
Selesai makan,aku meminta pulang di samping sudah mau malam,mood ku juga sudah kacau,males berada lama-lama disini,di sepanjang perjalanan pulang kami berdua sama-sama diam.sampai di kosan kami tak lama berbincang,setelah pamitan Eza langsung pulang,tak lama masuk pesan dari dia mengabarkan kalo dia telah sampai rumah dengan selamat,tapi hanya ku baca tanpa membalas,aku benar-benar lelah hari ini.setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian,aku segera menunaikan solat,lalu ku istirahatkan tubuh ku yang lelah ini dan menuju alam mimpi.
pukul 04.30 wib seperti biasa aku terbangun,rasa lelahku kemarin sudah hilang berganti dengan energi baru untuk siap memulai aktivitas lagi.selesai membersihkan diri,segera ku laksanakan solat,beres menunaikan kewajiban,aku segera melakukan rutinitas sarapan terus lanjut bersihin kamar kosan,nyuci baju,karena hari ini aku giliran masuk kerja siang,dan itu artinya seminggu ini aku tak harus bertemu dengan eza.
selama beberapa hari ini aku masuk shif siang aku sengaja menghindari Eza,di perusahaan aku selalu mencari cara untuk tidak berpapasan dengan nya,sedangkan pesan yang dia kirim aku juga tidak membalas nya.di bilang menghindar iya benar,aku menghindari nya,aku hanya ingin meminimalisasi kerusakan yang akan aku terima,status kita saat ini baru berteman saja sudah ada perempuan yang membuat aku dapat masalah,belum lagi mantan yang gagal move on kemarin,gimana kalo sampai kita punya hubungan lebih,jujur kegagalan hubungan ku yang lalu sudah cukup membuat aku mesti berjuang lama menata hati,berusaha terlihat baik-baik saja di depan semua orang,pedahal hati ku sedang tidak baik-baik saja.cukup 2 kejadian kemarin yang membuat ku terpuruk,tidak untuk ketiga kalinya,lebih baik menghindari masalah dari awal dari pada terlambat,tidak akan ada penyesalan yang datang di awal.
Namun naas maksud hati ingin menjauh,tapi kenyataan selalu tidak sesuai,saat aku pulang kerja di hari Sabtu,ku lihat Eza sedang duduk di atas motor nya di depan gerbang,haduh sedang apa dia disana?jangan GR Ra,mungkin saja dia memang sedang ada keperluan dengan teman nya atau dengan perusahaan,ok sekarang pura-pura tidak melihat saja,jangan nengok ke arah dia,berusaha tenang,jalan seperti biasa,anggap dia tidak ada,otak ku terus memberi perintah,saat aku baru saja bisa bernafas lega,tiba-tiba saja Eza menghalangi jalan ku dengan memberhentikan motornya tepat satu langkah di depan jalan yang ku lalui.reflek aku langsung berhenti berjalan,dengan nafas agak memburu efek kaget karena tiba-tiba di salip saat berjalan.betapa ingin ku berkata kasar,boleh ga si kalo aku memaki saat ini?sepertinya kondisi emosi sedang mendukung ini,tapi aku kembali beristigfar supaya tidak emosi,ingat pesan mamah sekesal apapun kamu dengan seseorang selama bisa di bicarakan baik-baik,jangan pernah memakai emosi apalagi sampai mengucapkan kata-kata kasar dan tidak pantas.
" Haura bisa minta waktunya sebentar?bisa kita bicara?" ku hembuskan nafas kesal,sumpah ini cowok sebenarnya mau apa ci?kenapa juga dia nekat mencegat aku pulang kerja..
" maaf ka ada apa?aku cape pingin cepet pulang buat istirahat" ku coba tolak secara halus
" gak akan lama ko,sebentar ada yang pingin aku bicarakan,bisa kamu ikut aku dulu?"
__ADS_1
" maaf kak ini sudah malam,kalo memang ada yang perlu di bicarakan,bisa kita bicara disini saja?" aku masih keukeuh nolak
" oke kita gak perlu pergi jauh,tapi bisa kita bicara di kedai kue di sebrang sana?" Eza menunjuk toko kue yang ada tepat di sebrang tempat kita berdiri,aku masih diem,tapi Eza tidak menyerah gitu aja
" ayolah Ra sebentar,gak enak kalo kita ngobrol di pinggir jalan gini,di lihatin banyak orang,menghalangi orang lewat juga" baiklah dengan terpaksa kembali ku turuti kemauan dia,karena ku lihat juga sudah mulai banyak orang yang melirik kepo terhadap kami berdua.ku langkahkan kaki ku mengikuti Eza ke kedai kue di sebrang jalan,setelah Eza berhasil memarkir motor nya depan aman.
kami memilih tempat duduk di kedai dengan letak yang cukup nyaman untuk berbicara tanpa takut banyak orang yang mendengar,karena berhubung weekend kedai ini juga sedang cukup ramai walaupun sudah semakin malam.saat pelayan menanyakan pesanan kami,kami berdua memesan saja secara acak,kondisi juga tidak sedang mendukung untuk sekedar berlama-lama memilih menu.tak lama Eza mulai buka suara
" aku punya salah sama kamu?aku bikin kamu marah?" huh,,,ku hembuskan nafas lelah di depan nya
" aku baik-baik aja ko,gak lagi ada masalah,dan kakak juga gak punya salah ma aku"
" terus kenapa kamu ngehindarin aku beberapa hari ini?" nada bicara Eza mulai terdengar kesal
__ADS_1
" aku gak ngehindar,itu perasaan kakak aja kali,kita juga kan sekarang tidak satu shif di tempat kerja,ya wajar kalo kita gak pernah ketemu" kilah ku dengan lancar,pedahal di dalam sini detak jantung udah dag Dig dug ga jelas
" oke kalo alasan kita gak ketemu karena beda shif kerja,lalu bagaimana dengan pesan aku yang selalu kamu abaikan,bahkan TLP ku pun tak pernah kamu angkat" Eza mulai hilang kesabaran,tapi kenapa dia harus sekesal itu sih?aku juga kan bukan siapa-siapa nya dia,tapi memang aku tidak mampu menjawab,dia memang tidak memilki salah,tapi perasaan ku yang salah,aku takut sakit hati,aku takut kecewa,memang kita cuma teman tapi perasaan ku sungguh tak nyaman apalagi kemarin eriska sempat menghadang ku di tempat kerja,dan menyindirku dengan pedas sebagai cewek ganjen,mau di ajak cowok jalan tanpa status,cewek munafik sok nolak tapi mau.aku bener-bener sedih,andai aku dari dulu tetap menjaga jarak dan menolak ajakan Eza kemarin,aku gak bakalan kena sindir dan sakit hati.
" maaf kak,tapi ada baik nya mulai sekarang kita jaga jarak"
" kenapa?kamu bilang aku ga ada salah sama kamu,tapi kenapa kita mesti jaga jarak?kalo memang ada masalah,atau aku tanpa sengaja bikin masalah Sama kamu,ngomong aja,kita udah sama-sama dewasa,jangan kaya anak kecil main kucing-kucingan" aku hanya bisa diam,bingung mau menjawab apa,apa harus aku jujur masalah Eriska dan Arin,tapi itu rasanya tidak pantas untuk di besar-besarkan,hanya urusan sesama wanita,aku tak mau di anggap cewek manja tukang ngadu,untuk saat ini lebih baik aku diam,cukup untuk jaga jarak dulu saja dengan eza,ku putuskan untuk beranjak dari tempat duduk ku untuk segera pulang,terserah apa yang di pikirkan Eza,untuk saat ini aku butuh istirahat dan menenangkan hati
"maaf kak udah malam,aku pulang dulu" Eza sempat mencekal tangan ku,tapi tak lama dia melepaskan tangan ku mungkin tidak enak karena ini tempat umum
" oke aku antar"
"tidak usah kak,aku bisa pulang sendiri"tanpa menunggu jawaban aku langsung berbalik meninggal kan tempat tersebut,aku berjalan dengan tergesa takut Eza kembali menahan ku untuk pulang,tapi aku cukup lega karena ternyata Eza tidak mengejar ku,dalam hati aku meminta maaf ke Eza "maaf kak,kakak sama sekali gak salah,kamu pria baik,tapi kondisi yang tak memungkinkan buat kita semakin dekat,lebih baik kita tetap menjaga jarak,aku ingin menjaga perasaan ku,juga perasaan orang lain yang mungkin lebih pantas bersanding dengan mu suatu saat nanti" dengan langkah cepat ku tapaki satu persatu anak tangga tempat kosan,aku ingin segera sampai kamar ku dan mengistirahatkan hati dan tubuh ini yang terasa amat lelah...semoga hari esok menjadi hari yang lebih baik,semoga keputusan yang ku ambil benar dan tidak menyakiti perasaan siapapun.....
__ADS_1