Jian Rui

Jian Rui
Sungai Perbatasan


__ADS_3

Pedang biru berada di pinggiran sungai Hijau, menatap tepi sungai di bawah kuasa Kekaisaran Pencakar Langit. Lima orang mendekatinya.


" sampaikan dengan cepat !" tegas Pedang biru, matanya tetap mengarah ke depan. " mereka sedang menggali terowongan menuju ke Sungai perbatasan" Jawab seorang di antara kelimanya.


" terowongan itu lebar, cukup untuk dilewati 5 kereta kuda dalam keadaan sejajar, jika berhasil diwujudkan maka terowongan itu banyak gunanya untuk menyamarkan pasukan, alat, bahan pangan dan kendaraan. Terowongan itu tidak hanya satu garis tapi membelok ke arah - arah tertentu yg saling berhubungan" terusnya.


" apa lagi selain informasi terowongan ?" tanya Pedang Biru, matanya masih mengarah ke tepi sungai yg jauh. " para pemuda yg memiliki indera keenam, sudah disebarkan ke berbagai kekaisaran dalam identitas yg bermacam-macam" kata orang itu.

__ADS_1


" ini buku catatan tentang mereka, kami mendapatkannya dari sumber terpercaya" kata orang itu, dalam keadaan menyerahkan buku tebal berwarna coklat. Mereka pergi, meninggalkan Pedang Biru di tepi sungai sendirian, dia membuka buku itu. Setengah jam kemudian dia pergi meninggalkan Sungai.


Di kediaman keluarga Jian. Jian yu membentangkan peta di atas meja yg panjang dan lebar. Jian Yu membawa penunjuk panjang terbuat dari bambu. Jian Rui berjalan mendekati Jian Yu. " bagaimana menurutmu tata letak kekaisaran kita ini" tanya Jian yu, menunjuk titik gambar di peta.


" Kekaisaran Cahaya, dikelilingi oleh 4 Kekaisaran. Di timur ada Kekaisaran Metahari, di barat ada kekaisaran Laut Merah, di Utara ada Kekaisaran putih, dan di selatan ada kekaisaran Pencakar langit. Antara kita dan Pencakar Langit ada sungai Hijau. Kedua negara sulit melancarkan serangan, mereka yg dapat menyamarkan pasukan akan lebih diuntungkan " terang Jian Rui, memegang dagu dengan tangan kanan, dan meletakkan tangan kiri di pinggang belakang. Kedua orang itu melanjutkan pembahasan.


" Bantuan negara lain pasti ada, 50 pemuda pemilik indera keenam bisa dijadikan alat tawar menawar ke negara lain , atau beberapa perguruan beladiri." balas Zu Geng.

__ADS_1


" tentang 50 pemuda pemilik indera keenam, sudahkah yg mulia memilih orang untuk mengatasi mereka ? 10 muridku bisa digunakan kapanpun." tawar Zu Geng. "Aku juga punya 10 orang, aku serahkan pengumpulan para pemuda ini kepadamu !" pinta Kaisar Xie Yan. Zu Geng pergi, meninggalkan kaisar.


Sementara itu di Kekaisaran Pencakar langit, para pekerja di lokasi pembuatan terowongan hilir mudik, prajurit penjaga wira - wiri, bahkan mereka mengusir siapapun yg mendekati lokasi itu. Bawahan pedang biru ada yg menyamar menjadi pekerja di sana. Dia sedang mengangkat tanah dan batu serta mencari - cari informasi.


Malam hari di Istana kekaisaran Cahaya, Kaisar Xie Yan berdandan dengan pakaian serba hitam, pergi melesat ke atas genting. Dia menuju kamar permaisuri. Permaisuri sedang tidur di ranjang. Dari sudut yg aman di atap, kaisar mengamati permaisuri. Dia masuk ke kamar itu lalu mendekati permaisuri di ranjang.


" Jun He ! kemarilah ! temani aku malam ini !" rengek permaisuri. Kaisar memandang permaisuri dan menghipnotisnya. " siapa Jun He ?" tanya kaisar. " Jun He ? mengapa kamu bertanya dirimu sendiri ?" jawab permaisuri yg dihipnotis. " apa kita akan melakukannya seperti malam itu ?" tanya kaisar. Mendengar pertanyaan itu, permaisuri menjerit meminta tolong dan memanggil - manggil para prajurit penjaga dalam keadaan tidak sadarnya. Kaisar melesat dengan cepat, meninggalkan si permaisuri.

__ADS_1


__ADS_2