
Satu bulan sudah berlalu Laura sudah mengubah penampilannya dari yang buruk rupa menjadi orang yang tercantik.
Pagi hari, di sebuah perumahan yang sangat besar milik seorang nenek.
Laura duduk dengan anggun disebuah kursi meja yang sudah tersedia, dia dengan begitu santai mengambil minuman yang ada di atas meja, hari ini pukul 9 pagi dia akan pergi ke sebuah perusahaan.
Sang nenek terlihat sangat senang melihat perubahan yang dialami oleh Laura, dengan senyuman yang lebar dia menghampiri Laura.
"Laura, setelah mengubah penampilan mu kamu juga harus bisa menaiki mobil sendiri"kata Sang nenek memberikan sebuah kunci mobil.
"Eh nek,aduh.... Aku sama sekali tidak bisa menaiki mobil nek"Laura menolak pemberian sang nenek.
"Eh engak gpp, ini kamu ambil aja nanti kamu akan dilatih oleh seseorang untuk bisa naik mobil"sang nenek tetap memaksa Laura agar bisa naik mobil dan memberikan kunci mobil tersebut di atas tapak lengan Laura.
"Ouh ya, hari ini kamu datang ke perusahaan nenek ya, biar nenek memperkenalkan kamu ke karyawan lainnya dan hari ini juga kamu akan berhadapan dengan mantan suami kamu, buat dia malu dan buat dia terkejut dengan perubahan yang kamu alami"
"Baik nek"
Perusahaan Ayah Dava adalah dalam membuat sebuah proyek baru dan perusahaan ibu Dava desainer terkenal, jadi dia tidak ingin namanya rusak sehingga membuat penjualannya menjadi turun.
"Oke,im ready!!"terlihat atap and Laura yang begitu tajam untuk bersiap untuk membuat sebuah pembalasan.
Tap tap tap ....
Dengan sepatu high sedih terlihat sangat cantik sekali, tubuh yang begitu langsing membuat dirinya sangat molek, rambut yang lurus dan bergelombang sangat indah dipandang, dan wajahnya yang mulus dipenuhi dengan make up membuatnya sangat cantik, sungguh wanita yang sangat sempurna.
Laura dengan penampilan barunya mencoba melupakan masa lalu, dia langsung pergi keluar dengan begitu anggun, sang sopir pribadi langsung membukakan sebuah pintu mobil untuk dirinya.
Laura ini seperti nyonya yang sangat kaya raya, dia tidak lagi menjadi orang yang sangat miskin, sang nenek mencoba meyakinkan Laura agar berperilaku menjadi orang kaya raya.
Tidak lama dalam sebuah perjalanan mereka sampai di perusahaan ternama , perusahaan ini adalah milik sang nenek yang telah ditinggalkan oleh suaminya yaitu sang kakek.
Di sebuah perusahaan ini, mereka sama sekali tidak memiliki pemimpin dan hanya sekretaris yang mengatur karyawan lainnya, sang nenek yang mengatur mereka hanya sebentar saja karena dia sudah tua.
Karyawan yang kedatangan Laura dan sang nenek melihat keluar jendela, mereka bersiap-siap untuk berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan sang nenek.
"Ayo sayang"sang nenek mengajak Laura seperti cucunya sendiri.
__ADS_1
Dengan Jalan yang tegap, sang nenek memasuki sebuah perusahaan tersebut, putih oleh Laura dibelakangnya dengan kacamata yang terselip di atas rambut.
"Pagi!!!!!! misss!!!!"ucap semua karyawan dengan serentak kepada sang nenek.
"Oke pagi, hari ini saya ada informasi terbaru silakan kalian datang ke ruang meeting"
"Baik"jawabnya lagi dengan serentak.
Tubuh Laura rasanya gemetar sekali, ini adalah pertama kalinya memperlihatkan wajah cantik barunya kepada orang lain.
"Eh nek,ini cucuk nenek?"tanya seorang pria salah satu karyawan kepada sang nenek.
"Iyah dia cucu saya"jawab sang nenek tersenyum kepada karyawan tersebut.
"Wahhh....nenek hebat, cucunya cantik sekali boleh saya ambil tidak?"karyawan dari pria tersebut bercanda dengan Laura.
"Heh, Kamu jangan nakal ya sama cucu saya nanti kamu saya hukum gantung"sang nenek membalas Candaan dari Karyawannya.
Karyawan lainnya hanya tertawa dengan kecil, dan juga terdengar bisikan dari mereka kalau Laura sangat cantik sekali.
"Ih..cantik banget"
"Pengen banget kayak dia"bisik-bisik dari karyawan yang terdengar pada telinga Laura.
Laura juga diajak salah satu karyawan untuk menjelaskan perusahaan tersebut, dengan begini Laura bisa memahami dengan cepat, dia juga baru saja lulus kuliah dan bisa memahami soal-soal seperti ini.
"Oke paham nyonya?"ucap seorang karyawan kepada Laura.
"Eh jangan nyonya,Laura saja"kata Laura merasa tidak enak dengan panggilan tersebut.
Kemudian mereka mengadakan sebuah meeting dan sang nenek memberitahu dalam meeting tersebut Kalau perusahaan ini akan dipimpin oleh Laura, dan semua perusahaan yang dimiliki diatasnamakan oleh Laura.
PROKK....PROKK...PROK.....
Semua orang bertepuk tangan karena hari ini juga mereka akan mendapatkan pemimpin, dan mereka berdoa Laura adalah pemimpin yang sangat baik.
Laura yang terkejut bahwa perusahaan diatasnamakan olehnya langsung berbisik kepada sang nenek.
__ADS_1
"Nek, emganya ini serius?"
"Loh iya"
Laura menelan ludah dan mendatangani Semua perusahaan atas namanya.
"Oh iya, nanti jam 9 kamu akan ada perjanjian dengan seseorang, ditemani oleh sekretaris yaitu Dara"Kata sang nenek menunjuk dara yang duduk disamping dengan tegap.
"Baik nek"
Sang nenek setelah memberitahu dan mengumpulkan semuanya dia langsung pergi meninggalkan Laura sendirian, Laura setelah ditinggalkan sang nenek menjadi bingung entah apa yang harus dilakukan.
"Okeee fokussss,anggap saja aku sedang bekerja"mencoba memfokuskan dirinya dengan keadaan.
Laura mencoba seperti pemimpin,Laura mendekati sang sekretaris dara untuk pergi ke perusahaan membuat sebuah perjanjian.
"Oh iya, nanti kamu temenin saya Pergi ya"
"Baik Mis Laura"Kata sang sekretaris.
Di sisi lain,Dava sangat terlihat sibuk sekali karena akan kedatangan klien untuk membuat perjanjian dan dia masih harus mempersiapkan presentasi dan tugas-tugasnya.Karena klien yang harus dia temui adalah klien terpenting dan terkaya di kota tersebut.
"Ayo ayo, Jangan lupa bersihkan tempat meja kalian jangan sampai ada yang kotor, Saya tidak mau kalau kalian terlihat sangat jelek di mata mereka, karena hari ini saya akan ada klien terpenting"terdengar suara yang sangat lantang dari Dava.
1 Jam Kemudian,Dava sudah membuat kantor tersebut terlihat sangat rapi dan kini dia hanya menunggu kedatangan klien.
Karyawan Yang penasaran dengan ucapan Dava dengan klien penting maka mereka sangat penasaran dan menunggunya juga.
Sretttt......
3 Mobil Hitam langsung datang secara bersamaan, mereka berhenti di depan kantor milik Dava,dan Dava yang mengetahui kedatangan mereka langsung bergegas ke depan menyambut klien tersebut.
Dava dan berdiri tegap untuk kedatangan mereka, satu kaki cantik keluar dari mobil,Dava yang tau Kalau klien tersebut adalah wanita cantik langsung terpesona dan berniat jahat, dia ingin mendekati wanita tersebut dan merenggut kekayaannya.
Satu langkah hingga beberapa langkah Laura kini sudah berjalan menghadapi mantan suaminya yaitu Dava,dia juga deg degan tetapi mencoba sabar.
"Pagi Miss"kata Dava memberi hormat dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Pagi"Jawab Laura yang membuat suaranya tidak asing bagi Dava.
Dava langsung menegakkan kepalanya dan menghadap Laura, Dia sangat terkejut ketika melihat laura yang ada di depannya, apalagi semua penampilannya sangat berbeda dari dahulu.