Jian Rui

Jian Rui
Diam Namun Masih Bernafas


__ADS_3

Merpati terbang lurus, berputar - putar di sekitar rumah dinas Kota Air Bening, lalu menukik, Jian Rui menyambut merpati itu dengan satu tangan. Ada kertas tergulung di kaki merpati. Jian Rui membuka gulungan kertas, tertulis :


" Pelayan itu bukanlah Jun He, Pak ketua telah mengirim misi tambahan, temukan pemilik indera ke enam dengan kemampuan prediksi" Zu Lei.


Jian Rui menyobek - nyobek kertas itu.


Jian Rui menemui ketiga wanita itu, terdengar suara percakapan dan hening setelah Jian Rui datang.


" aku akan mengirim kalian ke ibu kota kekaisaran bersama 50 prajurit sebagai pengawal, jangan menolak ! atau aku akan meninggalkan kalian di sini !" tegas Jian Rui.


" terserah kamulah !!!" jawab wanita hamil itu.


Jian Rui pergi meninggalkan mereka menuju ruangan Jian Yu.


" ayah ! apa hasil pertemuan dengan penguasa kota ?" tanya Jian Rui.


" kami membahas masalah dugaan pengkhianatan yg dilakukan oleh beberapa bangsawan di kota ini" jawab Jian Yu.

__ADS_1


" Beberapa tuan muda dari keluarga bangsawan mendatangkan orang - orang asing di wilayah mereka. Yang paling sering adalah keluar Lin, jumlah orang asing yg mereka datangkan mencapai 400 orang" terus Jian Yu.


" dari mana mereka berasal ?" tanya Jian Rui.


" Pencakar Langit" jawab Jian Yu.


" apa alasan keluarga Lin melakukannya ?" tanya Jian Rui.


" ada wabah di kota mereka yg membuat mereka panik dan menyebar ke mana - mana " jawab Jian Yu.


" jika 400 orang itu warga biasa, maka itu wajar. Orang - orang itu seniman beladiri dengan kemampuan di atas rata - rata. Bisa di katakan bahwa mereka mampu mengalahkan prajurit" tegas Jian Yu.


" Seandainya mereka sengaja di susupkan, apa manfaat yg diterima keluarga Lin dari pencakar langit ?" tanya Jian Rui.


" tidak pasti mereka menerima manfaat, mungkin juga mereka dipaksa " jawab Jian Yu.


" apa ayah telah menyuruh seseorang untuk menyelidiki hal itu ?" tanya Jian Rui.

__ADS_1


" Sudah. Mau apa kau ? jangan dikira aku tidak tahu aksi sembunyi - sembunyimu selama ini. Diamlah dan tunggu kabar selanjutnya !" tegas Jian Yu.


" aku tidak berusaha untuk menyembunyikan apapun, bahkan aku yakin ayah akan menyuruh orang untuk membuntutiku" jawab Jian Rui.


" Kaisar juga sudah tahu bahwa penyelinap yg memberi informasi di kediamannya adalah kamu, jika tidak kamu akan di tangkap sejak dulu" jawab Jian Yu.


Jian Rui diam, ada pikiran di depan wajahnya, dia hendak menggaruk - garuk kepala sebelum di hentikan oleh ucapan Jian Yu.


" hentikan kelakuan bodohmu itu !, tidak apa - apa membunuh orang yg ingin membunuhmu, tapi ingat Jian Rui ! membiarkan satu nyawa hidup walau lumpuh total itu lebih baik daripada membunuhnya !" tegas Jian Yu. Jian Rui diam , ada pikiran di depan wajahnya, lalu Jian Yu pergi.


Semilir angin bersaing dengan laju matahari ke arah barat, langit mulai ternoda dengan bercak - bercak gelap, semakin gelap dan semakin pekat.


Jian Rui sedang duduk di ruangannya membuka surat - surat yg dikirimkan pedang biru.


Jian Rui bangkit dari tempat duduk, berjalan ke pintu keluar. Dalam keadaan Jian Rui menutup pintu, seseorang mengarahkan jari - jarinya ke leher Jian Rui dengan tenaga yg cukup untuk membunuh, Jian Rui menghindarinya, melompat ke samping, lalu menendang ketiak orang itu.


Kedua kaki orang itu terangkat tinggi dari muka bumi, Jian Rui datang dengan cepat, orang itu terpelanting dan diam, namun masih bernafas.

__ADS_1


__ADS_2