Janda Berkarat

Janda Berkarat
13.NINDIA DATANG


__ADS_3

Setelah kepergian tajudin alika kembali melakukan aktifitas nya seperti biasa. Dan kini tak menyangka usaha laundry alika semakin kesini semakin laris hingga alika dan ema dibuat kualahan saking banyak nya cucian yang bertabrakan jadwalnya. Karena ada beberapa pelanggan yang meminta laundry ekspres dan yang manual menjadi terbengkalai karena tidak bisa dikerjakan lebih dulu. Alika menelfon nindia di malam hari untuk meminta bantuan tenaganya satu hari besok pagi agar semua pesanan nya bisa terselesaikan. Malam ini alika dan ema lembur hingga suara adzan subuh berkumandang mereka masih berkutat dengan pekerjaan nya. Saat jam 5 pagi ema lebih memilih untuk istirahat lebih dulu dan alika yang masih melanjutkan membungkus pakaian dengan menyemprotkan parfum sampai ketiduran disamping anaknya yang ia sanding sejak malam diruang keluarga. Nindia datang jam 8 pagi karena itu waktu senggang dirinya untuk bisa keluar rumah. Alika yang masih ketiduran dengan posisi duduk dibangunkan oleh nindia yang sudah masuk karena pintu sudah dibuka oleh adiknya lelakinya zaki yang sudah mulai beranjak remaja.


"Kak..! Kaak bangun! Ini sudah siang!" Nindia membangunkan alika dengan menepuk kakinya melihat posisi tidur alika yang duduk bersandar di dinding.


Alika yang terkejut karena ketiduran langsung mencari anaknya dan ternyata sudah ada di gendongan adik alika yang bernama zaki. Alika bernafas lega karena melihat anaknya baik baik saja.


"Haaahhh..! Capek banget rasanya! Pesanan ekspres nya banyak banget bikin aku sama mama lembur sampe ketiduran!" Sahut alika kembali menyandarkan kepalanya di dinding.


"Mama masih tidur?" Tanya nindia yang duduk disamping alika membawa kedua anaknya.


"Iyaa.. Sebentar aku bangunkan dulu!" Sahut alika bangkit dari duduknya menuju kamar ema.


Alika membuka pintu kamar ema dan membangunkan ema perlahan agar tidak terkejut.


Dengan mengusap ngusap kakinya lembut alika membangunkan ema. "Maahh.. Maahh..!" Panggil alika dengan suara pelan.


Ema terbangun membuka matanya dan berbalik menghadap alika yang ada dibawah kakinya. "Eeh.. Ada apa alika?" Tanya ema dengan suara seraknya karena baru bangun tidur.


"Itu.. Nindia sudah datang!" Ujar alika memberitau ema nindia datang karena ema sangat senang jika kedatangan cucunya.

__ADS_1


Ema yang mendengar nindia datang langsung bangkit dari tidurnya karena saking senangnya ingin bertemu dengan cucu nya yang jarang ditemui nya. Alika melangkah mendahului ema karena ingin membuat teh di ikuti oleh nindia disamping nya dan melihat ema keluar dari kamarnya. Saat mereka berdua sedang membuat teh tiba tiba langkah ema terhenti memegangi kepalanya dan memejamkan matanya. Alika dan nindia pikir ema sedikit menghentikan langkahnya untuk menghilangkan pusing dikepalanya sejenak. Namun saat alika sedang menaruh gelasnya dimeja lalu tiba tiba "Bruuukkggh..!" Ema terjatuh seperti patung yang berdiri lalu terjatuh ke lantai. Alika dan nindia langsung berlari berlutut menghampiri ema yang terjatuh dan membalikan badan ema untuk terlentang. Alika histeris teriak terus membangunkan ema dengan derai air matanya takut ema kenapa napa.


"Maaah.. Mamaaaahhh..! Mama kenapa maahh..!" Teriak alika terus menepuk pipi ema dan semakin panik karena pinggir bibir ema mengeluarkan darah segar.


Nindia yang ikut panik berlari keluar untuk mencari bantuan karena dirumah nya tidak ada lelaki. Fahri suami ema sudah pergi bekerja dan tidak mengetahui keadaan dirumah nya. Nindia berteriak meminta tolong agar ada yang bisa membantunya.


"Tollooong.. Tollooong..!" Teriak nindia tak memperdulikan anak anaknya ikut berlarian.


Sedangkan alika masih terus berusaha mengguncang tubuh ema agar ema tersadar dari pingsan nya. Alika panik karena melihat ema yang matanya menatap keatas, tubuh yang kejang ditambah suara mengerang ema seakan seperti terkena struk mendadak.


"Maaah..! Mamaaaahh..! Bangun maah..!" Alika terus berteriak berusaha membangunkan mama nya.


Sedangkan kondisi diluar Tetangga yang mendengar teriakan ada yang meminta tolong dengan sigap om danur tetangga ema langsung berlari memasuki rumah ema setelah mendengar penjelasan nindia.


"Gak tau om! Tiba tiba mama jatuh gitu aja setelah bangun dari tidurnya!" Panik alika dengan isak tangisnya yang tak bisa ditahan.


"Kita bawa kerumah sakit! Sebentar. Aku telfon ambulance dulu!" Ujar danur mengambil ponsel dari sakunya langsung menelfon rumah sakit islam didekat rumah nya.


Tak berselang lama ambulance sudah datang dan langsung saja ema dibawa kerumah sakit. Alika sudah tidak memikirkan kondisi laundry yang sudah ditunggu para pelanggan nya. Bagi alika keselamatan ibunya lebih penting dari apapun saat ini. Setelah menempuh perjalanan yang tak begitu jauh ambulance sudah sampai dirumah sakit terdekat. Mereka berlarian membawa ema keruang gawat darurat agar segera ditangani. Ema yang sudah dibawa masuk keruang UGD membuat alika dan nindia mondar mandir sambil menggendong anaknya masing masing. Alika berusaha menenangkan lala yang terus menangis karena lapar. Lala sudah tidak lagi menyusu pada alika karena usianya sudah 2 tahun lebih. Saking paniknya mereka alika sampai tidak sempat membawa uang dan berpakaian tertutup menggunakan hijab nya. Alika masih menggunakan kaos lengan pendek nya yang street dan celana kolornya di atas lutut. Alika baru menyadari saat dirinya duduk diruang tunggu untuk menenangkan lala.

__ADS_1


"Nin..! Apa kamu bawa uang?" Tanya alika dengan wajah gelisah nya.


"Bawa..! Kenapa kak?" Sahut nindia dan kembali bertanya.


"Lala kayaknya laper! Aku mau belikan roti atau nasi telor diluar! Aku lupa gak bawa apa apa!" Ujar alika masih berusaha menenangkan lala.


"Biar aku yang belikan! Kakak tunggu disini! Aku juga mau beli beberapa makanan untuk kita makan!" Sahut nindia dan langsung diangguki oleh alika.


Nindia berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk mencari beberapa makanan agar anaknya nanti lapar tidak perlu untuk keluar lagi. Setelah selesai membeli makanan nindia kembali diruang tunggu di depan ruangan tempat ibunya dirawat.


"Ini kak! Cepat kasih makan anakmu! Seperti nya lala laper banget!" Ujar nindia menyodorkan beberapa makanan untuk keponakan nya.


Tanpa menjawab alika langsung membuka bungkusan yang berisi nasi telur dadar sesuai pesanan alika untuk lala. Lala sangat menyukai telor sejak dirinya lepas dari susu alika. Dengan telaten nya alika menyuapi lala makan hingga nasi dan telornya habis tak tersisa. Alika memberikan air putih untuk lala minum agar tidak merasa mengganjal. Lala anak alika terkena alergi susu sejak lepas dari susu alika. Lala tidak boleh meminum susu sembarangan selain susu sapi atau kambing. Dan membuat lala tidak pernah mau minum susu selain air susu ibunya.


Setelah menunggu waktu berjam jam akhirnya dokter yang menangani ema keluar dengan pakaian serba hijau beserta maskernya berhenti didepan pintu menatap alika dan nindia bergantian sembari melepas maskernya.


"Keluarga pasien?" Tanya dokter dengan wajah datarnya.


"Saya dok!" Sahut alika dan nindia yang berdiri dan menjawab secara bersamaan membuat dokter bingung harus mengatakan nya pada siapa. "Bagaimana keadaan mama saya dok?" Tanya alika penasaran ingin segera. Mengetahui keadaan ibunya.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG


__ADS_2