
"Laura, sifat dia memang seperti itu jadi jangan kamu hiraukan"sang nenek mencoba untuk membuat Laura tidak panik.
"Iii....iya nek"
David langsung naik ke sebuah mobil milik sang nenek,Dan sang nenek duduk di depan agar Laura bersama David berduaan di belakang.Tetapi ini membuat David tidak suka dan dia segera keluar mobil,David menghentikan sebuah taxi yang lewat.
"Eh nek,David keluar"Laura sontak memberi tahu kepada sang nenek.
Namun David langsung menaiki sebuah taksi dan bergegas pulang ke rumah.
"Laura biarkan saja ayo kita pulang, lagian dia udah besar nggak apa-apa sendirian"ucap sang nenek.
Kemudian pak sopir langsung menyetir sebuah mobil dan bergegas ke rumah sang nenek.Di dalam sebuah perjalanan Laura merasa tidak enak ketika bertemu David, apalagi dia adalah cucu yang sesungguhnya dan dia hanyalah gadis jelek yang dibantu oleh sang nenek.
Sesampainya....
"Laura, kamu masuk duluan ya nenek ada keperluan sebentar"kata sang nenek sambil mengambil sebuah handphone yang ada di tas mahalnya.
Laura dengan kegugupan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam, Dia terlihat sangat gugup dan gelisah karena David datang ke rumah sang nenek.
Kemudian,Laura yang baru saja datang ke rumahnya sang nenek melihat David yang duduk santai di sebuah sofa sambil menonton TV.
"Aduh ..... aku harus gimana ya, kalau aku siapa dia pasti dia nggak bakal jawab, Tapi kalau aku diamin pasti dikira aku sombong dan gak tau diri"pikir Laura di dalam hatinya yang masih bingung.
Untung saja David ketika melihat Laura langsung berdiri, David dengan wajah yang sangat dingin meninggalkan Laura dan bergegas ke atas yang di mana Dia menuju ke kamar lamanya.
Bakk....bak...bakkk....
Ckelekk.......
"Apa-apaan ini?"David sangat terkejut ketika membuka sebuah pintu kamarnya, dia melihat kamarnya kini sudah berubah total dan dihuni oleh Laura.
Dinding dulu yang sangat polos dan dipenuhi foto dia kini Sudah terganti dengan hiasan dan juga boneka yang ada di mana-mana, bahkan cat dinding saja Sudah terganti dengan warna biru, padahal dulu warna cat dinding ini adalah warna putih.
David dengan penuh amarah langsung bergegas ke bawah dan menghampiri Laura, dia tidak mengatakan sepatah kata apapun dan langsung menariknya dengan tegas.
"Awhhhh.... pelan-pelan tanganku sakit tahu"Laura mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman David yang begitu kuat.
__ADS_1
David langsung menunjukkan kamarnya kepada Laura.
"Apa?"dengan polos seolah-olah tidak tahu.
"Heh!!! asal kamu tau ya Ini adalah kamar aku! kenapa kamu ubah kamar aku, siapa sih kamu ini?"tanya David.
Padahal David berani berbicara kepada Laura tetapi pembicaranya membuat Laura tidak enak.
"AA....aaa....anuu....aku"Laura tergugup tidak bisa menjawab semua ini, dia tidak tahu kalau ini adalah kamarnya David.
Di saat yang sangat genting tiba-tiba nenek datang dan menghentikan mereka, ini seperti dia diselamatkan dalam sebuah hal mematikan.
"David ....cieee..... kamu pegang tangannya Laura, kamu jangan seperti itu kenalan dulu tahu"pikiran sang nenek berbeda dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.
"Ehh nek"Laura hanya termenung dan terdiam tidak bisa menjelaskan semua ini.
"Duhhh nekkk, apaan sih aku nggak ada pegang dia aku cuman kaget aja kenapa kamarku tiba-tiba jadi seperti ini?"David mencoba untuk tidak terjadi salah paham pada penglihatan sang nenek.
"Lohhhh, maksud kamu apa David, dari tadi nenek lihat kamu terus memegang dengan Laura"sambil cengengesan menutup bibirnya yang tersenyum.
David baru sadar kalau dia masih memegang lengan Laura.
"Lohhh, kamu kan lagi kuliah di luar negeri jadinya kamar ini aku pinjamin sama dia"jawab sang nenek dengan santai.
"Nek, Aku kan sudah bilang kamar ku jangan diobrak-abrik tahu"
"Eittssss..... lagian nanti kan bisa sekamar juga"meninggalkan mereka tanpa mengatakan apapun lagi.
"eh nek, maksudnya nenek apaan sih kok kayak gini "
Laura yang ketakutan ketika melihat wajah David yang sangat dingin bergegas meninggalkan David agar tidak terjadi amukan.
"Heyyy!!!! kamu harus bertanggung jawab dengan kamarku!!"barteriak tidak ingin melepaskan Laura.
"Maaf"jawablah Laura menuruni tangga karena takut.
David yang sangat kesal masuk ke dalam kamar dan ingin mengeluarkan barang-barang milik dia, cara membuka lemari dan dia sangat terkejut ketika melihat pakaian dalam milik Laura.
__ADS_1
Al hasil, hanya gemetaran dan menutup lemari tersebut, dia bergegas menuju pintu keluar dari kamarnya.
David juga tidak boleh seenaknya mengeluarkan barang-barang milik Laura jadi dia mencari kamar lain untuk tempat tidurnya.
Laura yang dari tadi mengintip dari bawah tangga melihat keadaan sudah aman, ini seperti terjadi perang saja yang membuat dia takut, Laura dengan mengendap-ngendap dan langkah yang begitu pelan memasuki kamarnya.
Tapp...tappp....tapppp
Huftt....
Kini Laura sudah sampai di kamarnya dan ia segera mengunci pintu, Laura segera menghela nafas dengan lega.
Hushhhhhhh
Mereka saling diam diri di kamar dan tidak ingin mengobrol,sang nenek mengingatkan mereka untuk berkenalan.Jadi sang nenek membuat sebuah rencana untuk Laura dan David agar menjadi saling dekat.
"David,Laura, tolong segera datang ke ruang tamu karena ada keperluan"pesan dari sang nenek kepada WhatsApp mereka masing-masing.
Laura dan dapat menjadi bingung keperluan apa yang diinginkan sang nenek, Jadi mereka tidak berpikir panjang dan langsung turun ke bawah menemui sang nenek.
Laura terlebih dahulu datang di depan sang nenek dan duduk di sebuah kursi putih yang tertata sangat rapi.
"Nek ada apa?"
Lalu menyusul David dan bertemu sang nenek.
"Nek ada apaan sih?"
Laura yang melihat David hanya bisa menunduk saja dan tidak berani memandangnya.Dan sang nenek meminta mereka berdua untuk pergi ke sebuah Perusahaan,yang di mana ini adalah perusahaan yang jarang sekali di datangi oleh sang nenek, jadi sang nenek meminta Laura bersama David untuk membuat perusahaan itu maju dan menjalaninya juga.
"Loh.... kenapa harus aku sama dia nek? harusnya dia aja aku nggak mau"David menolak mentah-mentah permintaan sang nenek.
Sedangkan Laura, dia hanya mengikuti perkataan sang nenek dan mengangguk saja.
"Nak, pokoknya kamu harus buat perusahaan itu maju, Karena nenek sudah tua dan yang harus mengurus perusahaan dari nenek adalah kalian"
"Loh kok kalian? emangnya gadis ini siapanya nenek?"
__ADS_1
Namun sang nenek hanya terdiam dan tersenyum tidak mengatakan apapun, dia berpura-pura ingin tidur dan meminta mereka untuk segera melaksanakannya jika tidak maka mereka akan tahu akibatnya.