
Sut, sut, sut. Jian Rui mengejar kereta kuda dari kejahuan. Kereta kuda berhenti di depan gerbang. Dua orang keluar dari kereta. Seorang laki - laki dan perempuan. keduanya berjalan, mengangguk pada penjaga gerbang.
" Sayang ada apa ?" kata seorang laki - laki, menghampiri perempuan yg duduk di ranjang. " tidak ada apa - apa, aku takut" jawabnya, wajahnya cantik, berpakaian merah menutup anggota badan mulai leher sampai ujung kedua kaki, rambut di sanggul. " takut apa, di sini hanya kita berdua, ada juga penjaga di luar dan mereka adalah orang - orang yg ku percaya" tenangnya pada si perempuan.
laki - laki itu mengelus punggung si perempuan. " Xie Yan punya banyak bawahan, mata - matanya banyak, apakah kamu tidak khawatir " kata perempuan itu, sambil merengek - rengek manja.
__ADS_1
Di sudut atap bangunan, Jian Rui menyaksikan perbuatan kedua orang itu, suaranya terdengar walaupun lirih. Jian rui pergi meniti genting dan tembok - tembok bangunan, melesat dengan cepat tidak melintasi jalan.
Jian Rui berganti pakaian, semula dia memakai pakaian ringkas serba hitam. Keluar dari ruangan itu penjaga menyapanya. " tuan muda mau ke mana ?" tanya penjaga, menghadap Jian Rui. " aku mau ke tempat guru, katakan pada ayah jika dia bertanya" jawab Jian Rui. Dia naik kereta dan menyuruh sais menjalankan kereta.
Kereta itu melewati pepohonan yg rimbun di pinggir jalan, sampai di depan gerbang kota, kereta berhenti.
__ADS_1
Kereta berjalan lagi, berputar - putar rodanya meniti jalanan kota. Kereta berhenti di depan gerbang rumah. Rumah itu terang benderang, lampion - lampion tertata di gerbang, sudut - sudut rumah dan di dalamnya.
" apa yang kamu dapatkan ?" kata seseorang. " tidak ada informasi penting terkait kerajaan" jawab Jian Rui, minum teh dan menggerakkan kipas yg di pegangnya. " apa saja yg di perbuat mereka berdua ?" kata seseorang itu. Jian Rui berdiri, berjalan ke pintu kamar, dan melipat kedua tangannya di belakang.
" mereka bermesraan lalu gelap " jawab Jian Rui. " bukankan kamu bisa dengan jelas melihat perbuatan mereka walaupun gelap ? ceritakan dengan lengkap, jangan di tutup - tutupi" desak orang itu. " aku akan menceritakannya, tapi beri tahu padaku siapa pemilik permintaan itu, jika tidak maka hanya itu yg bisa ku katakan padamu !" tawar Jiang Rui, sambil membuka pintu keluar. Jiang Rui tengah berjalan melewati pintu. " Xie Yan, pemilik permintaan ini adalah Xie Yan " jawab orang itu.
__ADS_1
Jian Rui masuk lagi ke kamar itu. " Xie Yan siapa ? banyak sekali nama itu di kota ini" kata Jian Rui, berdiri menghadap orang itu yg sedang bersila di depan meja pendek. " jika hanya itu informasi yg kamu sampaikan maka jasamu tidak dihargai kali ini" kata orang itu. " Xie Yan kaisar kan ? Kaisar Xie Yan, aku tidak tega bercerita jika dia adalah kaisar, kinerja kaisar sangat baik, kali ini aku tidak ingin mendapatkan imbalan, selamat malam" pamit Jian Rui keluar.