
Di dalam kediaman Keluarga Jian.
Jian Rui membuka surat yg di kirim oleh pedang biru lewat burung pos. Mentari menyusup ke lubang - lubang kediaman keluarga Jian.
Jian Yu mengajak Jian Rui menghadap Kaisar Xie Yan di Istana Kaisar. Mereka berdua naik kereta kuda. Di taman pribadi kaisar, Jian Yu dan Jian Rui melihat Kaisar dan Zu Geng sedang main catur.
" jenderal Jian Yu, duduklah !" pinta kaisar Xie Yan. Jian Rui masih berdiri, menunggu kaisar mempersilahkannya." apa itu anakmu ?" Kaisar Xie Yan bertanya. " Dia adalah Jian Rui, anak hamba"jawab Jian Yu. Kaisar mengamati Jian Rui mulai dari atas sampai bawah.
" Jian Rui ? kemarilah !" pinta Kaisar. Jian Rui mendekati mereka. Mengamati papan catur dan lingkungan sekeliling taman pribadi. "sepertinya yg mulia kurang enak badan ?" tanya Jian Rui, melihat jari telunjuk kaisar yang memerah. " aku pusing, tapi sudah di beri obat oleh tabib " jelas Kaisar.
__ADS_1
Mereka bertiga memasuki ruang pribadi kaisar, meninggalkan Jian Rui di taman. Jian Rui keluar taman, berjalan ke tempat prajurit sedang berlatih. Paduan suara mereka semakin terdengar nyaring.
" Para prajurit ini seperti hewan buas ! apa Kaisar tidak takut mereka akan menggigitnya " kata Jian Rui kepada seorang pengawas. " Jika mereka menggigit kaisar maka keluarga mereka akan dimusnahkan, apa kau tidak mengerti hal ini ?" jawab sang pengawas.
" Begitu ? Bagaimana jika mereka menggigit dan keluarga mereka tidak musnah ?" kata Jian Rui. " apakah ada hal seperti itu , aku tidak bisa membayangkannya !" ejek sang pengawas. " Banyak hal di dunia yg tidak bisa kita bayangkan" jawab Jian Rui, berjalan menuju pintu keluar dari lapangan latihan.
Jian Rui mengikuti lelaki itu, sayangnya dia harus berhenti, karena ruang itu adalah kediaman permaisuri. Dia melompati tembok, dan mengendap - mengendap mengikuti lelaki itu.
Dari tempat pengintaian, Jian Rui hanya melihat lelaki itu masuk. Tidak mungkin mendengarkan percakapan dari tempat itu dengan kemampuannya.
__ADS_1
Beberapa lama kemudian, Lelaki itu keluar, melewati tempat pengintaian Jian Rui. Lelaki itu berjalan sampai di luar Istana, melewati jalan dengan cara berputar - putar, sebelum masuk ke dalam sebuah kedai. Jian Rui melihat tulisan di papan kedai, " Kedai Impian".
Jian Rui berbalik menjauhi kedai, kembali ke Istana. Jian Yu selesai berbincang dengan Kaisar dan Zu Geng. Jian Yu dan Jian Rui berpamitan. " ayah pulanglah duluan, aku di sini dulu !" pinta Jian Rui. Jian Rui pergi ke rumah misi.
Di dalam rumah misi seseorang menemuinya. " ada misi untukmu, cari Jun He !" kata orang itu. " siapa pemilik permintaannya ? jika Kaisar Xie Yan, aku tidak mau !" tanya Jian Rui, dengan memberi batasan. " baiklah terserah padamu" kata orang itu.
Jian Rui meninggalkan rumah itu. Di kediaman Keluarga Jian. " kapan berangkat ke perbatasan ? tanya Jian Rui. " 3 hari lagi, siapkan keperluanmu ! " pinta Jian Yu. Jian Rui masuk ke kamarnya.
Di dalam kamar, Jian Rui membaca surat - surat kiriman dari pedang biru dan bawahannya. Perselingkuhan permaisuri, pembangunan terowongan, para pemuda pemilik indera keenam, mata - mata musuh, pengkhianat negara, organisasi rahasia. Semua itu di renungkan. "apakah akan terjadi perang ?" siapa yg akan diuntungkan ? bisiknya, sendirian di kamar.
__ADS_1