
Hari Senin,hari dimana sebagian orang malas untuk memulai aktivitas kembali setelah hari libur,tapi tak berlaku buat ku,justru hari Senin sangat di tunggu,nasib jomblo dan hidup di perantauan membuat hari Minggu ku selalu di isi tiduran di kosan,yang tentu malah membuat bosan,jika di tempat kerja tentu akan ada banyak teman,dan fikiran akan teralih dengan kerjaan.
Hari Senin ini giliran ku bekerja pagi,seperti biasa setelah solat subuh,aku pergi keluar kamar kosan untuk membeli sarapan,sesuai kebiasaan ku sarapan sebelum berangkat kerja.setelah sarapan dan bersiap-siap,ku cek semua perlengkapan yang mesti ku bawa,setelah ku pastikan tak ada yang tertinggal aku segera berangkat kerja dengan berjalan kaki,karena jarak kosan dan tempat kerjaku bila di lalui dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10menit saja.
Sambil menunggu gerbang di buka,seperti biasa aku akan berkumpul dengan temen kerja untuk sekedar menyapa dan bercanda,saat gerbang di buka kami bergegas masuk dan pergi ke loker masing-masing untuk berganti pakaian dengan pakaian khusus lapangan.setelah bel tanda di mulai sesi absensi,aku bersama yang lain segera antri untuk melakukan absensi sebelum mulai kerja.
__ADS_1
saat pertengahan jam kerja mesin produksi tempat aku packing tiba-tiba mengalami kendala,mesin tidak berjalan,setelah operator mencoba memperbaiki,tapi tetap tidak mau kembali menyala,terpaksa operator mesin mencari bantuan teknisi,tak lama datang seorang teknisi yang berbadan tinggi,tegap,dan walaupun wajahnya di tutp dengan masker terlihat Dia seperti memiliki wajah yang baik,kulitnya juga cukup putih untuk ukuran pria,terlihat dari lengan baju lapangan yang dia gulung sampai siku.aku hanya berdiri diam sambil mendengar percakapan operator mesin dan teknisi ini,tapi aku agak kurang suka dengan nada bicara teknisi itu,nada nya sedikit ketus dan tidak ramah,dia juga seakan menyalahkan operator dengan apa yang terjadi dengan mesin produksi yang dia pegang.intinya kesan pertama ku dengan pria itu cukup jelek...setelah beres di perbaiki mesin kembali berjalan normal,kami kembali bekerja ke posisi masing-masing.setelah teknisi itu pergi agak jauh teman sebelah ku tiba-tiba bilang...
"duh ya ampun hari ini beruntung banget dech,bisa ketemu Eza,dia ganteng banget,cool gitu,bikin deg-degan" aku sempet mengernyitkan dahi,jadi itu yang nama nya Eza,ga kelihatan si wajahnya tapi kalo di bilang good looking kaya nya mungkin benar,tapi buat apa ganteng,tapi ketus dan jutek gitu,suka aneh sama orang-orang yang malah makin menjadi muji-muji dia.but no problem,itu urusan mereka toh ga bikin rugi aku,aku terus lanjut kerja tak lagi mendengar gosipan mereka.
"sialan lo,syirik aja kalo temen lagi seneng!!"
__ADS_1
aku yang tak sengaja mendengarnya cuma bisa geleng-geleng kepala,dasar cewek dimana pun tetep hobinya gosip,apa lagi gosipin cowok ganteng 😀😀
Tanpa sadar kembali ku lirik pria yang bernama Eza itu,sekarang dia tidak memakai masker hingga bisa ku lihat jelas wajah nya,yahh,,,ternyata mata para perempuan itu tidak salah,dia memang tampan,dengan tubuh tinggi tegap,kulit putih,alis tebal yang berjejer rapi,dan sorot mata tajam nya cukup untuk memikat para kaum hawa,tapi karena kesan pertemuan pertama ku dengan nya sudah jelek,entah kenapa aku malah sebal melihat wajahnya.pedahal kita juga baru pertama ketemu,mungkin karena pengalaman dua kali gagal berhubungan dengan pria tampan,cukup mempengaruhi penilaian ku,aku cukup malas dekat dengan pria tampan hihi,,,,egois memang menilai orang dengan sama rata.
selesai makan,aku menuju mushola di perusahaan untuk menjalankan kewajibanku.tapi sialnya ternyata mushola benar-benar penuh,sementara mukena yang tersedia terbatas,mau tak mau aku harus menunggu giliran dengan sabar.saat aku selesai solat ku lihat jam,aku sudah mau terlambat masuk jam kerja,dengan terburu-buru aku segera pergi meninggalkan mushola,saking panik nya tanpa sengaja aku malah bertabrakan dengan seorang pria yang juga baru keluar dari mushola.karena tubuhku kurus dan pendek otomatis aku yang malah terpental,bukan nya membantu atau minta maaf pria tersebut mlah dengan ketus bilang"maka nya jalan itu matanya di pake,ini jalan bukan milik nenek moyang kamu,jadi jangan seenaknya!!" aku cukup kesal mendengar ucapan nya,ku akui aku memang salah dengan jalan terburu-buru,tapi bukan berarti dia juga bisa seenaknya memarahi orang,udah aku yang terluka,orang sakit masih juga di ceramahin,jadi penasaran siapa pria menyebalkan ini??saat aku mengangkat kepalaku,benar-benar sial,ternyata yang aku tabrak adalah Eza,lelaki sombong dan jutek naudzubillah...tanpa banyak bicara,karena udah kesal luar biasa ku tinggalkan orang menyebalkan itu untuk kembali ke tempat kerja.benar-benar hari ini ada aja masalah yang ku dapat,mesin produksi macet,hampir telat masuk kerja,ketemu makhluk menyebalkan pula.astagfirulloh,,,,tuhan sabar kan lah hati ku,supaya hari ini ku lalui dengan lancar aamiin,,,semenjak hari itu kesan ku dengan pria bernama Eza Syafik abdilah benar-benar buruk,selain wajahnya yang tampan ku nilai sifatnya sama sekali tidak menyenangkan,dan setiap aku bertemu tanpa sengaja dengan nya,aku akan selalu menghindar,entah kenapa melihat dia aku selalu kesal,apa lagi kalo dia sudah memasang mode sok cool nya itu,rasa-rasa nya ingin ku timpuk muka nya itu pake sepatu yang ku pakai.hingga pada suatu hari tanpa sengaja ku dengar Eza sedang menanyakan nama ku,ada apa manusia super menyebalkan itu menanyakan namaku,mau cari perhitungan kah karena waktu itu aku menabraknya tanpa sengaja??kalo iya,gak ada kerjaan banget,entah kenapa otak ini selalu berprasangka buruk terhadap orang itu,pedahal ci dia juga ga salah-salah amat,tapi ya namanya udah terlanjur gak suka,kesel Yo wis namanya perasaan gak bisa di atuh toh???aku cukup penasaran juga dengan alasan dia menanyakan namaku,tapi segera ku tepis untuk apa mikirin dia,lebih baik kembali fokus kerja....beberapa hari berlalu,aku merasa sedikit aneh,karena aku selalu merasa saat kerja pagi aku merasa selalu ada yang mengawasi,apakah itu hanya perasaanku,atau benar ada yang mengawasi,tapi kira-kira siapa????......
__ADS_1