Jelek Itu Luka

Jelek Itu Luka
Part 9


__ADS_3

"Aaa....anu,David..... ayo kita selesaikan apa yang dikatakan nenek"Ajak Laura.


"Haduh.........baru aja datang,udah disuruh aja untuk kerja"Dengan muka yang dingin dan cemberut David hanya mengikuti pada kata neneknya dan segera bergegas ke perusahaan tersebut bersama Laura.


Laura pergi ke perusahaan tersebut sesuai petunjuk neneknya, dia menaiki sebuah mobil pribadi, memakai mobil pribadinya yang sudah disiapkan oleh nenek.Hingga kini mereka berdua sudah sampai di perusahaan tersebut, dan ini termasuk perusahaan kecil yang belum maju, tidak membubarkan perusahaan ini dan anggotanya karena sang nenek tidak ingin karyawannya menjadi pengangguran.


Srertttt ......


David yang mengemudi dengan cepat kini sudah sampai di kantor tersebut, dia tidak ingin masuk duluan Tetapi dia menunggu Laura untuk tindakan selanjutnya.David berdiri dengan elegan di sambil melihat jam untuk melihat waktu.


"Hadehhh, mana sih si laura lama banget "sambil ngomel-ngomel sendiri dan melihat kearah jam.


Tak lama kemudian Naura datang dengan sopir pribadinya, Laura sepertinya nyonya besar keluar dari mobil tersebut, kemudian Laura meminta sopir pribadinya untuk menunggunya, tetapi karena sopir tersebut langsung pergi meninggalkan perusahaan tanpa sepengetahuan Laura.


Laura sangat takut berdiskusi dengan David yang sangat dingin itu, kurang catatan sendiri untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari perusahaan ini agar nantinya bisa dia perbaiki bersama David.Setelah mencatat semua kekurangan dari perusahaan tersebut akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Hoammmm..... akhirnya sudah selesai juga"sambil menguap karena kelelahan sudah bertugas.


Laura keluar dari perusahaan tersebut dan pameran pada karyawan lainnya yang belum pulang, Laura melihat kesakitan dan tidak melihat sopir yang menunggunya dari tadi.


"Lohhh..... sopir aku ke mana?"kaget karena sopir pribadinya sudah hilang meninggalkan dia, jika tidak ada sopir pribadi maka dia harus pulang naik apa? dan dari sana tidak ada tanda-tanda mobil dari David, jadi dapat juga sudah pulang duluan.


Terpaksa, Laura menjalani kehidupannya seperti biasa yaitu jalan kaki, ke rumah sang nenek Tetapi dia sudah terbiasa jalan kaki dari sejak dulu.


Di malam yang dingin Laura hanya bisa merangkul tubuhnya sendiri, dia sama sekali tidak membawa jaket atau lengan yang panjang yang membuatnya kehangatan.


"Aduh.... taksi ke mana ya ko nggak lewat sih"

__ADS_1


Kemudian, di saat di pinggir jalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di sampingnya, Laura yang tidak ingin melihat ke arahnya mulai berlari karena berpikir itu adalah penculik yang ingin menangkapnya.


"Pliseee.... jangan culik aku"ucapnya di dalam hati ketakutan dengan begitu gemetar.


Laura terus dikejar mobil tersebut, dan terdengar teriakan dari seseorang tetapi Laura yang sudah ketakutan tidak menghiraukannya.Di saat Laura ingin melewati sebuah jalan tiba-tiba mobil itu berhenti di depannya dan membuat Laura ketakutan.


"Tidakkkk..... tolong jangan culik saya"sambil menutup wajahnya karena takut.


"Heh apaan sih, kamu jangan pulang sendirian nanti aku bisa dimarahin sama nenek tahu"suara tidak asing ditelinga Laura dan ini ternyata adalah David.


"Daaa.....daviddd"Laura merasa lega mendengar suara dari David.


"Heh, aku dari tadi manggil kamu Kamu kenapa sih malah lari kayak gitu"dengan wajah dinginnya Dia berkata kepada Laura sambil memegang setir mobil.


"Maaa....maaf, aku kira kamu orang jahat"Laura mencoba berdiri dan membersihkan tubuhnya dari pasir yang menempel.


Laura dengan raut wajah yang ketakutan membuka pintu mobil bagian belakang, tetapi David tiba-tiba berkata kenapa dia harus membuka pintu bagian belakang? David meminta Laura untuk duduk di depan bersamanya agar tidak dicurigai oleh nenek.


Laura hanya diam seperti patung duduk di atas kursi mobil, dia tidak berani menengok ke arah David atau berani berbicara kepadanya.


Namun, suasana yang hening dan mencekam tiba-tiba menjadi buyar ketika mendengar suara keroncongan dari perut Laura.


"Lah kamu lapar, Ya udah ayo kita makan dulu"David menyimpang ke toko makan sebelah, menolaknya tapi tidak jadi karena Takut dimarahi David.


Setelah itu, mereka seperti pasangan yang serasi cantik dan ganteng ke toko tersebut, Laura bersama david juga memesan makanan untuk mereka.


Di saat makan, tiba-tiba melihat sebuah cincin yang ada di jari Laura.David yang di mana Dia adalah orang penasaran maka dia langsung bertanya cincin Apa itu.

__ADS_1


Laura yang makan tiba-tiba tersedak, awalnya dia tidak ingin menceritaknnya, tetapi karena dia adalah cucu sendiri maka dia menceritakan semuanya kepada David.


Balalalalalalalla.....


Hingga kini sudah sampai,jam 9 malam,cerita masalah yang dialami Laura sudah disampaikan kepada David, hingga tak sadar makanan habis belum habis karena fokus mendengar cerita dari Laura.


"Yahhh begitu lah"kata Laura menghela napas dan juga kecapean karena terus berbicara dari tadi, maka dari itu ia segera minum.


"Ouh gitu ya"seolah-olah David tidak peduli dengan cerita Laura, tetapi didalam perasaannya dia juga merasa kasihan kepada Laura yang dimana dari tadi dia sangat baik,David merasa sangat disayangkan jika Laura dilakukan seperti itu oleh orang lain.


Laura yang sudah bercerita panjang lebar mendapat jawaban Oh gitu saja hanya terdiam.


"Dasar, emang dia tidak punya perasaan ya aku cerita panjang lebar dari tadi cuman gitu doang jawabannya"ucap Laura di dalam hati merasa kesal.


Dan akhirnya, setelah makan malam Mereka pergi dari toko makanan tersebut dan bergegas pulang, mereka berpikir nenek sudah tidur jadi diam-diam masuk ke dalam rumah, tidak disangka ternyata Nenek masih duduk dengan santai di sofa menunggu kepulangan mereka.


"Wahhh.... gimana jalan-jalan kalian hari ini?"bahan ini dengan penuh harapan.


"Apa sih nenek, orang tadi bukannya mau nugas ke perusahaannya nenek bilang"David tidak ingin banyak bicara dan bergegas ke kamar.


Laura yang sudah bertugas dengan baik memberikan catatan tersebut kepada dini dan berdiskusi Apa yang harus dilakukan selanjutnya, setelah mendapatkan kerajinan dari sabun emang kalau orang bisa melakukannya bersama David.


Dan Nenek penuh harapan kalau dapet bisa menyukai Laura dan menjadi pasangan, walaupun dia tahu kalau lah sudah janda.


"Yaudah, kamu sudah bertugas sekarang silakan tidur dulu ya, jangan sampai kecapean karena besok masih ada tugas lagi yang kamu lakukan"kata sang nenek perihatin kepada Laura.


"Baik nek"

__ADS_1


David yang awalnya dingin dan diam,masih memikirkan cerita dari Laura dan tidak bisa tidur.


__ADS_2