Jelek Itu Luka

Jelek Itu Luka
Part 5


__ADS_3

Part 5


"Oke, nenek sudah selesai sarapan Ayo kita berangkat "sang nenek mau ngambil tas yang sudah siap di atas meja dan berangkat ke suatu tempat bersama Laura.


Laura mengikuti perkataan sang nenek, dengan penampilan yang sederhana dan wajah yang lumayan jelek.


Tanpa banyak bertanya Laura hanya mengikuti perkataan sang nenek dan mereka kini sampai di sebuah perumahan.Dan ternyata rumah ini adalah rumah dokter, sang nenek mengenali dokter ini dan memintanya untuk mengubah penampilan Laura.


Tok tok tok...


Sang nenek mengetuk pintu dengan begitu pelan, Dan Bu dokter membukakannya dan menyambutnya dengan hangat.


"Eh nek , ayo silakan masuk"dokter langsung mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya.


Bu dokter langsung menyiapkan dua gelas teh untuk menyuguhkan mereka, bu dokter langsung bertanya kepada sang nenek Apa tujuannya datang ke rumahnya.


Sang nenek hanya tersenyum dan meminta bantuan bu dokter untuk merubah penampilan Laura, bu dokter langsung melihat ke arah Laura yang di mana Dia memiliki wajah yang buruk rupa.


"Ouh ok, mungkin ini bisa jadi bawaan dari masa kecilnya, mungkin kamu tidak terlalu mengurus wajahmu"ucap sang dokter kepada Laura sambil melihat wajahnya.


Laura yang masih malu hanya mengangguk saja dan mengatakan yang sebenarnya.


"Oke, ini tidak membutuhkan waktu yang lama kok saya bisa memperbaikinya, banyak orang yang mengalami hal seperti ini"sang dokter langsung tersenyum dan akan melakukan sebuah operasi untuk membuat kulitnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Dalam sebulan sang nenek meminta Laura fokus untuk merubah penampilannya, jadi dia juga dikirim ke tempat gym melangsingkan badan nya dan menjadi wanita yang sangat ideal.


Di sisi lain, Laura juga mendapat perawatan dari dokter agar wajahnya cantik secara permanen tanpa buatan.


Dalam waktu sebulan Laura hanya fokus untuk merubah penampilannya, Dia sangat senang sekali di tempat gym karena dia diperlakukan dengan sangat baik, mungkin ini kebaikan dari nenek yang membuatnya seperti ini.


Dia sangat teratur sekali dari makanannya hingga dari perawatan wajahnya, dalam waktu sebulan dia hanya berada di sebuah ruangan yang khusus untuk mengubah dirinya.

__ADS_1


"Hoshh ...hoshhh ...hoshhh"kecapean karena dia baru saja berolahraga.


Laura mencoba mengambil air minum dan meneguknya dengan begitu cepat, tetapi bayangan dari mantan suaminya selalu ada di pikirannya.


Laura melangkah ke depan sebuah kaca yang menembus pemandangan, dia melihat ke arah luar yang dimana dia bertekad untuk menjadi orang yang sukses dan membuktikan kepada orang lain kalau dia bisa.


Dan hal yang tidak diketahui oleh dia adalah mantan suaminya yang telah membunuh kedua orang tuanya dan hal ini belum diketahuinya..


Sedangkan Dava, dia terus menjalankan karirnya menjadi pemimpin perusahaan yang diwariskan oleh ayahnya, tetapi pacarnya selalu saja memintanya untuk berbelanja dan berjalan-jalan.


"Yankk, Ayo dong kita jalan hari ini saja aku bosan nih"dengan rayuan dan godaan dari pacarnya Fanny akhirnya Dava hanya mengikutinya saja.


"Oke sayang,ayo kita pergi"sambil membereskan barang-barang yang ada di atas meja dan bergegas untuk pergi.


Lalu sang sekretaris datang dan menghentikan Dava.


"Maaf tuan, nanti siang akan ada meeting, dan ayah Tuan meminta untuk datang di meeting tersebut"ucapan sekretaris wanita dengan sangat sopan.


Fanny langsung mendorong sang sekretaris itu dengan sangat keras.


Sang sekretaris hanyalah sekretaris dan tidak bisa pemimpin atau ketuanya untuk melakukan apapun, jadi dia hanya menunduk dan menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Dava.


"Oke, nanti kabarin saja saya akan siap datang di meeting tersebut dengan tepat waktu"Dava mengatakan hal itu kepada sang sekretaris kemudian menarik lengan Fanny untuk bergegas keluar.


Di perusahaan ini pacarnya Dava yaitu Fanny, menjadi orang yang sangat jahat dan juga egois, Padahal dia hanyalah pacar tetapi berani menyuruh-nyuruh karyawan yang ada di perusahaan tersebut.


"Ihhh, Padahal mereka baru cerai ya tapi kau malah pacaran sama si Fanny"bisik salah satu karyawan kepada karyawan lainnya.


"Ih iya, bukannya kemarin istrinya tuh jelek sekali ya"masih ada yang penasaran dengan istrinya tersebut.


"Heh, emangnya kamu tidak tahu ya kabar terbarunya kalau istrinya yang jelek itu meninggalkan dia karena tidak menyukai dia"sang wanita yang masih fokus bekerja langsung menghentikan pekerjaannya karena ingin membahas hal tersebut.

__ADS_1


Jadi dari pembicaraan tersebut bahwa yang disalahkan adalah istrinya yaitu Laura.


Laura masih fokus untuk merubah dirinya dan penampilannya, jadi dia mencoba untuk tidak memikirkan apapun.


Di sebuah mall, Fanny selalu meminta barang terbaru dan juga mahal, dan hal tersebut selalu dipatuhi oleh Dava.


"Ahhhh ... Aku mau beli yang ini, tas ini keren banget tau Yang"sambil melihat tas yang terbaru di depan kaca.


"Yaudah, Kamu pilih apa aja yang kamu mau nanti aku bayarin dan ngomong ngomong sebentar lagi aku tinggal kamu Ya karena aku ada meeting sama klien, aku mohon kamu ngerti ya"kata Dava kepada Fanny sambil membelai rambutnya dengan lembut.


"Ihhh.... jadi kamu lebih mementingkan pekerjaan dibanding aku ya"


"Sayang, kamu yang penting tapi pekerjaan juga penting karena dengan pekerjaan apapun yang kamu inginkan selalu aku kabulkan"Dava menjelaskan kepada pacarnya agar tidak marah-marah.


"Oke sayank"


Setengah bulan sudah berlalu kini Laura didatangin sang nenek dan dia memberikan beberapa berkas untuk dipelajari.


Di sebuah ruangan yang di mana ada tempat duduk dan juga pelatihan, sang nenek datang dan membawa beberapa berkas.


"Laura , kamu sini dulu ini ada beberapa berkas yang harus kamu pelajari" sang nenek menyodorkan berkas-berkas tersebut kepada Laura, yang di mana berkas-berkas tersebut adalah tentang perusahaan dan juga perjalanan perusahaan, sehingga ketika dia masuk ke dalam perusahaan maka Laura akan tahu segalanya.


Laura pun mengikuti perkataan sang nenek dan membaca berkas-berkas tersebut, dia mempelajari secara detail apa yang harus dilakukannya nanti.


Dan tanpa disadari wajahnya kini sudah mulai membaik, sama sekali tidak ada bekas jerawat dan wajahnya yang dulunya buruk rupa menjadi sangat mulus sekali.


"Oke, sekarang penampilanmu jauh lebih baik dari sebelumnya"kata sandi dokter kepada Laura dan memberikan sebuah cermin.


Laura mengambil cermin tersebut dengan begitu gemetar karena selama sebulan dia tidak boleh melihat ke cermin, Laura mulai bercermin, dia terkejut dan hampir menangis ketika melihat wajah yang sekarang.


"Waa...wajahku"kata Laura sambil mengelus pipinya.

__ADS_1


Dan tubuhnya pun kini sudah mulai langsung dan menjadi wanita yang sangat ideal, kini dia menjadi wanita yang sangat sempurna.


"Bagusss, kini kamu sudah berhasil, selanjutnya kamu harus bisa"sang nenek meyakinkan kepada Laura.


__ADS_2