Jodoh Dalam Penantian

Jodoh Dalam Penantian
Cinta Baru,,,


__ADS_3

Setelah hari pertemuanku dengan tita yang menjembatani pertemuan pertamaku dengan Bian,kegiatan sehari-hariku tak ada yang berubah tetap sepeti biasa,pergi bekerja,pulang istirahat ke kosan,keluar kosan hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari,namun Seminggu kemudian tepat pada malam hari ketika aku sedang berbaring santai sambil mendengarkan musik kesukaanku dari HP,ada pesan masuk dari nomor baru,aku sempat heran dan kesal,karena belakang banyak nomor baru yang sering iseng mengirim pesan atau TLP untuk sekedar mengajak kenalan,entah dari mana mereka mendapatkan no hp ku,tapi yang membuat aku mengerutkan kening,no yang terpasang di hp ku saat ini adalah no baru yang tidak semua orang tau,hanya orang-orang tertentu yang sengaja aku kabari yang tau nomor ini,hanya orang tua ku,keluarga da teman-teman terdekat ku.


Walaupun ragu,aku tetap membuka pesan tersebut dan sungguh di luar dugaan yang mengirim pesan ternyata Bian,orang yang sama sekali tidak terlintas dalam fikiran ku sama sekali...isi pesan nya memang cma berbasa basi,tapi alangkah tak sopan nya bila tidak di balas,berhubung aku masih memandang tita sebagai teman...


Bian "Asslmualkum Ra,ini aku bian,gimana kabarnya?maaf aku lancar meminta no mu dari tita!!"


Aku "Waalkumslam,alhmdulillah baik,gimana kabar kamu dan orang rumah?iya tidak apa-apa"


Bian "Alhmdulillah yang lain sehat,cuma aku aja agak tidak sehat,menahan sesuatu 😊"


Aku sempat bingung harus menjawab apa,haruskah aku bertanya?hanya untuk sekedar peduli sebagai teman,apa gak bakalan di bilang kepo ya??setelah berfikir cukup lama,ku putuskan tidak ada salahnya bertanya,karena toh dia yang memulai pembahasan itu...


Aku "Memangnya ada apa?"


Bian " Kamu tau Ra,aku sedang menahan perasaan rindu dengan seseorang,apa kamu tau Ra siapa orang itu?"


Aku sempat bingung,apa hubungan nya jika aku tau atau tidak?perasaan gak bakal berpengaruh ke harga beras juga,fikir ku sambil aku tertawa geli sendiri 🤭🤭 tapi itu hanya ku katakan dalam hati...


Aku "lah mana aku tau,aku kan gak bisa baca fikiran kamu"

__ADS_1


Bian "Kamu tau?sejak pertama aku ketemu sama kamu,entah kenapa aku selalu ingat kamu,selalu pingin ketemu sama kamu Ra,tapi kemarin aku sempet takut ganggu kamu kalo aku hubungi kamu"


saat aku baca pesan nya aku sempet kaget,ko bisa?pedahal kami waktu itu tidak berinteraksi lebih,dan aku juga gak pernah kefikiran Bian bakalan punya perasaan lebih sama aku.lama aku terdiam dan ku biarkan pesan Bian tanpa balasan,karena yang jelas aku bingung dengan ungkapan perasaan Bian yang tiba-tiba ini,perasaan ku campur aduk,harus bersikap apa aku kepada Bian,di sisi lain aku masih cukup takut untuk kembali menjalin hubungan dengan pria.


Saat aku melamun tak lama hp ku kembali berbunyi,kembali pesan baru dari Bian ku terima..


Bian "Ra ko pesan aku ga di balas,aku tak memaksa,tapi bisakah kamu memberiku kesempatan untuk dekat dengan kamu?aku tau dari tita kalo kamu saat ini tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun"


Dengan ragu,ku balas pesan nya..


Aku "sebelum nya makasih karena udah mau menyukai aku yang tak ada kelebihan ini,tapi untuk menjawab perasaan mu saat ini maaf aku belum bisa,kita baru bertemu,belum tau sifat masing-masing juga,aku pernah merasa kecewa makanya aku ingin lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan kembali,maaf banget ya!!tapi untuk berteman aku tidak menolak,kita jalani saja dulu,kalo kita merasa cocok,kita bisa mencoba naik ke hubungan yang lebih special 😊"


Aku "tentu untuk berteman aku tidak pernah mau melarang atau membatasi,o ya saya akhiri dulu ya percakapan kita,maaf aku sudah mengantuk,mau tidur dulu,selamat malam!!!"


Bian "selamat malam Ra,selamat istirahat,nice dream 😊!!"


setelah ku baca pesan terakhir Bian,ku lempar hp ke atas tempat tidur,sambil ku rebahkan badan ku ke tempat tidur untuk beristirahat dan melepas lelah setelah seharian beraktivitas.


Setelah malam itu,hampir tiap hari jika Bian tidak sedang ada kesibukan dia sering menghubungiku entah itu untuk sekedar tanya kabar,atau hal yang sepele,terkadang tita juga sering menggodaku membahas masalah Bian saat kita sedang bertukar pesan,waktu seakan cepat berlalu 3 bulan sudah terlewati dari saat untuk pertama kalinya aku bertemu Bian,komunikasi Seung kita lakukan,tapi hubungan kita masih belum berumah,masih aku anggap dia sebagai teman.tanpa pernah bosan Bian selalu tetap berusaha perhatian,kadang sesekali mengajak aku bertemu dan jalan ke tempat-tempat bermain,lama kelamaan aku mulai merasa Bian orang yang asik,dia juga orang nya gigih,ku putuskan untuk mencoba menjalani hubungan yang lebih jauh,walaupun tanpa acara kembali mengutarakan perasaan nya,kami sama-sama merasa sudah terikat dalam suatu hubungan yang lebih.kita mencoba menjalani hubungan untuk saling melengkapi,komunikasi kita juga semakin intens,saat ada waktu luang juga kita sering bertemu entah itu di tempat keramaian,ataupun di rumah tita yang menjadi saksi di mulai nya hubungan kita.

__ADS_1


7 bulan sudah kita jalani hubungan ini,tapi semakin lama aku mengenal Bian,semakin tau juga aku tentang kelakuan childis nya dia,ternyata dia adalah pria yang memiliki sifat manja terhadap orang-orang terdekat nya,awalnya aku merasa hal itu tak menjadikan suatu masalah yang berarti,tapi lama kelamaan dia semakin menunjukan sifat childis nya,dia seolah merasa hanya dia yang harus di mengerti,sementara perasaanku sendiri dia seolah tidak mau tau,apa keinginanku dia seakan pura-pura tak paham,sering kali dia yang selalu minta di mengerti,tapi terhadap keinginan dan perasaan ku dia seakan acuh.hal itu yang memicu perasaanku mulai tak nyaman,selain itu dia juga masih sering menemui mantan pacarnya,memang mereka bertemu rame-rame bareng teman nya,tapi hal itu seakan dia tidak menghormati hubungan dan perasaanku,sering kali ku coba membicarakan hal itu...


Aku "Bian kamu habis ketemuan lagi sama Nadia?"ku awali percakapan kita,dengan enteng dia bilang


"iya kenapa?perginya juga rame-rame ko,jangan suka curiga ga jelas dech!!"


"Bukannya curiga ga jelas,wajar dong kalo aku merasa gak nyaman,iya ga?dalam sebuah hubungan kita itu harus saling menjaga perasaan masing-masing,biar gak ada acara salah paham"


"kita cuma nongkrong bareng ga lebih,itu juga bareng anak-anak lain"


"Iya,tapi kalo aku bilang gak nyaman dengan kamu sering ketemu dia,kamu bisa menghindari ketemu dia sering-sering?"


"ya dech aku bakalan ngehindar sering ketemu dia,kamu puas?" dengan senyum kecut aku tak melanjutkan percakapan itu,mau gimana lagi?walaupun perasaanku masih tak nyaman ku coba untuk tidak memperpanjang masalah,aku percaya dia mampu menjaga perasaanku.namun ternyata aku salah,yang ku dengar kabar dia masih sering ketemu dengan mantannya atau saling telpon,dan yang paling membuat aku kecewa Bian tiba-tiba memutuskan berhenti bekerja di bengkel mas Duloh,pindah kerja ikut bersama teman nongkrongnya,dengan alasan gaji lebih besar,tak cukup sampai disitu tiba-tiba nomor hp nya pun ikut di non aktifkan,ini yang paling aku tak suka darinya,suka mengambil keputusan sendiri tanpa mikirin perasaan orang lain,termasuk pacarnya sendiri.


Ku coba bertanya pada tita apa yang terjadi,tita juga seakan angkat tangan,dia bilang Bian orang yang keras kepala susah di kasih tau dan selalu mengikuti ego nya sendiri,tita juga bilang dia tak tau nomor hp Bian yang sekarang.


Apakah sejarah akan kembali berulang???....


di tunggu ya next nya 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2