Jodoh Dalam Penantian

Jodoh Dalam Penantian
Kulkas mendadak jadi penghangat ruangan,,,


__ADS_3

Setelah Kejadian acara pengungkapan perasaan dadakan waktu itu,Eza makin sering mengirim pesan padaku,aku pun kadang membalas pesan-pesan nya,karena aku sudah berjanji untuk tidak membatasi komunikasi dan niat silaturahmi.


Kadang saat kita berdua bertemu di tempat kerja,dia akan melempar senyum sebagai isyarat sapaan,dan ku balas dengan tersenyum juga,tentu itu membuat ketiga temanku heboh dan selalu berusaha menggodaku,teman kerja yang lain juga ikut heran dengan sikap nya yang tiba-tiba sering tersenyum kepadaku,tak sedikit juga mungkin yang merasa curiga.tapi aku tak pernah mau ambil pusing,karena menurutku tak ada hal berlebihan yang kita lakukan dan sama sekali tidak merugikan orang lain.namun makin kesini aku mulai merasa was-was,pasal nya Eza sering datang ke tempat kerjaku,walaupun sebenarnya tidak ada yang aneh karena dia teknisi yang kerjaan nya memastikan dan mengecek mesin produksi supaya berjalan dengan baik,tapi yang jadi masalah dia tak jarang sering sekali mengajak ku mengobrol dan entah sengaja atau tidak sering duduk tepat di sampingku jika dia sedang mengerjakan tugas nya.itu sedikit banyak membuat ku agak tidak nyman,karena saat ku curi pandang ke teman-teman kerja ku semua mata seakan menatap ku curiga,dan melihat ku seakan seorang terdakwa bersalah.entah hanya perasaanku yang berlebihan atau memang kenyataan nya seperti itu,sempat aku ungkapkan ketidak nyamanan ku itu kepada Eza saat kita sedang berkirim pesan,tapi jawaban dia malah terbilang terlalu santai dan cuek yang bikin aku sedikit kesal.


" Kak maaf bisa ga kalo kakak sedang inspeksi mesin ke bagian aku,duduk nya jangan tepat di sebelah ku?"


"memangnya kenapa,ganggu kerjaan kamu?" aku agak bingung menjawab tapi,ada baiknya aku jujur tentang ke tidak nyamanan ku.


" bukan begitu,aku cuma sedikit tidak nyaman,gak enak sama teman kerja yang lain"


" terus urusan dengan mereka apa?toh saya lagi mengerjakan pekerjaan saya sendiri,dan saya juga gak gangu kerja mereka,apa yang bikin kamu ga nyaman?" haduh,,,bener-bener sudah ya ngasih tau ke cowok yang keras kepala seperti dia,sabar Ra sabar...


" iya ci,tapi gak enak aja sama sikap mereka,aku cuma ga mau jadi bahan gosip mereka orang-orang yang suka usil"


" ga usah di pikirin,biarin aja selama kamu ga ngerugiin mereka,anggap aja mereka angin lalu"


hah,,,andai semudah itu,tapi ya sudah lah mau gimana lagi,mungkin ada baik nya aku dengarkan nasehat Eza,untuk membiarkan semua berjalan begitu saja,toh memang semua manusia gak ada yang namanya terlepas dari jadi bahan gosipan πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


keesokan harinya Eza seakan sengaja datang ke tempat kerjaku dan lagi-lagi dia duduk di sampingku,dan lebih parah nya lagi,jika biasanya dia cuma duduk dan asyik dengan pekerjaan nya sendiri sekarang dia malah sengaja duduk di sampingku dan malah terus mengajak ku ngobrol,bahkan membantu pekerjaan ku packing produk,jelas saja orang-orang bahkan lebih aneh dan penasaran,sehingga mereka sering kali ku lihat melirik dan berbisik mungkin membicarakan kami berdua,dan entah sengaja atau apa pada saat dia berbicara,dia akan mencondongkan tubuh nya bahkan seakan berbisik ke telingaku.sontak itu tambah membuat ku tak nyaman pasal nya ada satu pasang mata yang terus-terus memandangku dengan tajam,andai pandangan bisa membunuh,mungkin saat ini aku sudah tinggal namaπŸ˜”


Eriska nada Anjani,anak operator yang satu line tempat kerja dengan ku,bukan rahasia lagi kalo dia dari dulu sangat terobsesi dengan eza,itu yang aku dengar dari teman-teman yang sering bergosip.mati lah aku kalo sampe cari masalah dengan dia,apalagi hanya karena seorang cowok.dia perempuan yang cantik,badan nya bagus,langsing dan tinggi,banyak juga pria yang berusaha mendekati dia,tapi seperti yang ku dengar dia hanya suka sama eza.di bandingkan dengan aku yang pendek kurus bagai bubuk renginang ini,ya jelas kalah jauh lah,,,kakak sepupu ku saja sering menghinaku karena badan kurus dan pendek ku,kulitku putih tapi wajahku juga tumbuh beberapa jerawat.aku jadi tak habis pikir apa mata Eza rabun ya,jelas-jelas ada wanita cantik yang rela mengejarnya,tapi malah menyatakan cinta sama aku yang banyak kekurangan ini.bukan maksud tidak mensyukuri apa yang Tuhan kasih,cuma ya secara logika cowok itu katanya makhluk visual,semua berawal dari mata turun ke hati.masa iya di kasih yang cantik,malah mau yang burik?memang wajib di periksa matanya kayanya 🀭🀭


Oke back to topik,aku berusaha sedikit menjauh dari Eza,tapi sial nya Eza malah duduk semakin dekat denganku malah dengan menyebalkan nya dia terus memandangi aku,bukan bermaksud terlalu percaya diri,tapi itu kenyataan nya.saat ku lirik wajah Eriska sudah semakin merah,pertanda dia menahan kesal,aku benar-benar takut mencari masalah,bukan karena nyaliku kecil,tapi aku orang nya paling malas ribut,cari perkara atau Adu mulut,apalagi untuk lawan jenis yang belum jelas juga statusnya.aku coba berbicara dengan eza,secara halus aku ingin dia pergi dari dekat ku


"kak gak ada kerjaan,ko malah nongkrong disini?nanti ada pengawas lihat bisa Kena tegur Lo ka!!"


"lagi free aku,cma keliling cek mesin aja brang kali ada yang ngadat"


"tar pulang kerja ada acara gak?" aku mau nolak tapi saat ku lihat tatapan nya yang penuh harap aku jadi bimbang,takutnya aku malah ngasih harapan palsu sama dia,sementara aku masih berusaha menata hati yang sempat terus retak dan terluka...aku sempat berfikir lama,tapi toh belum tau juga apa tujuan dia bertanya,jadi ya ku jawab jujur saja


"kayanya gak ada kak,kenapa?"


"mau temenin aku ke acara nikahan temen ku gak?"


"hah,,,nemenin kondangan gitu kak?"

__ADS_1


" iya mau ga?"


"hemm...aku gak enak kak nanti ada yang marah kalo aku pergi temenin kakak kondangan?kenapa gak ajak Eriska aja?" ucapku keceplosan,saat aku sadar salah bicara,ku lihat Eza mengernyitkan kening nya seperti gak ngerti


"apa hubungan nya dengan siapa itu tadi nama nya?"


"Eriska kak,Masa kakak gak kenal sama cewek cantik, kembang nya bagian Snack?" dengan santai dan cuek nya dia blg "gak tau,gak kenal,mang harus ya aku kenal dia?" ya salam aku tepok jidat kalo begini,yang cewek suka sampe tergila-gila,yang di taksir malah cuek bebek bilang gak kenal,bener-bener aneh deh dunia ini.


"gimana mau gak?"desak Eza


"gimana ya ka,kira-kira meski pke dress code gak kak,soalnya di kosan aku gak punya baju yang pantas buat pergi kondangan"


"gak ko,apa mau dadakan beli dulu?aku beliin Gimana pulang kerja?" aku langsung menggeleng kuat,apa-apaan niat cari alasan malah mati kutu gini.ya sudah lah cuma nganter doang apa salah nya


"ya udah kak aku mau,tapi aku pulang kosan dulu,baru nanti kakak jemput di kosan"


" oke jam 16.00 wib aku jemput di kosan kalo gitu,sekarang aku mau lanjut keliling dulu ya barang kali ada mesin yang ngadat" aku hanya mengiyakan,akhirnya aku bisa bernafas lega,tapi sepertinya ke kepoan teman kerjaku belum berhenti,aku berusaha tidak menghiraukan mereka,aku merasa ingin waktu cepat berlalu supaya bisa secepatnya meninggalkan tempat kerja dan menghindar dari mata-mata kepo orang-orang itu,rasa nya bener-bener tak nyaman.semua ini hanya gara-gara satu orang yang udah berhasil bikin hari-hari ku gak tenang seperti sekarang ini,apa lagi ada satu singa betina yang sejak tadi seakan sedang mengintai mangsanya untuk segera di habisi tanpa tersisa,aku jadi bergidik ngeri sendiri hiyyyy,,,,,jangan sampe deh tu nenek lampir cantik cari masalah sama aku,bisa berabe nanti duh.....sangat menyebalkan sekali kalo masalah udah berhubungan dengan yang nama nya hati hupp,,,,πŸ˜”πŸ˜”

__ADS_1


__ADS_2