
Aku berjalan menaiki tangga kantor tempatku bekerja melewati ruang akunting untuk dapat sampai ruang desain. Ketika aku membuka pintu ruang desain, Rani langsung menyambutku dengan pertanyaan, “Gimana Ta?” dengan nada khawatir.
Aku segera mendekat pada Rani. “Ares minta maaf,” kataku girang.
“Terus gimana? Nanta maafin?” tanya Rani bebarengan dengan datangnya Laras dan Reza yang langsung mendekat pada kami.
“Ya kalo maafin sih..., udah aku maafkan tapi nggak semudah itu,” jawabku lalu ku ceritakan semua yang terjadi kemarin.
“Bagus Ta cowok kayak gitu emang harus dikasih pelajaran,” dukung Laras dengan semanagat 45.
“Bubar-bubar udah jam delapan. Pada kerja sana!” peringatan dariku mengakhiri sesi curhat dan kami duduk di bangku kerja masing-masimg.
Seperti biasa hari ini Aruna mengirim pesan melalui bbm, yang isinya menyatakan bahwa ia akan menjemputku jam lima sore.
Ketika aku bersama Laras hendak keluar kantor terlihat orang-orang yang baru kembali dari luar sedang meributkan sesuatu, karena keliatannya menarik maka aku bertanya pada security.
“Itu lho Bu, di depan kantor ada acara akustikan,” jawab seorang security.
“Emang lagi ada event apa?” tanyaku heran.
“Setahu saya nggak ada event apa-apa sih.”
Rasa penasaran mendorong aku dan Laras untuk segera keluar melewati gerbang kantor. Aku terkejut setengah mati melihatnya. Di sana terdapat panggung kecil berukuran 3x4 meter dengan ketinggian sekitar 30 centimeter. Di atas panggung terdapat alat musik lengkap dengan pemainnya, gitaris, bassis, drumer. Itu kan Je-vo band kesukaanku, tapi tunggu dulu personelnya kan cuma empat orang seharusnya, ku lihat ada satu orang lagi, yang membuatku terkejut, ia adalah orang yang ku kenal, wajah tampan penuh pesona itu adalah milik Ares, ia berdiri dengan wajah penuh percaya diri bersiap untuk bernyanyi. Pandangannya tak lepas dari gerbang tempatku bekerja dan ketika melihatku ia segera angkat bicara.
“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas izinnya untuk menyelenggarakan acara di sini, acara ini saya persembahkan untuk seseorang yang amat saya cintai, semoga dia membalas cintaku! Saya akan mempersembahkan lagu Fall for You milik Secondhand serenade, untukmu!” kata Ares di atas panggung sambil menatap tajam ke arahku.
Sorak sorai beserta suara riuh orang-orang yang membicarakan Ares bergemuruh. Orang-orang tampak terkagum-kagum. Ku lihat banyak orang berkerumun di depannya, kebanyakan adalah wanita, beberapa di antara mereka terdengar orang yang membicarakan ketampan Ares. Ya aku sadar Ares memang penuh kharisma.
The best thing about tonight's that we're not fighting
Dinyanykannya bait pertama sambil menuruni panggung.
Could it be that we have been this way before?
I know you don't think that I am trying
__ADS_1
I know you're wearing thin down to the core
Ares berjalan ke arahku. Di hadapanku diraihnya tanganku tanpa berhenti bernyanyi.
#But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you... over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day, I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find
This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
I may have failed, but I have loved you from the start
Terjemahan:
Hal terbaik yang terjadi malam ini adalah bahwa kita tak bertengkar
Pernahkah kita seperti ini sebelumnya?
Aku tahu kau kira aku tak mencoba
Aku tahu kesabaranmu telah habis
#tapi tahanlah nafasmu
Karna malam ini adalah saatnya aku akan jatuh cinta padamu lagi
__ADS_1
Jangan sampai aku berubah pikiran
Atau lebih baik aku mati, Aku bersumpah
Karena tak mungkin kutemukan gadis sepertimu
Tak mungkin kutemukan (gadis seperti) dirimu
Ini bukan yang kuharapkan
Aku selalu bersumpah padamu aku takkan pernah hilang kendali
Kau selalu mengira aku lebih tangguh
Mungkin aku memang gagal, tapi aku mencintaimu sedari semula
Ya, aku memang merasa malu tapi juga senang. Bahkan bukan hanya senang tapi sangat sangat senang.
Aku tak bisa berkata-kata. Apalagi ketika semua mata menatap kami. Mukaku mulai memerah.
Ares mengucapkan terima kasih diakhir lagu. Lalu seseorang yang merupakan vokalis Je-Vo band sebenarnya mengambil alih microphone dari Ares. Ares membawaku pergi dari keramaian sedangkan sang vokalis berkata, “Kita lanjut lagu kedua dari Je-vo judulnya ---.” Ares membawaku ke tempat crew yang berada beberapa meter dari stage tepatnya berada di belakang mini panggung tersebut. Di sana terdapat sebuah mobil van diparkir.
“Maaf Ta, aku bikin keributan tapi aku harap Nanta mau memaafkanku. Ini semua bukti cintaku,” ujar Ares.
“Tapi Res, aku malu. Harus berwajah seperti apa besok saat aku datang ke kantor?!”
“Besok aku jemput ya. Nanta berangkat jam berapa?”
Sebenarnya aku bingung harus menjawab apa, bagamanapun sekarang ini aku juga harus memikirkan Aruna, eh tunggu dulu, aku melupakan Aruna yang menjemputku hari ini dia pasti sudah datang menungguku. Belum sempat aku menjawab, seseorang memanggilku. “Nanta.” Oh tidak, aku bisa lihat wajahnya yang penuh emosi. Ia berjalan mendekat ke arah kami. “Aku nggak nyangka. Ku pikir aku telah benar-benar mengenalmu. Ternyata aku salah.”
Aku segera menyela kata-kata Aruna, “Aruna aku bisa jelasin,” kataku segera sambil gugup. “Aku bukan cewek seperti yang kamu pikirkan Aruna, aku nggak ada hubungan khusus saat ini dengan Ares. Dia tiba-tiba datang dan memberiku kejutan seperti ini.”
Page facebook: je vo band
Link Jevo band: https://m.facebook.com/jevo.foralljevoria
__ADS_1