Jelek Itu Luka

Jelek Itu Luka
Part 11


__ADS_3

Part 11


"Maaf ya Bu, saya tidak peduli dengan masa lalu, tetapi anda jangan menyentuh barang saya dengan seenaknya!"Laura mengatakan hal itu dengan wajah yang sangat mengerikan dan melototi ibu Dava.


"Oh.....jadi? jadi kamu berani sama saya?"Ibu Dava berdiri dengan hentakan meja oleh kedua tangannya.


Dava melihat tingkah ibunya merasa malu karena dilihatin banyak orang yang di restoran itu.


"Bu..Bu....udah Bu"anaknya terus memegang lengan kirinya sang Ibu dan memohon agar tidak membuat masalah di restoran ini.


"Tuan Dava, bukankah kamu meminta saya datang karena ingin menyelesaikan masalah bisnis kenapa kamu malah membawa ibumu? aku sudah tidak peduli dengan masa laluku, yang dulu tetapi yang dulu yang sekarang tetapi yang sekarang!!"Laura mengancam anaknya jika terjadi seperti ini maka akan membatalkan kontraknya dalam bisnis.


Dava yang tidak tahu harus berbuat apa-apa meminta ibunya untuk meminta maaf kepada Laura, sang ibu yang sudah tua dan tidak tahu diri ingin selalu menang sendiri dan menjadi nyonya besar, tidak ingin meminta maaf kepada siapapun bahkan itu menantu yang pernah dia buli dari sebelumnya.


"Bu..... ini demi pekerjaan aku Bu aku mohon"anaknya terus memohon kepada ibunya.


Sang ibu hanya bisa menghela nafas dan melihat sekelilingnya yang terus memperhatikannya, akhirnya dia menunduk dan meminta maaf kepada Laura atas tindakannya yang tidak semena-mena.


"Maa....maaf kan saya"Kata sang ibu.


"Oke, sebenarnya maaf anda tidak tulus tapi saya akan memaafkan anda, karena kalian tidak merusak hari-hari saya, Saya akan pergi dari sini, Saya sudah tidak badmood lagi"kata Laura berdiri di hadapan mantan suami dan ibu mertuanya, dengan penuh gaya dan kecantikan yang sangat sempurna.


Melihat kepergian Laura yang begitu cepat sang Ibu merasa sangat emosi dan dipermalukan karena telah meminta maaf kepada Laura, sang Ibu padahal dulu selalu mengusik dan menghina Laura.


"Ibu yakin, dia hanya ingin membalaskan dendam saja dengan apa yang telah kita lakukan kepadanya" sang ibu membersihkan hal itu kepada anaknya setelah memesan sebuah minuman di restoran.


"Ah masa sih Bu?"


"Tapi, Ibu yakin sebenarnya dia bukan orang kaya raya, jika kamu tidak percaya kenapa kamu cari informasi tentang dia di internet atau orang lain"kata Ibunya memberikan sebuah ide kepada Dava.


Dava seketika memiliki sebuah ide dan mengambil laptopnya di dalam tas, dia langsung mencari informasi mengenai Laura dan keluarga terkaya di kota tersebut.

__ADS_1


Tik tik tik....


Pencarian dari berbagai sumber dan internet mengenai keluarga kaya dan juga Laura ternyata sudah ada, bagan informasi tersebut bukan baru tetapi sudah dari dulu.


"Bu..... aku sudah mencarinya di internet tetapi benar Laura memang keturunan orang kaya raya"kata Dava yang tidak percaya dengan kenyataan ini.


"Coba-coba, kamu lihat dengan teliti dan cari tanggalnya jangan sampai itu baru diupload kemarin atau kapan?'


"Bener Bu, ini juga raportnya udah lama kok Bu"masih tidak percaya dengan yang ia baca.


Namun, semua ini mengenai internet atau apapun sudah direncanakan oleh Laura dari dulu, asal Dede sudah memberitahu kepada Laura kalau mantan suaminya akan mencari tentang dirinya melalui internet.Benar saja,Dava langsung mencari informasinya di internet Tetapi semuanya sudah dikendalikan dan disiapkan oleh sang nenek.


Sang nenek, meminta bahwa hanya di mana Dia seorang hacker atau ahli komputer, dia bisa membuat informasi palsu atau informasi apapun sehingga mengubah tahun upload.


"Sial!!!!! Ternyata dia memang keturunan orang kaya raya"Dava merasa kesal dan menutup laptop itu sekencang mungkin.


"Udah Dava,jangan sampai kamu lengah ya"kata ibunya.


Sang ibu juga sebenarnya takut terbongkar cerita beberapa bulan yang lalu yang di mana anaknya telah menabrak kedua orangtuanya Laura, tetapi yang tahu hanyalah anaknya saja dan Fanny, jadi dia masih merasa aman.


Dufff....


Duduk di sebuah mobil mewah lagi dengan wajah tersenyum lebar, Laura merasa amat puas ketika memarahi ibu mertuanya.


"Gimana? Apakah rencananya berhasil? apa yang mereka lakukan padamu?"Kata David sebagai sopir pribadinya yang sudah setia menunggu dari tadi.


"Ouhh..... Aku sungguh merasa puas karena Ini pertama kalinya aku memarahi orang lain, bahkan Ini pertama kalinya aku memarahi mertuaku"Terlihat sangat girang sekali dalam menceritakan hal ini.


Dengan penuh bangga Laura pergi bersama david, Mereka telah memulai tahap awal.Tetapi ketika pulang ada hal yang membuat mereka terkejut.


"Stoooppp!!!! eh stopppppp"kata Laura mendadak sekali berhenti di persimpangan Bengkel seolah-olah ingin ke bengkel.

__ADS_1


"Heh,jangan berhenti di sini kita ke depan bentar"kata David memajukan mobilnya sedikit lagi.


"Ouh Heheheh ok,itu....ituuhh....kamu liat ke sebrang mu di toko baju"Laura melihat ke sebrang jalan menengok ke arah jendela pintu David.


"Hah? kamu lihat apa sih kayak lihat setan kayak gitu??"David mencoba melihat kearah tunjukkan dari Laura dengan serius.


"Ihhhh.......kamu lihat cewek yang pake baju biru Rok pendek tas hitam,ituuu.....yang lagi gandengan sama cowok"


Setelah susah payah mencari Akhrinya David bisa melihat ke arah Wanita tersebut.


"Oh...iya emangnya kenapa?"


"Itu kan si Fanny pacarnya si Dava?kenapa dia sama pria lain?apa jangan-jangan dia selingkuh?"Laura berpikir sejenak.


"Nahh... foto aja udah,kita cari sebagai bukti"


"Oke,akan ku buat hancur-sehancurnya dengan apa yang telah mereka lakukan kepadaku!!!!"Laura langsung mengambil gambar Fanny bersama pria lain.


David dan Laura masih bingung Apakah lelaki tersebut selingkuhannya atau hanya keponakannya atau hanya abangnya, untuk mengetahui selanjutnya maka Laura ingin menetap di situ dan mengikuti langkah selanjutnya Fanny.


"Sipp..... Aku akan terus mengikutinya untuk mendapatkan sebuah bukti"Laura terus memfoto kegiatan mereka di saat berduaan dengan pria lain.


Laura juga mengikuti hingga fannya pulang dan berhenti di sebuah Jalan raya dekat perhotelan,dan dia masuk ke dalam hotel tersebut.


"Ouh..... jadi rumah dia ada di sini ya"Laura mengangguk-angguk.


Ketika David sudah mendapatkan bukti Iya ingin memutar mobilnya dan pergi, Tetapi dia tuh kalo lagi karena Laura melihat Fanny berpelukan dengan pria lain lagi di depan Hotel itu.


"Wahhh....pria ini lebih tua dari Dava apa dia ayahnya?"Laura bertanya-tanya.


Namun ciuman dari Fanny dan pria itu membuat Laura paham,kalau Fanny bukan wanita baik-baik dan bermain ke banyak cowok.

__ADS_1


Bahkan ciuman itu Laura foto untuk di jadikan senjatanya nanti.


Akhirnya mereka panen tinggal ke langkah selanjut.


__ADS_2