
" Tuan ! tuan muda diincar oleh pembunuh tapi sudah dibereskan oleh tuan muda !" lapor pelayan yg membuntuti Jian Rui".
" bagaimana cara Rui membereskannya ? tanya Jian Yu.
" pertarungan terjadi dengan cepat, di mayat itu ada lubang terletak pada telapak tangan, dahi, dan punggung !" lapor pelayan.
"dari mana asal usul beladiri pembunuh itu ?" tanya Jian Yu.
" aku tidak tahu, terlalu sedikit informasi yg bisa dipelajari dari beberapa gerakan itu !" jawab pelayan.
" cukup ! bersiaplah untuk besok, tugasmu hanya membuntutinya !" pinta Jian Yu. Pelayan itu pergi.
Pagi Hari, Mentari ditutupi awan hitam.
Jian Yu dan Jian Rui berangkat ke perbatasan, diikuti oleh 300 tentara, kereta - kereta pengangkut barang dan senjata.
" Rui ! kita nanti berhenti di kota Air Bening, ada pertemuan penting dengan tuan Kota, kamu sebaiknya ikut, jika tidak jangan berkeliaran terlalu jauh !" pinta Jian Yu.
" aku boleh berkeliaran kan ? yg penting tidak jauh. Aku pilih berkeliaran saja, siapa tahu ada sesuatu yg menarik di sana." jawab Jian Rui.
Pasukan itu melanjutkan perjalanan dengan aman.
__ADS_1
Di Kota Air Bening.
Jian Yu dan pasukannya bermukim di Rumah Dinas, sementara itu Jian Rui berjalan - jalan di pusat keramaian kota. Suasana perdagangan merebak hampir di setiap jengkal pusat keramaian itu.
" berapa harga satu kantong biji logam ini !" tanya Jian Rui.
" 100 emas !" jawab penjual.
"apa saja keunggulannya ?" tanya Jian Rui. Penjual tidak menjawab,memandangi Jian Rui mulai atas sampai bawah.
" tuan ? kami hanya menangani harga, bukan penilai kualitas, jika tuan mau informasi tentang barang ini, saya bisa mendatangkan penilai dan itu tidak gratis !" seru penjual.
" ha ha, mestinya cantumkan sekalian informasi tentang barang, siapa tahu pembeli yg semula tidak tertarik, menjadi tertarik setelah tahu" usul Jian Rui.
" begitu ? baik, hadirkan penilai ! " pinta Jian Rui. penjual itu pergi lalu datang membawa seorang gadis.
"berapa harga informasi darimu ?" tanya Jian Rui, menghadap gadis itu.
" informasi apa ? jika tentang biji logam ini maka tidak ada harganya ! " seru si Gadis.
" sudah, sudah, aku ingin tahu informasi lengkap tentang logam ini, jika kamu memberitahuku aku beri 20 koin emas !, bagaimana ?
__ADS_1
" tuan muda sungguh pengertian, jadi !"kata si gadis, lalu dia menguraikan kegunaan dan sifat biji logam itu. Jian Rui berjalan mencari - cari barang lain.
Di tengah memilih barang-barang, Jian Rui melihat seorang peramal. Di atas mejanya ada tulisan " mata dewa menerawang apa saja". Jian Rui menghampirinya.
" apa yg ingin tuan muda ketahui ?" tanya peramal.
" siapa penemu emas pertama di bumi ?!" tegas Jian Rui.
" tuan ingin tahu ini, bumi penemunya ! 10 koin emas." jawab peramal.
" aku tanya siapa, bukan apa" sanggah Jian Rui.
" Manusia penemunya ! 10 koin emas !" jawab peramal.
" Siapa nama istriku ?" tanya Jian Rui.
" perempuan ! 10 koin emas"jawabnya.
" Nama ! bukan jenis kelamin !" sanggah Jian Rui.
" Lin Mei ! 10 koin emas !" jawab peramal.
__ADS_1
" ha ha ha, Pembual ! aku belum menikah !" sanggah Jian Rui.
" justru karena itulah jawabanku tidak salah, karena tuan belum menikah, maka seluruh nama perempuan di dunia ini secara acak dapat jadi nama istri tuan ! 50 koin emas !" jawab peramal. Jian Rui mengalah, tertawa - tawa sendiri menuju rumah dinas Air Bening.