga berlari mengejar alika namun tak di gubris oleh alika. "Alika.. Alikaa! Tunggu!" Panggil angga lagi sudah meraih lengan alika dan menahan langkahnya. "Alika aku mohon jangan seperti ini! Aku akan memecat lia malam ini juga dan kamu akan kembali terbebas dari ancaman lia!" Ujar angga terus membujuk alika agar tak pergi dari kehidupan nya.


"Maaf mas! Aku gak bisa! Anggap ajah kita gak pernah kenal..! Maafin aku yang sudah datang di kehidupan mas angga! Aku mohon lupakan aku!" Sahut alika meninggalkan angga yang masih berdiri ditempat melihat alika pergi meninggalkan nya.


"Alika..! Jika kamu datang untuk pergi? Kenapa kamu datang ke dalam hatiku alika? Sulit bagiku menyuruhmu mengosongkan ruang hatiku setelah kamu berhasil mendudukinya!" Gumam angga yang masih didengar oleh dirinya sendiri dengan posisi masih berdiri ditempat alika meninggalkan nya.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2