JENDELA

JENDELA
SENDIRI DIRUMAH


__ADS_3

Setelah Ana cukup tenang, Mama Ana memintanya untuk istirahat. Mengingat besok Ana tetap harus berangkat sekolah.


“ Udah tenang Na?” Tanya Mama Ana sambil melepaskan pelukannya dan melihat wajah Ana.


“ Iya ma.” Jawab Ana mengusap air matanya.


“ Ya dah sekarang kamu isirahat aja ya, mama gelarin kasur di depan TV ya.” Kata Mama Ana.


“ Iya ma, makasih.” Jawab Ana.


Mama Ana segera mengambil karus lantai miliknya dan menggelarnya di ruang TV agar Ana bisa segera istirahat. Ia pun mengambilkan bantal dan selimut untuknya. Ana berbaring di kasur tersebut, dan mencoba untuk memejamkan matanya. Meskipun perasaannya masih kacau, Ia mencoba untuk mengistirahatkan badannya agar besok bisa tetap sekolah.


Waktu berlalu, jam menunjukkan pukul 01.00 pagi. Ana masih belum bisa tidur. Ia melihat mamanya sudah tertidur lelap. Selimut mamanya terbuka, Ia pun membenarkan selimut mamanya. Setelah itu Ia merasa haus, Ia duduk di atas kasur.


Matanya kosong, pikirannya penuh dengan peristiwa yang menimpanya tadi. Semakin Ia pikirkan, semakin Ana ketakutan. Ana menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menghilangkan ingatan tentang peristiwa itu. Ia pun bangun dari kasur, dan mengambil air minum karena Ia haus.


Ana berjalan menuju meja makan, kemudian Ia mengambil gelasnya. Saat Ana sedang menuangkan minumnya, tiba-tiba seperti ada seseorang yang lewat dibelakangnya. Ana pun menoleh, namun tidak ada siapa-siapa. Ana melihat mamanya, Mama Ana pun masih tertidur lelap dan tidak terbangun sama sekali.


Ana berpikir, mungkin hal itu hanya perasaannya saja. Ia kemudian melanjutkan minumnya. Ana duduk di kursi ruang makannya, Ia menghembuskan nafasnya untuk menenangkan hatinya. Tiba-tiba, bulu kuduknya berdiri, angina meniup rambutnya.


“ Wuss.” Suara angin bertiup di belakang kepala Ana.


Ana memegang tengkuk lehernya, Ia merasakan bulu-bulu di tengkuknya berdiri. Rasa penasaran menyelimuti pikirannya. Ia ingin melihat ada apa dibelakangnya, namun keberaniannya menciut setelah apa yang menimpanya tadi. Ana pun berlari ke samping mamanya, dan menutup wajahnya dengan selimut.


Dadanya kembang kempis, memandakan bahwa nafasnya tidak teratur. Jantungnya berdetak sangat kencang. Ana menutup matanya, dan kemudian Ia membaca ayat kursi. Namun, hatinya belum merasa tenang juga. Ia pun memeluk mamanya, mencoba untuk tidur agar masalah ini berlalu.


Setelah memeluk mamanya dan terus membaca ayat kursi, mata Ana mulai lelah. Ia pun akhirnya tertidur.



Matahari mulai muncul, namun Ana masih tertidur di kasurnya. Mamanya sudah bangun dari subuh hari. Ketika Ia menyentuh dahi Ana, terasa sangat panas. Ia pun mengompres dahinya, dan membiarkannya tertidur hingga pagi.


“ Tik Tok Tik Tok.” Jarum jam berbunyi menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Mama Ana membangunkan Ana yang sedang tertidur lelap.


“ Na, bangun dulu.” Pinta Mama Ana.


Ana membuka matanya, Ia mengucek matanya yang sembab. Mama Ana kemudian mengecek dahinya, ternyata masih cukup panas.

__ADS_1


“ Masih panas nih badanmu, hari ini ga sekolah ya. Istirahat aja dirumah. Besok kalau udah sehat baru berangkat sekolah lagi.” Kata Mama Ana.


Ana kaget mendengar ucapan mamanya. Ia kemudian mengecek dahinya, ternyata benar terasa panas. Ia tidak sadar bahwa Ia sedang sakit.


“ Anget sih ma, tapi aku tetep berangkat sekolah aja ya.” Jawab Ana ketakutan membayangkan Ia berada dirumah setelah kejadian semalam.


“ Udah ga usah ngeyel, wong panas begini kok ngapain dipaksain berangkat sekolah. Udah isirahat dulu dirumah.” Perintah Mama.


“ Sekarang kamu bangun, terus sholat dan sarapan. Masakan mama udah mateng tuh.” Pinta Mama Ana.


“ Iya Ma.” Jawab Ana sembari bangun dari kasurnya.


Ana lantas menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat. Selesai sholat Ia menuju meja makan untuk sarapan.


“ Makan yang banyak biar cepet sehat.” Perintah Mama Ana.


“ Ada-ada aja sih kamu Na. Masa kena siram lagi.” Kata Mba Arin yang sedang sarapan di meja makan.


“ Husst. Udah kamu buruan di habisin sarapannya abis itu berangkat.” Kata Mama Ana kepada Mba Arin.


Ana menghiraukan candaan Mba-nya dan memutuskan untuk segera sarapan. Setelah sarapan, Ana ingin tidur kembali. Kepalanya terasa sangat sakit.


“ Iya ma. Abis itu Ana boleh tidur lagi gak?” Tanya Ana.


“ Iya boleh. Tapi abis ini mama mau pergi ke pasar ya, kamu ga papa kan dirumah sendiri?” Tanya Mama Ana.


Mendengar pertanyaan Mama Ana, Ia ragu untuk menjawab. Ia lupa jika hari ini adalah hari selasa, maka Mamanya akan pergi ke pasar untuk belanja kebutusan jualan untuk besok pagi.


“ Aku ikut aja apa ya Ma?” Tanya Ana.


“ Kamu kan lagi sakit, kok malah mau ikut. Dirumah aja ya, nanti mama beliin sate kesukaanmu.” Rayu Mama Ana.


Mendengar mamanya kan membelikan sate kesukaannya, Ana pun luluh. Ia berpikir karena sekarang sudah pagi, pasti tidak akan ada sesuatu hal aneh yang terjadi.


“ Tapi ga usah lama-lama ya.” Pinta Ana.


“ Iya.” Jawab Mama Ana singkat.


“ Manja banget sih Na, udah gede ditinggal sendirian dirumah aja takut.” Sindir Mba Arin sedari tadi mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


“ Arin!” Teriak Mama Ana.


“ Iya iya, aku berangkat sekolah dulu ya ma. Assalamualaikum.” Pamit Mba Arin.


“ Waalaikumsalam.” Jawab Ana dan mamanya.


Setelah Mba Arin pergi, Mama Ana pun bersiap untuk berangkat ke pasar.


“ Mama mandi dulu ya. Ini obatnya jangan lupa diminum.” Perintah Mama Ana.


“ Iya ma.” Jawab Ana singkat.


Ana pun meminum obatnya setelah selesai makan. Dikarenakan obatnya, Ia pun merasa ngantuk. Ana kemudian berbaring diatas kasurnya, dan tak lama Ia pun tertidur.


Mama Ana telah selesai bersiap-siap. Ia melihat Ana yang tertidur lelap, Mama Ana pun tersenyum lega. Setelah melihat anaknya baik-baik saja, Mama Ana pun memutuskan untuk berangkat. Ia tak mau membangunkan Ana, sehingga Ia pergi tanpa pamit ke Ana.



Waktu berlalu, jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Ana masih terlelap tidur. Terdengar suara berisik dari arah dapur, dan karena itu Ana pun terbangun.


Ana mengucek matanya, Ia kemudian melihat jam dinding di ruang TV.


“ Masih jam 08.00 ternyata. Mama udah pulang dari pasar ya.” Gumam Ana.


Ana bangun dari kasurnya, kemudian pergi menuju dapur dimana suara berisik itu berasal.


“ Maa. Mama. Udah pulang ya.” Teriak Ana sambil berjalan menuju dapur.


“ Mama ga lupa sate aku kan?” Tanya Ana.


Ana telah sampai di dapur, namun betapa kagetnya Ia ternyata di dapur tidak ada orang.


“ Loh mama belum pulang. Tadi suara tikus kali ya.” Kata Ana.


Ia pun kemudian kembali ke ruang TV. Ana menyalakan TV-nya agar rumah tidak terlalu sepi. Ia memilih-milih channel yang disukainya. Ana pun memutuskan untuk menonton kartun kesukaannya.


Saat sedang menonton kartun, Ia merasa haus. Ana pun mengambil minum dan beberapa cemilan yang ada di meja makan. Ia menonton TV sambil makan cemilan. Saat Ana sedang asyik dengan tontonannya, tiba-tiba Ia seperti melihat sesuatu yang lewat disampingnya. Ana pun kaget dibuatnya, seketika Ana terdiam. Ia pun tidak jadi memasukkan cemilan yang ada ditangannya. Tangannya membeku, tidak seperti tadi malam yang Ia alami. Kali ini, Ana benar-benar yakin bahwa ada sesuatu yang lewat disampingnya.


Ana menoleh kesamping dengan perlahan, dan ternyata….

__ADS_1


__ADS_2