Jatuh Bangun Asmara

Jatuh Bangun Asmara
Bab 8 : bertemu kembali


__ADS_3

Ara menoleh dan mendapati seorang wanita yang tidak asing berdiri dibelakangnya dengan senyum yang mengembang.


"siapa ya?" tanya Ara bingung.


"mba Ara tidak ingat saya?" tanyanya dengan raut kecewa.


"eehh.. maaf tidak bermaksud membuat anda sedih, tapi akhir-akhir ini saya banyak masalah jadi.."


"saya mengerti mba, saya sudah lihat beritanya" ujar orang tersebut yang tidak lain adalah Hanna.


Ara hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Hanna.


"Mba Ara benar-benar tidak ingat siapa saya?" tanya Hanna lagi memastikan.


Ara menjawab dengan gelengan kepala, jangankan mengingat seseorang, mengingat kapan terakhir kali dirinya makan pun Ara lupa. Lihat saja perutnya tiba-tiba saja berbunyi tanpa tahu malu.


"eh..maaf" ucap Ara kikuk, sedangkan Hanna hanya tersenyum lucu.


"mba lapar.. yasudah ayo saya kebetulan juga mau nyari makan setelah ini" ajak Hanna.


Ara tidak menolak ajakan wanita itu, selain karena sudah sangat lapar, ia pun sebenarnya masih penasaran dengan wanita yang sejak tadi memanggilnya dengan sebutan Mba.


Selesai membayar semua belanjaannya masing-masing, mereka pun terlihat keluar dari supermarket secara bersamaan.


Kebetulan tidak jauh dari supermarket ada restoran cepat saji, jadi kedua perempuan itu memutuskan untuk makan disana.


Sesampainya di tempat tujuan, Ara dan Hanna langsung mencari tempat yang kosong. Tidak sulit menemukannya karena restoran sedang tidak ramai pengunjung ketika sore hari seperti ini.


Setelah mereka duduk, waiters langsung menghampiri dan mencatat pesanan mereka.


"Mba Ara masih belum ingat siapa saya?" Hanna kembali bertanya, dan jawaban Ara masih tetap sama seperti tadi.


Meskipun merasa kecewa karena telah dilupakan, namun Hanna tetap mencoba tersenyum.


"maaf.." lagi dan lagi Ara hanya bisa meminta maaf kepada Hanna.


"mba tidak salah, jadi tidak perlu merasa bersalah" ucap Hanna menenangkan.


"sekitar seminggu yang lalu, saya tiba-tiba pengen sekali makan bakso, tapi karena suami saya tidur dan susah dibangunkan, jadi saya nekat pergi sendiri.." Hanna menjeda ceritanya.


"tapi ketika sampai di penjual bakso, saya baru sadar ternyata saya lupa membawa dompet dan handphone, beruntung ada mba-mba baik hati yang mau mentraktir saya kemudian mengantar saya pulang, meskipun saat itu saya lupa jalan pulang kerumah suami saya" lanjut Hanna bercerita panjang lebar, sambil tertawa mengigat kejadian lucu itu.


"Hanna.." seru Ara yang langsung berdiri dan memeluk wanita itu.


"mba sudah ingat?" tanya Hanna seraya membalas pelukan Ara.


Ara mengangguk "iyaa.. yaampun maaf ya gue beneran lupa tadi" kata Ara merasa bersalah.


"iya tidak apa-apa mba, saya senang akhirnya bisa bertemu lagi sama mba"


"gue juga senang banget Han.." timpal Ara.


Sekali lagi mereka berpelukan, kini mereka terlihat seperti dua orang sahabat yang sudah kenal lama, dan baru bertemu kembali setelah pisah selama bertahun-tahun.


Padahal mereka baru saling mengenal, dan bertemu pun baru satu kali.


Setelah melerai pelukannya Ara kembali ketempat duduknya, mereka terus berbincang sampai makanan pesanan mereka datang.


Selesai makan keduanya kembali terlibat obrolan ringan, namun handphone Hanna berbunyi.


Hanna minta izin kepada Ara untuk mengangkat panggilan tersebut.


Ternyata panggilan itu dari suaminya yang menanyakan tentang keberadaannya.

__ADS_1


Setelah itu Hanna pun pamit kepada Ara, karena suaminya sudah menunggunya di parkiran.


"saya pulang duluan ya mba.." pamit Hanna.


"iyaa.. duh enak banget sih yang dijemput suami" canda Ara membuat Hanna tersipu.


"ah mba Ara bisa saja, tapi saya merasa tidak enak sama mba, kan saya yang ngajak makan, tapi saya malah pulang duluan"


"gak apa-apa kok, kan masih banyak hari yang lain" sahut Ara dengan santai.


"udah sana pergi, kasian laki lu udah nungguin di tempat parkir" seloroh Ara.


Hanna pun kembali memeluk Ara sebagai salam perpisahan, sebelum pergi.




Sepanjang perjalanan ke tempat parkir dimana suaminya sedang menunggu, tidak henti-hentinya Hanna tersenyum.



Wanita itu merasa bahagia bisa bertemu dan mengobrol lagi dengan Ara.



Selama tinggal dirumah suaminya di kota, Ara adalah sahabat pertamanya.



Sebenarnya banyak istri dari teman-teman suaminya yang sering mengajaknya keluar, namun Hanna tidak terlalu suka dengan mereka, sebab kebanyakan dari mereka hanya bisa pamer tas mahal, sepatu, sendal hingga perhiasan mereka.



Tidak ada yang bisa diajak bercerita santai atau sekedar sharing tentang kehidupan sehari-hari, yang ada dipikiran mereka hanyalah pamer dan berusaha agar terlihat paling kaya dan memiliki segalanya.




"kenapa sih, dari tadi mas perhatiin kamu jalan dari sana kesini senyum-senyum terus" tegur Rafly ketika Hanna baru saja masuk.



Hanna meraih tangan suaminya dan mencium tangan tersebut dengan khusyuk.



"emangnya mas tidak suka melihat Hanna bahagia" Hanna menimpali ucapan suaminya.



"bukannya begitu, mas curiga kamu habis ketemuan sama orang lain di belakang mas"



Hanna tertawa "mas cemburu?"



"tidak.. siapa juga yang cemburu" dustanya.


__ADS_1


lagi-lagi Hanna tertawa melihat suaminya yang nampak gelagapan "Hanna emang habis ketemu sama seseorang"



"tuh kan.. feeling suami emang gak pernah salah" ujar Rafly dengan wajah cemberut.



"tapi ketemunya bukan sama lawan jenis kok, itupun gak direncanakan"



"oh ya? sama siapa?" tanya Rafly yang kian penasaran.



"mas inget gak mba-mba yang pernah Hanna ceritain?" tanya Hanna balik.



"mba-mba yang mana?" bingung Rafly.



"itu loh yang pernah traktir Hanna bakso 2 mangkok, waktu pergi sendiri malem-malem dan Hanna lupa bawa dompet" ujar Hanna mengingatkan.



"oh itu.. iya iya mas inget"



"nah.. barusan Hanna abis makan sama dia mas" beritahunya.



"oh dia.. kirain ketemuannya sama cowok lain" ucap Rafly merasa lega.



"oh iya mas, pak Tio kemana? perasaan tadi Hanna dianterin sama dia deh, tapi kok sekarang malah mas yang jemput"



"udah mas suruh pulang"



"terus belanjaannya dimana?" Hanna kembali bertanya.



"udah dibawa pulang juga sama pak Tio"



Hanna hanya mampu menggeleng dengan tingkah laku suaminya itu.



\*\*\*


__ADS_1


mohon dukungannya 🙏


TBC ~~~


__ADS_2