
Ana menonton TV dengan mamanya, sampai waktu sholat maghrib tiba. Mama Ana mengajak Ana dan Mba Arin untuk sholat bersama.
Selesai sholat, Mba Arin dan Mama Ana menuju kamarnya masing-masing, tersisa Ana di depan TV. Tidak seperti biasanya, Mama Ana merasa lelah sehingga Ia ingin istirahat awal. Mba Arin sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum PERSAMI( perkemahan sabtu minggu).
Ana sebenarnya ingin ditemani oleh Mama Ana, namun melihat mamanya yang terlihat lelah, jadi Ana mengurungkan niatnya. Ana mencoba melupakan perkataan Mba Arin tadi sore. Ia berharap malam ini tidak akan terjadi apa-apa. Ana kemudian sms Novi untuk menghilangkan rasa gelisahnya.
“ Lagi sibuk Nov?” bunyi sms Ana.
“ Lagi ngerjain PR seni rupa nih, kamu udah belum?” balas Novi cepat.
“ Tinggal pakein spidol nih. Makanya pas jam pelajaran seni rupa bukannya ngerjain malah nggosip mulu.” Ledek Ana. ( Ketika selesai mewarnai gambar, Ana biasanya menebalkan garis gambarnya dengan spidol).
“ Iya deh yang kesayangannya Pak Guru. Rajin bener.” Balas Novi kesal.
“ Ya daripada ngerjain dirumah Nov, aku lagi males ngerjain dirumah.” Balas Ana. Ana pun mengambil buku gambarnya dan kemudian mulai menyelesaikan gambarnya.
“ Masih galau?” Tanya Novi.
__ADS_1
“ Engga kok. Petra sms kamu gak?” Tanya Ana penasaran.
“ Engga.” Balas Novi singkat.
“ Apa aku telepon dia ya Nov?” Tanya Ana.
…
Ana telah menyelesaikan tugas menggambar seni rupanya. Ia pun mengecek HP, berharap ada balasan sms dari Novi. Namun, belum ada balasan dari Novi. Ana merasa kecewa, tapi Ia berfikir positif mungkin Novi ingin menyelesaikan tugas menggambarnya dulu, baru setelah itu dia akan balas pesan Ana.
Ia ragu untuk pergi ke kamarnya, namun jika tidur di depan TV sendirian pun Ana tidak berani. Apalagi saat malam, di ruang nonton TV terasa sangat dingin, terlebih banyak nyamuk juga. Ana pun memutuskan untuk ke kamarnya, namun Ia bertekad untuk tidak akan tidur malam ini.
Ana berbaring di atas kasur tingkat, namun kali ini Ia berbaring di kasur bagian bawah. Ia membuka HP nya, menancapkan headset, kemudian mendengarkan radio. Ia mencari frekuensi radio kesayangnnya, namun karena malam ini adalah malam jumat, tema hari ini pun cerita horror. Ana segera mematikan HP nya.
“ Aduh lupa malam jumat temanya horror. Padahal dulu seneng banget dengerin yang horror-horor.” Gumam Ana.
Ana melihat jam dinding dikamarnya menunjukkan jam 9.30 malam. Malam ini terasa sangat panjang bagi Ana. Namun, Ia bertekad apapun yang terjadi Ia tidak akan tertidur. Menurut Ana, jika Ia tetap bangun, jika benar orang itu datang, Ia akan langsung teriak dan lari meminta pertolongan. Dengan begitu, orang-orang yang sedang ronda pun akan mendengarnya.
__ADS_1
“ Ngapain ya biar aku ga ketiduran.” Gumam Ana lagi.
Ia melihat rak bukunya. Ada satu buku novel yang belum sempat Ia selesaikan. Ana pun segera mengambil buku novel itu. Buku novel itu Ia pinjam dari Mba Arin. Isinya tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Novel karangan orang luar negeri.
Ana pun mulai membaca buku novel itu, Ia lepas lipatan buku dari halaman terakhir yang Ia baca. Satu halaman demi satu halaman Ia baca. Sampai di halaman sepuluh, matanya terpejam.
Tik tok tik tok
Ana terbangun, Ia kesal kenapa bisa tetidur. Mata Ana tertuju ke arah jam dinding kamarnya, ternyata baru jam 11 malam. Ana bangun dari tempat tidurnya, Ia menuju meja makan untuk minum air. Setelah rasa hausnya hilang, Ana kembali ke tempat tidurnya.
“ Pokoknya ga boleh tidur.” Kata Ana ke dirinya sendiri sembari menepuk-nepuk pipinya.
Ana pun melanjutkan bacaannya. Namun tidak seperti keinginannya, matanya terlalu lelah untuk tetap terjaga. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam kembali.
Tik tok tik tok. Bunyi jarum jam dinding Ana semakin terdengar menembus sepinya malam. Ana terlelap dalam tidurnya. Jam menunjukkan pukul 3 pagi, tiba-tiba…
Sreek Sreek Sreek Sreek.
__ADS_1