
Part 3
Laura merasa menyesal karena telah menerima pernikahan dari Dava,tetapi dia berpikir mungkin ini adalah hal yang biasa yang dialami oleh menantu yang lainnya.
Hari demi hari, perlakuan buruk selalu ada di hadapan Laura, Tetapi suatu hari dia berniat pergi ke kantor milik Dava dan membawakan sebuah bekal makanan untuknya agar terlihat romantis.
"Emh..... mungkin dengan cara ini dia bisa menyukaiku, Aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan hubunganku"terlihat pancaran senyuman yang ada di wajah Laura.
Laura langsung pergi ke kantor milik suaminya, karena dia tidak bisa menyetir mobil dia langsung meminta sopir taksi untuk mengantarnya.
Sesampainya....
"Wah, ternyata suamiku keren juga ya kerja di sini"dia melihat bangunan kantor yang begitu besar dan megah di hadapannya.
Laura istri biasa tanpa memakai sebuah make up dan penampilan yang sederhana langsung pergi ke kantor tersebut, namun hal yang mengejutkan adalah dia tidak diperbolehkan masuk oleh Pak satpam.
"Bu, Maaf barusan kami tidak menerima sumbangan seperti anda"ucapan pak satpam menghentikan pergerakan dari Laura.
"Loh, Bukan pengemis pak saya ingin bertemu dengan suami saya"
"Baik, siapa nama suami ibu biar saya mencarikan nya"
"Dava, suami saya Dava "
"Loh?Dava pemimpin dari perusahaan ini?"merasa tidak percaya dengan omongan Laura.
"Iya pak"
"Maaf, sepertinya kamu salah alamat silakan pergi dari sini"Laura langsung diusir oleh Pak satpam itu dengan paksa, Untung saja ketika ia hampir pergi suaminya Dava langsung datang dan mengejarnya.
Laura yang melihat suaminya yang datang untuknya merasa sangat bahagiabukannya diajak ke dalam suaminya marah sama laura ketika melihatnya datang ke perusahaan.Sang suami langsung menyeretnya pergi di pinggir dekat sebuah parkiran mobil agar tidak diketahui oleh orang lain.
"Hehh!!!! lu ngapain sih datang ke sini malu-maluin aku aja!"bantak sang suami pada Laura padahal ingin memberi sebuah bekal.
__ADS_1
"Maa maaf"
"Halah, udahlah mending kamu pulang saja jangan malu-maluin deh"sekali lagi sang suaminya yang mengusirnya dengan begitu kasar.
Lalu Fanny yang terlihat sangat cantik dan juga jelita datang menghampiri Dava, dia langsung memeluknya dari belakang dan berkata.
"Sayank, ini bukannya pembantu kamu ya? kapan kamu mutusin dia? eh ceraikan dia?"
Laura melihat kemesraan yang terjadi kepada Dava dan Fanny,sontak Dava langsung menjelaskan kepada Laura kalau dia menikahinya karena ibunya, dan dia hanya mencintai Fanny saja.
"Oh iya, asal kamu tahu kamu itu jelek sekali, kamu berbeda sekali dengan pacarku Mana mungkin aku mau sama kamu"sekali lagi sang suaminya mengejek Laura dan membuatnya sangat sakit hati.
Laura langsung bergegas pergi ke rumahnya dan menahan rasa sakit yang ada di hatinya, Dia sangat kecewa atas perilaku sang suaminya Yang selalu merendahkan dan mengejeknya karena penampilannya.
Laura menghapus air matanya agar tidak terlihat sedih di depan sang ibu mertua, bekal yang dia buat dibuang oleh Dava di tong sampah.
Laura kembali ke rumahnya dan menyandar di pinggir Jendela, karena menangis meratapi kesedihan nya Iya sampai ketiduran.
Hingga tak sadar dia sudah tidur sampai jam 8 malam, Dia sangat kaget dan bergegas keluar.
"Buuu, ini apa-apaan?"Laura merasa tidak terima dan mengadukannya kepada sang ibu mertua.
"Laura, kamu emangnya nggak bisa ngaca? tubuh kamu itu sudah jelek dan kamu juga hidup dari keluarga yang sangat miskin, mana mungkin kami mau menerimamu semudah itu"sang ibu mertua mengatakan hal itu dan membuatnya semakin sakit hati.
DOARRRR!!!!!!
Terdengar kilatan petir yang membuat suasana semakin Haning, Dava yang sama sekali tidak menyukai Laura langsung mengambil sebuah koper dan mengemasi barang-barang Laura di saat itu juga.
"Dav...Dava..... Apa yang kamu lakukan dengan barang-barangku?"Laura mencoba menghentikan tindakan dari suaminya.
"Heh jelek!!!! pokoknya aku mau pisah sama kamu, sekarang kamu pergi dari kehidupanku dan pergi dari rumah ini Karena Aku jijik melihatmu!!"sang suami Dava Langsung melempar koper itu di hadapan Laura yang berada di ruang tamu, karena semuanya sudah terbongkar maka sang suami Tidak segan langsung mengusirnya di saat itu juga.
"Davv....Dava...... kamu boleh mengusirku tapi beri aku waktu hari ini saja, Aku janji aku bakal menjadi orang yang terbaik"
__ADS_1
Namun tetap saja sang suami ingin mengusirnya sekarang juga pada hari itu hujan mulai turun dengan begitu deras.
"Dava..... aku mohon tolong jangan usir aku, Sekarang masih hujan di luar"Laura memohon kepada mas Dava.
Tetapi,Fany, ibu mertua bahkan suaminya terlihat sangat kejam ketika dia diseret keluar dengan begitu paksa.
"Sana!!!!"sang suami menyusu istrinya Laura keluar dan menguncinya dari dalam agar tidak masuk, ketika mereka sudah mengusir Laura seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan mengobrol dengan begitu santai di dalam ruangan.
Buk!! Bukk!!! Buk!!!
Laura terus bakteri yang dari luar dia merasa kedinginan karena hujan, karena menu tidak terbuka Dia terpaksa berjalan dengan sebuah koper yang berisi bajunya, dia tidak tahu harus pergi ke mana apalagi ini malamnya hujan.
Karena tidak tahu arah Dia hanya bisa berjalan dengan begitu lelah, tanpa disadari dia mulai kelelahan dan pingsan di jalan raya.
SRETTT!!!
Sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti dan menolong Laura yang sedang pingsan, dia langsung membawanya ke dalam mobil.
Sepasang mata mulai berkedip, Laura mulai melihat keadaan dan dia berada di sebuah ranjang yang begitu empuk.Laura merasa kalau dirinya sudah meninggal dunia karena berada di ruangan yang begitu mewah.
"Akhhhh, Aku ada di mana?"tanyanya dengan begitu penasaran.
Kemudian terdengar suara sang nenek dari samping, dia melihat seorang nenek yang sedang merajut pakaian.
"Lohh,neee...nenek...nenek siapa?"Laura merasa kaget karena melihat Sang nenek yang ada di sampingnya.
Namun sang nenek hanya tersenyum dan menjelaskan kalau dia hanya menang Laura disaat kemarin pingsan, Laura terdiam sejenak dan mengingat kejadian kemarin, tiba-tiba dia merasa sedih berada di pelukan sang nenek, dia menjelaskan apa yang telah terjadi kepada Laura disaat kemarin.
"Dihh!!! dasar ternyata mereka seperti itu!!"sang nenek merasa jengkel dengan kelakuan dari keluarga Dava.
Sang nenek langsung memeluk Laura dan menenangkannya, Laura yang baru saja diceraikan oleh suaminya sangat sakit hati, dia terus saja menangis dari pelukan sang nenek.
Namun, hal yang tidak diketahui oleh Laura adalah saat ini adalah orang yang sangat kaya raya dari kota tersebut, Dia memiliki perusahaan tanaman yang terbesar dari berbagai kota.
__ADS_1
"Nak, kamu yang sabar ya buat mereka sadar, jangan sampai menyiakan orang yang sepertimu"sang nenek berniat untuk membuat sebuah rencana pembalasan kepada keluarga tersebut.
Nenek sadar perlakuan mereka kepada Laura adalah karena penampilannya juga kehidupan yang miskin, sesuai yang diceritakan oleh Laura.