
"Assalamualaikum..!" Ucap alika setelah sampai dirumah satria.
"Waalaikumsalam..!" Jawab keluarga satria serentak. "Eeeh silahkan masuk! Ini yang nama nya alika?" Tanya ibu satria yang bernama Farhanah biasa di panggil ibu annah.
Alika tersenyum simpul dan menyalami ibu annah. "Iyaa bu!" Sahut alika dengan sopan.
"Sini alika duduk!" Titah ibu annah menyuruh alika duduk disofa ruang tamunya.
Alikaa duduk di lantai dan menaruh anaknya di lantai agar bisa lebih leluasa untuk bermain.
"Eeeeh.. Jangan dibawah..! Sini duduk di atas!" Ujar anah pada alika.
"Gak apa bu! Biar anakku lebih bebas untuk bermain di lantai!" Sahut alika memberi senyum lebar nya.
"Yaa sudah kalo begitu ibu juga dibawah!" Ujar anah tak enak jika tamu nya berada dibawah.
Keluarga satria yang lain juga ikut duduk beramai ramai ingin melihat wanita yang disukai oleh satria. Dengan penuh canda tawa rumah satria menjadi ramai setelah kedatangan alika. Alika yang disambut baik oleh keluarga satria juga ikut bahagia. Hingga jam 9 malam kini alika berpamitan untuk pulang sesuai janjinya dengan ema.
"Aku mau pulang!" Ucap alika berbisik pada satria yang duduk disamping nya di lantai.
"Mau pulang?" Tanya satria memastikan dan hanya di angguki oleh alika sebagai jawaban. "Yaa sudah ayo! Keburu malam takutnya anakmu masuk angin!" Tambah satria dan memberi kode pada alika untuk berpamitan pada ibunya.
Alika beranjak dari duduk nya menggendong lala dan beranjak dari duduk nya lalu mereka keluarga satria melihat alika yang sudah berdiri dan berpamitan dengan anah.
"Bu..! Aku mau pulang dulu..!" Ucap alika menyodorkan tangan nya untuk menyalami ibu satria.
"Oooh mau pulang? Yaa sudah jangan malam malam pulang nya! Kasian anakmu nanti masuk angin!" Sahut anah menerima tangan alika dan mer-rang-kul bahu alika mengantar nya keluar. "Satria.. Hati hati nyetir motornya! Kamu bawa anak kecil! Jangan ngebut!" Ujar anah mengingatkan anaknya yang harus kembali mengantar alika pulang.
"Iyaaa..!" Sahut satria singkat dan sudah menaiki motornya.
__ADS_1
Alika juga bersalaman dengan keluarga satria yang lain dan berpamitan. Alika menaiki motor satria membonceng di belakang nya lalu satria melajukan motornya.
Alika dan satria dalam perjalanan pulang kerumah alika. Sedangkan anah ibu satria menyampaikan isi hatinya kepada bapak dan anak anak perempuan nya yang sudah menikah.
"Pak! Kenapa satria harus menyukai alika?" Ujar anah pada bapak satria yang bernama Jalu.
"Memang nya kenapa bu?" Tanya jalu pada sang istri.
"Ibu gak setuju sama alika pak! Dia sudah pernah menikah! Dia juga sudah punya anak!" Ujar anah menyampaikan keberatan nya untuk menerima alika jadi istri satria.
"Tapi anak kita yang menyukainya bu!" Sahut jalu tak ingin ikut campur tentang hubungan anaknya.
"Tapi pak..!" "Sudahlah bu..! Jangan ikut campur soal pribadi anak kita! Biarkan saja mereka memilih pasangan masing masing!" Sahut jalu memotong ucapan anah. "Jangan larang satria untuk berhubungan dengan alika! Beri nasehat dan beri dia sedikit pengertian! Jangan dilarang!" Nasehat jalu pada sang istri agar tidak terlalu mencampuri hubungan anaknya.
Ditempat lain satria sudah sampai dirumah alika. Alika turun dari motor satria dan berdiri di samping motor satria untuk menawarinya mampir.
"Gak usah! Sudah malam..! Gampang nanti aku main lagi kalo ada waktu!" Sahut satria yang masih diatas motornya. "Aku pulang dulu yaa!" Tambah satria berpamitan dan menyalakan motornya.
"Iyaa.. Hati hati!" Sahut alika melambaikan tangan nya pada satria yang sudah pergi.
Alika melangkah masuk kedalam rumah nya mengucapkan salam dan dijawab oleh ema yang sedang duduk menonton tv diruang tv.
"Sudah pulang?" Tanya ema yang melihat alika baru saja pulang dari rumah satria.
"Sudah mah!" Sahut alika singkat menurunkan anaknya dari gendongan nya.
"Bagaimana keluarganya?" Tanya ema ingin tau anaknya disambut baik atau tidak.
"Keluarganya baik mah! Ramah, dan sepertinya keluarga harmonis! Karena saat semuanya berkumpul hanya candaan yang selalu keluar dari mulutnya!" Sahut alika panjang lebar.
__ADS_1
"Bagaimana Orang tua nya? Apa ada tanda tidak setuju dengan mu?" Tanya ema lagi.
"Kenapa mama bilang begitu? Aku dan satria kan hanya teman mah, gak lebih dari teman!" Sahut alika tak mengerti pertanyaan ema.
"Kamu ini jadi wanita jangan terlalu polos alika! Kamu gak bisa lihat kalo satria itu suka sama kamu sampai dia mengajakmu kerumahnya dan mengenalkan kamu dengan keluarganya?" Ujar ema tak paham dengan kebodohan alika. "Kamu ini! Sudah pernah menikah sudah punya anak masih saja gak paham tentang lelaki!" Tambah ema sedikit kesal dengan alika yang masih saja polos.
"Tapi satria gak bilang kalo dia suka sama aku mah!" Sahut alika masih belum mengerti.
"Yaa Allah alika! Kamu ini.. Apa harus satria menyatakan cintanya secara langsung? Kamu lihat dari sikapnya saja harusnya kamu sudah paham!" Omel ema sedikit kesal dengan anak perempuan nya.
"Hmmm.. Gak tau ah! Kalo emang suka yaa bakal bilang kalo dia emang suka sama alika!" Sahut alika membuat ema semakin kesal.
Alika beranjak dari duduknya melangkah menuju kamarnya. Alika berganti pakaian dan juga mengambil baju yang masih bersih untuk lala. Sedangkan dirumah satria anah mulai menunjukan rasa tidak suka nya pada satria yang menyukai alika yang berstatus janda beranak 1.
"Tapi Mah..! Satria menyukai alika karena dia wanita yang kuat! Dia wanita yang mandiri, bahkan dia rela merawat anaknya sendirian tanpa bantuan suaminya!" Sahut satria yang mendapatkan larangan dari ibunya untuk berhubungan dengan alika.
"Mama tetap gak setuju satria! Jika kamu menyukai janda yang gak punya anak mamah masih bisa memaklumi! Tapi jika yang sudah punya anak! Aduh gak deh mamah gak setuju dunia akhirat!" Ujar Anah Beranjak dari duduknya langsung masuk ke kamar nya meninggalkan satria dan bapak nya yang masih duduk di luar.
"Apa bapak juga sama seperti mama yang gak suka kalo satria menjalin hubungan dengan alika?" Tanya satria pada bapaknya yang masih duduk disebelah dirinya.
"Bapak cuma bisa menyarankan lebih baik berteman lebih dulu dengan alika! Jangan buru buru menyatakan perasaanmu padanya!" Sahut jalu menyarankan pada satria.
"Baiklah kalo gitu aku akan pendam perasaanku dulu sampai mama menyetujui hubungan aku dengan alika!" Ucap satria sambil menghisap rokok nya.
Satria terus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan restu dari sang mama. Alika yang tak tau menahu perdebatan dirumah satria berusaha menampik perasaan nya agar tidak jatuh cinta lebih dulu dengan satria agar dirinya tak kembali kecewa lagi seperti kejadian sebelumnya.
...****************...
BERSAMBUNG
__ADS_1