
Sepanjang perjalanan yang terjadi hanya hening,aku hanya memilih diam karena aku juga baru bertemu pertama kali dengan dia,kalo ku deskripsikan tentang sosok nya,dia cukup tampan,lebih tinggi dari faris,cuma dia lebih kurus,dari penilaian pertama orang nya cukup ramah menurutku.
Perjalan tak memakan waktu lama,hanya sekitar 10 menit aku sudah berada di depan rumah tita,rumah Mungil yang cukup nyaman,di depan memang terlihat agak berantakan dengan alat-alat bengkel las,yang ku tau kemudian kalo suami tita yang bernama mas Duloh ternyata buka bengkel las yang menerima pesanan pembuatan kanopi,ranjang ukir besi dll...saat sampai ku lihat tita sudah menungguku di depan pintu rumah dengan senyum ceria nya,tak banyak yang berubah,dia tetap tita yang ceria,cerewet dan yah sedikit lebay hihi,,,dengan heboh nya dia menghampiriku seperti anak kecil yang bahagia bertemu teman main nya,aku hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah lakunya yang tak berubah walaupun sudah menikah.
Tita membawaku kedalam rumah nya yang nyaman,dan langsung menawarkan mau minum apa,aku tak ingin merepotkan nya makanya aku hanya meminta segelas air putih saja,kemudian tita langsung pergi ke dapur untuk mengambil air dan ku lihat ada cemilan juga yang dia bawa,tita langsung duduk d sampingku dan dengan tetap gaya lebay nya langsung memeluk ku dan bilang kangen,memang cukup lama kami tidak bertemu ada mungkin 3thun semenjak kami sama-sama lulus dari SMA,suami tita tak berselang lama datang untuk menyapa,mas Duloh ternyata lebih tua 6tahun dari tita sehingga pembawaan nya memang dewasa,terlihat sabar dan ramah,setelah menyapa karena masih banyak pekerjaan dia memilih pamit untuk kembali bekerja meninggal kami para perempuan untuk lanjut ngobrol mengenang masa-masa sekolah dulu,ataupun membahas hal-hal sepele atau kadang hal tak penting,maklum namanya juga perempuan kalo udah bergosip suka lupa waktu 😊
__ADS_1
Puas ngobrol,tita mengajak ku untuk sekedar berbelanja ke pasar yang cukup dekat dengan rumah nya,tentu bukan pasar tradisional biasa,lebih tepatnya pasar yang menyatu dengan pertokoan kebutuhan wanita yang tentu akan membuat setiap wanita betah berlama-lama untuk berkeliling,kami berjalan kesana kesini layaknya anak muda yang sedang menghabiskan waktu untuk menyenangkan diri,status tita yang sudah bersuami tidak menghalangi kegiatan kami,karena mas Duloh justru mendukung dan memaklumi istrinya,betapa beruntungnya tita mendapat suami yang begitu sabar dewasa dan pengertian.
Hampir tiap toko kami singgahi,kadang hanya untuk melihat-lihat,sampai kami memutuskan membeli atasan couple,aneh memang keinginan temen yang satu itu,tapi aku tak mempermasalahkan itu,di lanjut dengan beli ice cream,dan cemilan lain nya,berasa kembali ke masa2 sekolah yang menyenangkan dan tanpa beban🤭🤭
Setelah berkeliling cukup lama kami memutuskan untuk segera pulang,mau bagaimanapun pengertian nya mas Duloh,tita tetap tidak boleh melupakan tugas utama nya sebagai istri,sesampainya di rumah,tita dan aku tidak lantas kembali bersantai,tapi kita langsung masuk dapur untuk memasak,karena kebetulan sudah mau jam makan siang,berhubung tita memaksa meminta ku untuk ikut masak siang,tentu sebagai tamu yang mau ikut makan gratis hanya diam berpangku tangan,tentu aku secara suka rela menawarkan bantuan,kebetulan aku juga sudah mulai belajar memasak berbagai masakan sederhana,acara memasak memang terasa lebih menyenangkan karena ada yang membantu dan juga sambil tetap mengobrol santai...
__ADS_1
Tak lama mas duloh dan Bian datang setelah mencuci tangan,acara makan pun segera di mulai tentu dengan di awali berdo'a terlebih dulu,kita semua makan dengan tenang,tapi saat makan aku merasa ada mata yang sekali-kali sering mencuri pandang,saat ku angkat kepala ku,tak sengaja aku bertemu pandang dengan Bian yang ternyata kebetulan memang mencuri pandang ke arah ku,sejenak ada rasa canggung antara aku dan Bian,aku sempat melirik tita dan mas Duloh tapi sepertinya mereka tidak menyadari apa yang terjadi dan tetap fokus makan.aku cepat-cepat kembali menundukkan kepala ku dan terus makan.acara makan pun selesai,aku dan tita membereskan alat makan dan mencucinya,sementara para lelaki kembali ke depan untuk merokok entah untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut bekerja.
Karena hari sudah semakin sore,aku memutuskan untuk berpamitan pulang,tita sempat memaksaku untuk menginap dengan alasan masih kangen,tapi aku merasa tak enak harus menginap,walaupun mas Duloh juga menyarankan untuk menginap,tapi tetap ku tolak alasan lain juga karena besok aku harus kembali bekerja di pagi hari,sungguh merepotkan harus berangkat kerja dari rumah tita yang notabene jarak nya lumayan jauh dari tempat kerjaku.dengan berat hati tita mengizinkan ku pulang,dengan syarat aku harus sering-sering main ke rumahnya lagi,dengan cepat aku setuju,toh kalo aku ada waktu luang tak ada salah nya main lagi ke rumah tita,karena saat hari libur aku tak banyak kegiatan,saudara rumahnya jauh dari tempat kerja,sedangkan untuk pulang kampung waktu libur sehari tidak akan pernah cukup,untuk perjalanan bolak balik saja membutuhkan satu hari,mana ada waktu untuk sekedar bercengkrama dengan orang tua terkasih.
Seperti hal nya datang,pulang pun aku masih di antar Bian naik motor sampe terminal bus,tapi berbeda dengan tadi pas datang,sekarang Bian terlebih dahulu memulai percakapan "Ra,kenapa ga nginep aja?dari pada pulang,ini juga udah sore" aku tersenyum dan menjawab "besok kerja pagi,kalo nginep agak repot berangkatnya,takut telat sampe tempat kerja" yang tak ku sangka jawaban Bian agak terasa tak terduga,dia bilang "aku mau ko nganter kamu pedahal kalo besok buat berangkat kerja sampe tujuan dengan aman,kalo sekarang aku masih ada kerjaan,jadi gak bisa nganter kamu sampe tujuan" setelah bingung sesaat aku hanya membalas nya dengan senyuman,karena aku gak tau mau menjawab apa,mana mungkin aku harus jujur,kalo aku gak enak minta tolong sama orang yang baru kenal,benar-benar tidak mau jadi perempuan yang merepotkan.
__ADS_1
Sampai di terminal bus,Bian tak langsung pergi,tapi nunggu sampai aku naik bus dengan aman,saat aku mau naik bus,dia juga bilang "hati-hati ya Ra di jalan nya,cewek cantik bahaya bepergian sendiri"dia ucapkan itu sambil tersenyum,aku hanya bisa tebengong,antara canggung atau malu di goda seperti itu,yang ku lakukan hanya menjawab dengan mengangguk sambil tersenyum.
Saat bus mulai berjalan ku lihat Bian segera melajukan motornya untuk kembali ke rumah tita,ku sandarkan tubuhku di kursi bus,berusaha menikmati perjalanan kembali ke kosan kecil yang selama ini ku tinggali selama bekerja di perantauan ini.saat mata ku terpejam tiba-tiba sebuah nama orang yang baru saja berlalu melintas di fikiran ku Bian Sailendra nama lelaki yang baru ku kenal hari ini....