Jian Rui

Jian Rui
Cakar Elang


__ADS_3

Malam hari di Kediaman keluarga Jian.


"Rui !, Zu Lei mencarimu !" seru Jian Yu, lalu dia pergi. Jian Rui menemui Zu Lei. " langsung saja ! ada apa ?" desak Jian Rui. Zu Lei tersenyum, duduk sambil tolah - toleh. " ha, inilah yg aku suka dari tuan muda Jian, hemat waktu" puji Zu Lei.


" itu pak ketua itu, telah mengirimkan misi pada semua anggota Elang. Mencari Jun He" kata Zu Lei.


" seberapa banyak kau tahu tentangnya ?" tanya Jian Rui.


" banyak desas - desus tentangnya, dari sekian banyak itu, selalu terkait dengan permaisuri." jawab Zu Lei.


" adakah ciri khusus pada anggota tubuh atau prilakunya ?" tanya Jian Rui.


" ada, dia sangat menikmati berperan sebagai pelayan" jawab Zu Lei.


" bukankah kita hanya perlu menangkap semua pelayan ?" sanggah Jian Rui.

__ADS_1


" Tuan muda terlalu dangkal mengartikan pelayan ini. Pelayan selalu berada di bawah tuan, jika pelayan merasa lebih tinggi dari tuan, masihkah dia disebut pelayan ?" goda Zu Lei.


" keteranganmu ada benarnya. Merasa lebih tinggi dari tuan ? aku tidak bisa menyelesaikan misi ini, besok pagi aku menemani ayahku ke perbatasan. Ada seseorang yg aku curigai, kita bisa mulai dari orang itu" tawar Jian Rui, lalu menceritakan pengintaiannya.


" apa tuan muda tidak merasakan suasana ibu kota akhir - akhir ini ? rasanya memuakkan !" kata Zu Lei.


" dalam hal apa memuakkan ? Kinerja Kaisar dan Pejabatnya sangat baik." bantah Jian Rui.


" Dalam hal itu memang tidak, tapi dalam hal pengkhianatan itu sangat memuakkan ! " jawab Zu Lei.


" membuktikan pengkhianatan itu sulit. apakah kamu punya kecurigaan ?" tanya Jian Rui.


" jangan bawa pelajaran sekolah di depanku ! membosankan ! Siapa mereka ? aku akan bantu perhatikan !" seru Jian Rui. Lalu Zu Lei menyebutkan beberapa nama orang. Keduanya berpisah.


Jian Yu keluar rumah mempersiapkan hal - hal yg dibutuhkan. Kuda, prajurit, kereta, senjata, dll. Dia akan membawa 300 prajurit pilihan. " Tuan ! Tuan Muda baru saja keluar. " lapor pelayan. " ikuti dia ! jangan mencolok !" tegas Jian Yu.

__ADS_1


Jian Rui melesat di pepohonan, meminjam gelap dan bayangan pohon melaju dengan cepat, meminjam bayang - bayang tembok kota menghilang menuju ke istana Istana Kaisar.


Di ruang pribadi kaisar, Jian Rui melekat bagai cicak di tempat yg aman.


" apa keperluanmu ?" tanya kaisar. " awasilah pelayan permaisuri ! wajahnya terlalu tampan !" kata Jian Rui, lalu pergi keluar Istana.


" Rui, terima kasih telah memperhatikanku" bisik Kaisar. Lalu Kaisar keluar. Memanggil beberapa prajurit menuju kediaman keluarga Xia.


Kaisar tiba, dia mencari Xia Fei. " Xia Fei ! apa ada perkembangan ?" tanya Kaisar.


Xia Fei membawa buku tebal lalu menyerahkan pada kaisar. Kaisar membukanya. Beberapa lama kemudian buku itu diserahkan kepada Xia Fei.


" bagaimana tanggapan Baginda ?" tanya Xia Fei.


" tidak ada komentar saat ini, teruskan !" seru Kaisar.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang , Jian Rui di ikuti oleh seseorang. Dia berhenti di pepohonan. " mau berterung atau bercakap - cakap ! " tawar Jian Rui, menghadap si penguntit. " tuan muda Jian memang waspada !, tujuanku adalah membunuhmu !" seru orang itu.


" ayo !" ajak Jian Rui. Kedua bayangan melesat dan saling berpapasan, terdengar suara kain yang sobek, dan gedebug. Salah satu bayangan itu terus melesat menuju kediaman Keluarga Jian. Lalu datanglah pelayan Jian Yu meneliti mayat itu, ada tiga lubang di mayat itu, telapak tangan, dahi, dan punggung dengan pakaian yg sobek.


__ADS_2