Jelek Itu Luka

Jelek Itu Luka
Part 7


__ADS_3

Part 7


Dava Laura yang ada di depannya hanya terdiam saja.


"Maaf apa ini Tuan Dava?"Laura mencoba untuk tidak gugup dan menghadapi mantan suaminya dengan baik.


"Oh iya,maaf,maaf .... sebenarnya Anda seperti seseorang yang saya kenal"balas Dava.


"Oh iya, nama saya Laura"


"Hah Laura?"karena dia berpikir kalau itu bukan Laura dan hanya wajahnya saja yang mirip.


"Iyah saya Laura"


"Hehh.... Laura,kamu .....????"


"Iyah, saya adalah mantan istri anda dan saya datang ke sini karena mengenai tentang perjanjian perusahaan kita, kita akan mendatangani kontrak dan bekerjasama"ucap Laura sangat bijaksana kepada Dava.


Jrengg!!!!!


Dava rasanya seperti kehilangan muka, Dia sangat tidak percaya kalau di Laura mantan istrinya.


"Oh iya, masa lalu biarlah masa lalu saya datang ke sini karena perjanjian kita"Laura menegaskan diri untuk tidak membahas masa lalunya.


"Baa....baik"


Di saat itu,Laura datang ke kantor Dava siapa sebuah ruangan khusus meeting mereka, Miss Laura juga dikawal oleh beberapa pengawal pribadi.


Kini hanya ada laura dan Dava di sebuah ruangan mengenai perjanjian kontrak tersebut, dan hanya ada 1 pengawal yang mengawali Laura yaitu sekertaris nya .


"Oke, Saya sudah melihat semua perjanjiannya dan juga persyaratanya saya menerima kerjasama ini, tolong lakukan dengan baik"kata Laura.


"Baik,tapi .... saya bertanya sesuatu kepada anda?"


"Ya silahkan"


"Bukankah Anda adalah gadis yang jelek dan juga miskin? kenapa Anda sekarang menjadi pemimpin perusahaan ternama itu?"Kata Dava yang membuat suasana tidak enak.


"Hah? Sudah kubilang jangan bahas masa lalu, aku memang gadis yang sangat jelek dan miskin tetapi aku juga memiliki seorang nenek yang di mana dia adalah pemilik dari perusahaan ku, dan aku sangat beruntung karena sudah berpisah denganmu"Laura langsung berdiri mengajak sekretarisnya untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Fannya seperti biasa akan datang ke kantor Dava untuk meminta uang dan belanja.


"Sayanggggggg"Teriak Fannya tak sopan.


Fanny membuka sebuah pintu dan terkejut ketika dia berhadapan dengan Laura yang sekarang.

__ADS_1


Cklekk .....


"Ehhh....loe!!!???? ngapain lo ada di ruangan pacar gua?"masih bertanya dengan nada tinggi.


"Nona, tolong turunkan nada anda, Anda sangat tidak sopan kepada nyonya besar"ucap sang sekretaris kepada Fanny.


"Sudah Dara tidak apa"Laura mencoba meninggalkan Fannya.


Di saat Laura beranjak pergi dari tempat tersebut,Fanny dengan sengaja menarik rambut bagian belakang Laura.


"Awhhhh!!!!" Jeritan dari Laura yang membuat para karyawan lain melihat ke arahnya.


"Heh!!!! jangan mentang-mentang lu udah cantik sekarang lu mau ambil Mas Dava!!"Kata Fanny.


"Heh lepasin!!!"Dara mendorong Fanny.


Laura langsung membalikkan badannya dan menatap ke arah Fanny dengan tatapan yang sangat tajam.


"Cuih, aku sudah tidak sedih lagi dengan dia maka kamu ambil saja!"


"Sombong sekali kamu!!!!"


Di saat terjadi keributan antar dua wanita lalu datanglah Dava.


"Stooppp....stoppp..." Dava langsung menghentikan perkelahian mereka dan menarik pacarnya Fanny.


"Yankkk, ngapain gadis si buruk rupa ini datang ke kantor kamu?"Fannya mengadu kepada pacarnya.


"Hah buruk rupa? tolong buka mata Anda baik-baik ya"Kata Laura menahan rasa sakitnya ketika melihat mas Dava memegang lengan Fanny.


"Sayang, kamu jangan salahin dia dia adalah nyonya besar dan dia mau bekerjasama dengan perusahaan kita"Dava mencoba menenangkan pacarnya agar tidak membuat masalah.


"Apa? kamu mau bekerjasama dengan mantan istrimu ini? gakk!!! aku minta kamu jangan bekerjasama dengan dia, ayahku kan perusahaan juga kenapa kamu tidak bekerja sama dengan ayahku!!!" kata Fannya masih tidak terima dan berkata dengan nada yang sangat tinggi.


"Maaf, Saya tidak ingin mencari masalah saya pamit dulu"Laura pergi dari mereka dengan mata yang berkaca-kaca, dia menahan tangisannya agar tidak dipermalukan.


Jadi dengan sangat cepat Laura kini sampai disebuah mobil, dia mengambil sebuah tisu dan mengelap air matanya, dia mencoba untuk tegar.


"Mis Laura,tolong sabar ya"kata Dara .


"Iya tidak apa"


Di kantor milik Dava, mereka masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


"Yankkk,Yankk...... kenapa dia bisa menjadi nyonya besar?"berkata sambil melangkah dengan begitu cepat ke ruangan Dava.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, setahuku Dia adalah orang miskin dan tidak memiliki apapun, bahkan keluarganya sudah meninggal karena diriku, tetapi ternyata ada neneknya yang kaya raya dan mewarisi semua kayaknya kepada Laura"Kata Dava masih bercucuran air keringat di pipinya.


"Yank, setelah dia berubah dan cantik kamu tidak mau balikan kan sama dia?"


"Gak Donk, aku tetap sayang kamu dan tidak akan balikan sama dia, Aku kan sudah janji akan menikahimu"


"Makasih sayank"Fanny langsung memeluk pacarnya dengan begitu erat.


Laura yang berada di dalam mobil terus menghela napas dan mengatur dirinya, dia tidak ingin terlihat sangat lemah seperti dahulu.


Tett....Tett...tetttt...


Handphone milik Laura berbunyi dan ini adalah panggilan dari neneknya.


"Iya nek ada apa?"


"Laura, jika kamu sudah selesai dalam kerjasama tersebut tolong datang ke bandara, nenek sudah kirim alamat karena kita akan kedatangan seseorang"ucap sang nenek dengan begitu cepat dan mematikan teleponnya.


"Iya nek"


Entah Siapa lagi yang akan dia temui hari ini,maka Pak sopir langsung bergegas ke bandara sesuai alamat.Dan tidak membutuhkan waktu yang lama kini Laura sudah sampai di sebuah bandara, dia berhenti di sebuah parkiran dan bergegas keluar menuju sang nenek.


"Duh....nenek di mana ya?"Laura bingung dan melirik ke daerah sekitar.


Sang nenek yang sudah duduk di sebuah kursi melambaikan tangan,dan hal ini membuat Laura tahu keberadaannya.


"Iya nek ada apa?"


Baru saja bertanya tiba-tiba terdengar pengumuman dan membuat suasana sangat berisik, di saat itu juga datanglah seorang yang di mana ini adalah cucu dari sang nenek.


"Nahh.... cucu nenek datang "sang nenek bergegas ke depan yang di mana ada pria tinggi yang memakai Masker dan topi.


Sang nenek tersebut langsung berpelukan, koper yang dibawa pria tersebut dibawa oleh pengawal lainnya.


Laura tidak tahu harus berbuat apa Jadi dia hanya bisa menghampiri Dan tersenyum.


"Laura,ini cucu nenek perkenalkan dia adalah David"sang nenek meminta Laura untuk berkenalan dengan cucu aslinya.


"Hay aku Laura"


David dengan tatapan yang tajam dan sinis tidak menjawab perkenalan dari Laura dan meninggalkan Laura, seolah-olah sangat membencinya di saat pertemuan pertama.


Laura batangan langsung memasukkan tangannya kembali dan berpura-pura tidak apa-apa.


"Hey.... kamu jangan seperti itu kepada dia"kata nenek pada David.

__ADS_1


Namun David jalan yang begitu santai langsung menanyakan keberadaan mobilnya dan ingin segera pulang.


__ADS_2