Jian Rui

Jian Rui
Kaisar Xie Yan


__ADS_3

" Baginda ?! Jian Yu datang menghadap" jelas pelayan. " persilahkan dia ke sini !" jawab kaisar Xie Yan. Pelayan keluar menemui seorang lelaki berusia 60 tahunan, rambutnya putih seluruhnya, cambang dan jeggotnya juga putih. Pelayan mempersilahkan Jian Yu menuju ke ruangan kaisar berada.


" Jenderal Jian Yu, ada tugas untukmu. Ada aktifitas mencurigakan dari Kerajaan Pencakar Langit, khususnya di daerah perbatasan. Aku telah mengutus seorang pengintai di sana. " kata kaisar, lalu dia menjelaskan profil dari pengintai itu.

__ADS_1


" Menurut yg hamba ketahui, Pencakar Langit tengah mengumpulkan para pemuda yg memiliki indera ke enam, berdasar pemeriksaan bawahan hamba, kemungkinan terkuat adalah para pemuda itu akan dijadikan mata - mata, lebih dari 50 pemuda" kata Jian Yu, duduk dengan bersedekap. Di atas langit - langit, Jian Rui mendengarkan percakapan kedua orang itu, beberapa lama kemudian, dia pergi meninggalkan Istana.


Di kediaman keluarga Jian, Jian Rui memanggil seseorang ke kamarnya. "Pedang Biru ! pergi ke perbatasan Pencakar Langit, selidiki aktifitas mereka, aku akan menyusulmu !" pinta Jian Rui. Pedang Biru keluar. Jian Rui menuju ruang tamu,duduk di kursi. Terdengar derap kaki kuda di luar rumah.

__ADS_1


" Rui ! ikut ayah ke perbatasan ! jangan banyak tanya !" kata Jian Yu, bergegas menuju ruang lain. Jian Rui menampakkan wajah enggan, dia pergi ke kamarnya, memakai pakaian ringkas serba hitam, melesat keluar rumah meniti pepohonan, menuju kota kekaisaran.


Pagi hari di kediaman Keluarga Jian. Jian Yu dan Jian Rui berada di ruang makan. " Rui, apakah kamu tahu untuk apa aku mengajakmu ke perbatasan ?" tanya Jian Yu, tangannya sibuk memilih - milih makanan, sedangkan mulutnya mengunyah. " tidak tahu ! tapi aku bisa menebaknya" kata Jian Rui, tangannya sibuk memilih - milih makanan dan mulutnya mengunyah. " Ayah ingin agar kamu tidak kuper, kurang pergaulan dan pengalaman, kamu anak yg baik tapi itu tidak cukup untuk bertahan di dunia ini, di mana kekuatan sangat di utamakan ! " jelas Jian Yu.

__ADS_1


" Baginda Kaisar memerintahkan ayah untuk mengawasi dan memperhatikan aktifitas terbaru dari Pencakar Langit, apakah kamu mengerti kaisar ?" tanya Jian Yu. " tidak, selain baik pada rakyat, aku tidak mengerti Kaisar" jawab Jian Rui.


" Setahuku, Baginda kaisar banyak masalah akhir - akhir ini, masalah pemerintahan maupun masalah pribadi, jadi jika menghadap kaisar, dengarkan dia dengan baik, dia lah yang memberimu nama Jian Rui !" kata Jian Yu. Acara makan berlanjut dengan damai bersamaan mentari melayang - melayang di angkasa.

__ADS_1


__ADS_2