
Part 4
"Yaudah, Kamu jangan sedih lagi ya nenek pasti akan membantumu membalaskan dendam pada mereka"sang nenek terlihat bersemangat ketika ingin Laura membalaskan dendam kepada mantan suaminya.
"Makasih banyak nek, suatu saat nanti saya akan membantu nenek dan membalas semua ini"Laura sangat berterima kasih kepada nenek di dalam kamar tersebut.
Sang Nene langsung menepuk tangan satu kali dan meminta sebuah makanan, tidak beberapa lama sang pelayan datang dan membawa makanan untuk Laura, ternyata di rumah yang sangat besar ini banyak juga pelayan.
"Laura, jika kamu butuh bantuan bilang saja kepada pelayan maka mereka akan membantunya, saya ada kesibukan sebentar saya mau pergi dulu"sang nenek menepuk pundak Laura dan bergegas pergi dan didampingi oleh beberapa pengawal.
Laura sekali lagi berterima kasih dan melambaikan tangan kepada sang nenek, Laura mulai memakan makanan yang ada di meja yang dibawa oleh pelayan.Dia juga kini sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sangat indah.
Di sisi lain, Sani adalah bos besar dari perusahaan ternama dan juga perusahaan yang banyak, sang nenek tahu kalau laura memiliki hati yang sangat baik, jadi Dia memutuskan untuk membantu Laura merubah masa depannya.
Laura yang merasa bosan di dalam kamarnya berjalan-jalan di rumah sang nenek tersebut, dia tidak meminta pelayan untuk mengawalnya dia hanya berjalan-jalan sesuai yang dia mau, benar saja Dia sangat kewalahan karena rumah tersebut sangat besar.
Laura juga melihat foto David yang terpanjang di beberapa dinding yang dia lihat dari tadi.
Dalam beberapa jam Laura kini sudah berada di depan halaman yang sangat luas, sang nenek ternyata baru saja pergi keluar dan dia mulai datang, sana Ini langsung menghampiri Laura yang berdiri tegak di depan halaman yang di mana Di samping terdapat beberapa bunga mekar.
"Eh Laura, Apa yang kamu lakukan di sini?"tanya sang nenek dengan tersenyum lebar.
"Anu,maaf nek, tadi saya merasa bosan jadi saya jalan-jalan, tidak apa-apa kan?"
"Oh tidak apa-apa anggap saja Ini rumahmu sendiri"
Laura merasa tidak enak jika tinggal dirumah ini dan tidak melakukan apapun, jadi dia berinisiatif pergi ke dapur untuk membantu pelayan lainnya yang sedang masak.
__ADS_1
Sang pelayan ternyata kehabisan barang dan dia hendak pergi ke supermarket untuk membeli beberapa barang, Laura yang merasa bosan di rumah tersebut dia ingin ikut bersamanya, jadi Laura meminta izin kepada Sani untuk ikut pergi ke supermarket.
"Baik, kamu boleh pergi Tapi kamu hati-hati di jalan ya"Syahrini memperbolehkan Laura seperti cucunya sendiri.
Laura yang biasa pergi naik taksi ternyata kini dia naik mobil pribadi milik sang nenek, dan juga ada sopir yang membantunya mengemudi.
"Whoahhh...... ini terlalu mewah sekali bagiku"ucap kalau ada di dalam hati terlalu senang.
Sang pelayan juga berbincang dengan Laura sangat akrab, hingga tak sadar mereka kini berada di depan supermarket dengan waktu yang cepat.
"Nyonya, sudah sampai ayo kita keluar"ucap sang pelayan dengan sangat sopan kepada Laura.
"Tidak, Jangan panggil aku nyonya panggil saja saya Laura"Laura menolak panggilan tersebut karena tidak cocok baginya.
Laura dan sang pelayan tersebut pergi ke supermarket untuk membeli beberapa barang, Dia terlihat sangat bahagia sekali di saat itu, namun ada seseorang yang membuat mood nya sangat hancur.
"Lohh, wanita jelek itu? eh ngapain di sini mau maling ya?"kata Dava yang terus mengejek Laura.
"Hahahaha, tolong ya penjaga Jangan biarkan wanita ini maling di sini!"Kata Fanny dengan ada yang cukup tinggi dan membuat para penjaga melihat ke arahnya.
Sang pelayan tidak terima dengan hinaan dari Dava dan Fanny, namun dia dihentikan oleh Laura.
"Maaf, kami di sini hanya boleh saja tidak ingin mencari keributan"langsung mengambil barang yang ada di rak tersebut dan pergi bersama pelayan tersebut ke tempat lain.
Fanny tertawa melihat Laura yang sangat menyedihkan, dia berpikir Laura akan menjadi anak yang gembel.
Namun, Laura melihat kejadian itu sangat sakit hati, dia tidak bisa menahan perasaannya kepada Dava, walau hanya beberapa hari saja dia menikahi Dava.
__ADS_1
Di sisi lain, ada orang yang mengenali Dava, mereka mengetahui kalau Dava menikahi Laura wanita yang jelek tersebut.
Namun, bisikan dari orang-orang di sekitarnya membuat Telinga Dava panas,jadi Dava mengatakan kepada mereka kalau gadis jelek tersebut tidak menyukai dirinya dan memilih pergi bersama pria lain, Dava mulai membuat suasana menjadi hening seolah-olah dia yang tersakiti oleh sikap Laura.
Dava mencoba menangis dan bersikap sangat sedih di depan orang-orang, ini adalah drama yang menipu mereka.
Laura melihat drama tersebut di sisi lain, dia ingin membongkar segalanya namun ini bukanlah waktu yang sangat tepat.
"Oke sabar, jika aku membongkarnya di sini mereka tidak akan percaya kepadaku, aku hanyalah gadis yang miskin dan juga jelek"Laura yang mencoba mengontrol dirinya agar tidak terpengaruh dengan omongan mantan suaminya.
Lalu dengan hati yang sakit dia pergi bersama pelayan itu ke rumah sang nenek, Laura selalu memberikan wajah yang sangat ceria di depan sang nenek, pelayan tersebut tahu kalau laura merasa sakit hati tetapi dia hanya bisa menyemangatinya dari belakang.
"Laura, besok kamu siap-siap ya Karena nenek ingin mempertemukanmu dengan seseorang untuk merubah penampilan mu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah merubah penampilan mu, agar mereka semua terkejut dengan perubahan mu, setelah itu sisanya biarkan nenek yang melakukannya"kata sang nenek duduk santai di sebuah sofa kesukaannya di ruang.
"Baik nek"Laura hanya bisa mengangguk dan mengikuti perkataan dari sang nenek.
Kring ...kring....kring ....
Pagi telah tiba, Laura bergegas ke kamar mandi sesuai permintaan anehnya dia bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat.
Laura saya pergi mandi dan berganti pakaian, dia sama sekali tidak memakai make up dan langsung bergegas menemui sang nenek, ternyata di saat itu saat ini sedang sarapan, jadi sane meminta Laura untuk sarapan bersamanya.
Sang ini terlihat sangat baik dan menganggap Laura adalah cucunya seperti di awal tadi.
Namun, Laura belum mengetahui kalau sang kakek sudah meninggal dunia dan hanya tinggal sendirian bersama cucunya yaitu David.
Jadi sang nenek juga merasa didampingi oleh Laura dan dia tidak merasa kesepian lagi di saat itu.Sang ini hanya ingin mencari calon menantu yang baik juga untuk David.
__ADS_1