
Tak terasa kini sudah satu minggu kepulangan ema dari rumah sakit. Dengan telaten dan kesabaran ekstra alika mengurus ema dan buah hatinya setiap hari. Dan sudah satu minggu ini juga alika masih meliburkan usahanya membuat tabungan nya semakin menipis. Alika tidak tau lagi harus bagaimana untuk mengurus semuanya sendiripun dirinya tidak bisa. Sudah mencari orang yang mau membantu menjalankan usahanya saja sulit di dapat. Alika hanya pasrah seakan menyerah dengan semua cobaan yang alika alami saat ini. Alika akhirnya berinisiatif untuk bekerja lagi berangkat sore pulang malam karena menunggu zaki adiknya bisa bergantian menjaga anak dan ibunya agar alika mendapatkan pemasukan. Alika melamar pekerjaan di cafe dekat rumahnya yang jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Alika diterima karena saat tes memasak dan dicicipi oleh pemilik cafe rasanya enak dan cukup menggoyang lidahnya.
Dihari pertama alika bekerja alika sangat senang memasak pesanan para pelanggan cafe hingga semakin banyak pengunjung yang datang di cafe tempat alika bekerja. Alika membuat menu nasi goreng yang berbeda hari ini dan itu sangat diminati para pengunjung cafe. Pemilik cafe sangat senang karena banyak ide kreatif dari alika yang membuat cafenya semakin ramai pengunjung.
"Alika.. Kamu pintar sekali untuk menarik pengunjung! Baru dua hari kamu bekerja disini sudah banyak peminat dari masakan kamu!" Ucap Angga sang pemilik cafe.
"Trimakasih mas! Aku memang suka berkreasi jika sudah dihadapkan dengan masakan!" Sahut alika dengan senyum ramahnya.
"Karena kamu sudah membuat cafe semakin ramai, hari ini aku kasih kamu bonus 2x lipat dari gaji kamu!" Ucap angga membuat karyawan lain iri pada alika.
"Trimakasih mas!" Sahut alika menundukkan punggung nya menghormati bos nya.
Angga berbalik dengan senyum lebarnya kembali keluar melihat suasana cafe nya yang ramai. Dengan suara musik dari Box musik membuat para pengunjung semakin menikmati makanan nya. Tak terasa waktu sudah semakin malam. Jam 10 malam alika segera melangkah cepat untuk pulang karena takut anaknya rewel tak ada yang bisa mendiamkan nya. Dan benar saja lala sedang ditenangkan oleh zaki diluar mengajaknya bermain dihalaman. Zaki tidak tau ini haru sudah malam sangat sensitif untuk anak kecil seperti lala berada diluar.
"Nonong! Kenapa kamu bawa dia keluar malam malam?" Ujar alika panik takut lala semakin rewel jika berada diluar malam hari.
"Dari tadi lala nangis cari kakak! Jadi aku bawa keluar mengajaknya bermain biar gak rewel lagi kak!" Sahut zaki tak mau disalahkan.
"Hmmm ya sudah ayo masuk! Lain kali jangan dibawa keluar kalo udah diatas jam 7 malam! Dia masih kecil!" Ucap alika lagi sedikit kesal tapi memaklumi karena zaki belum mengerti bagaimana mengurus anak kecil.
Mereka akhirnya masuk dan beristirahat dikamar masing masing. Alika yang sudah membersihkan dirinya dan menidurkan lala akhirnya keluar ingin menengok mama nya sebentar menanyakan keadaan nya hari ini.
"Gimana keadaan mama hari ini?" Tanya alika yang duduk disamping ema yang masih menonton tv.
"Mama udah sehat! Kamu gak usah khawatir! Mama juga udah bisa masak lagi!" Sahut ema tak ingin alika khawatir.
"Mama jangan banyak cape dulu! Nanti kambuh lagi!" Ujar alika lagi mengusap lengan ema.
"Mama gak capek! Mama juga setiap hari makan nutrijel tanpa gula agar tidak terlalu banyak makan nasi!" Sahut ema diangguki oleh alika.
"Mama mau beli buah apa? Besok biar alika beliin!" Tanya alika lagi.
__ADS_1
"Mama gak pengen apa apa! Melihat kamu dan anak mama yang lain sehat sudah bikin mama seneng! Mama tiap hari juga bikin bubur sum sum untuk pengganti nasi! Jadi kamu tenang saja! Diabetes mama gak akan naik lagi!" Sahut ema membuat alika semakin lega.
Setelah berbincang bincang cukup lama kini alika membimbing ema untuk tidur dikamarnya. Alika kembali ke kamar nya setelah mengantar ema ke kamarnya. Alika bisa bernafas lega karena ema sudah kembali stabil dan alika tidak terlalu banyak menghawatirkan keadaan ema. Alika berfikir untuk gulung tikar usaha nya karena dirinya tak mampu menjalankan nya sendirian. Semua laundry yang datang ditolak oleh alika terkecuali tetangga sendiri. Itupun hanya bisa menyetrika saja karena alika sudah tidak menerima jasa cuci. Alika akan menyetrika disaat pagi sampai siang sebelum berangkat kerja di cafe. Jadi tetangga yang mengambil baju nya sore hari sudah selesai alika kerjakan.
Alika kini menjadi karyawan teladan di cafe itu. Angga semakin kagum dengan berbagai ide kreatif alika dengan banyak menu makanan spesial setiap harinya membuat angga semakin memperbanyak bonus untuk alika. Dan satu malam jam 7 ada yang memesan makanan lalu alika memasaknya. Saat sedang memasak alika sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Karyawan yang lain melihat masakan alika belum selesai akhirnya diam diam menyelesaikan nya dengan menambahkan garam 3 sendok makan. Saat pelanggan memakan pesanan nya membuat dirinya murka.
"Weeekkk..! Masakan apa ini asin sekali!" Ucap salah satu pelanggan membuat angga yang melihat langsung bangkit dari duduknya.
"Maaf ada apa mas?" Tanya angga yang sedikit curiga.
"Masakan apa ini asin sekali!" Pelayan anda bisa masak atau tidak? Katanya masakan disini sangat lezat! Baru saja aku datang ingin mencoba nya namun gak sesuai dengan apa yang aku dengar dari temanku!" Pekik pelanggan membuat pengunjung yang lain melihatnya.
"Maaf ini pasti ada kesalahan! Karyawan saya gak mungkin memasak masakan yang asin!" Sahut angga panik.
"Jika tidak percaya coba saja!" Ujar lagi pelanggan cafe itu.
Angga mengambil sendok yang baru lalu memakan nya satu sendok. Saat makanan sudah masuk ke dalam mulutnya angga memuntahkan nya lagi menggunakan tissue. Angga yang murka langsung berteriak memanggil alika.
"Alikaaaa..! Alikaaaa..!" Teriak angga dan alika langsung berlari menghampirinya. "Kenapa kamu ini! Siapa yang memasak nasi goreng ini sampai asin begini?" Tanya angga kesal.
"Yang benar saja kamu! Aku gak bisa masak! Dan aku bos disini! Saya membayar kamu untuk memasak di cafe saya! Bukan saya yang masak lalu mengantar pesanan pada pengunjung!" Kesal angga tak tau jalan pikiran alika.
"Tapi tadi kata mbak lia mas angga yang meneruskan masakan alika saat alika ke kamar mandi!" Sahut alika merasa ada yang tidak beres.
*Flashback on*
"Mmm mbak aku ke kamar mandi dulu sebentar! Titip ini yaa jangan dinyalakan apinya!" Ucap alika yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
"Iyaa..!" Singkat karyawan yang membuat minuman bernama lia.
Lia yang iri karena alika selalu mendapatkan bonus setiap hari membuat lia ingin menghasut alika agar alika dipecat dari pekerjaan nya. Lia tidak suka sejak kedatangan alika lia selalu dikesampingkan oleh angga. Lia bekerja disana sudah hampir satu tahun tapi belum pernah mendapatkan bonus sedikitpun.
__ADS_1
Lia akhirnya menyalakan kompor nya dan menambahkan garam 3 sendok makan dengan porsi 2 centong nasi. Fita yang melihatnya seakan ingin mengadu pada alika namun diancam oleh lia.
"Awas ya kalo kamu ngadu! Aku bakal bikin kamu juga dipecat kayak alika!" Ancam lia yang merasa tidak punya akal.
"Tapi mbak.." "Husssttt diem kamu! Awas ya!" Ancam lia lagi memotong ucapan fita.
Lia yang sudah selesai mengaduk nasi goreng nya langsung menaruhnya diatas piring dan langsung membawanya ke meja 21 sesuai pesanan nya. Alika yang baru kembali dari toilet terkejut melihat wajan nya sudah kosong tak ada lagi nasi yang ia belum selesai memasak nya.
"Loh mbak! Nasi nya kemana? Kok gak ada?" Tanya alika celingukan mencari wajan lain yang berisi nasi.
"Kamu kelamaan di toilet! Jadi mas angga yang nerusin masakan kamu karena pelanggan sudah terlalu lama nunggu!" Sahut lia merasa tak bersalah.
"Tapi tadi belum aku kasih bumbu pelengkapnya! Aduh gimana yaa?" Ujar alika panik takut pelanggan tidak suka dengan masakan nya dan berujung kecewa.
Fita yang melihat alika panik merasa kasihan takut dirinya dipecat oleh angga. Karena alika sangat berpotensi di cafe ini. Sebelum ada alika cafe ini nampak biasa tidak terlalu ramai pengunjung karena masakan yang monoton dan itu itu saja. Saat alika sedang panik mondar mandir namun langkahnya terhenti matanya membulat bibirnya terasa kaku seakan seperti tertembak dibagian jantung nya. Alika terkejut mendengar teriakan angga dari luar.
"Alikaaaa..! Alikaaaa..!" Teriak angga dan alika langsung berlari menghampirinya.
*Flashback off*
...****************...
BERSAMBUNG
***
Hay untuk para pembaca.. Maaf akhir akhir ini aku sedang sibuk bekerja. Maaf jika hanya satu episode yang aku up! Jika ada waktu luang aku sempatkan untuk membuat 2 episode perharinya yaa..
jangan lupa like komen dan subscribe nya yaa..
kasih dukungan dan saran yang positif.
__ADS_1
Semoga suka dengan ceritanya..
🤗🥰