
Fikiran ku kosong,semua terasa hampa,tak lama rasa sakit melandaku,ku coba tuk melawan,tapi apalah daya tenaga ku yang notabene seorang wanita kurus kalah dengan tenaga Faris yang lebih besar,walaupun sedih,aku hanya bisa pasrah kehilangan satu-satunya harta berharga yang paling ku jaga selama ini,sesuatu yang harusnya ku persembahkan hanya untuk lelaki yang kelak menjadi imam dan pemimpin dalam rumah tangga ku,menangis yang ku lakukan,tapi apakah bisa merubah apa yang telah terjadi?tentu jawabannya tidak,nasi sudah menjadi bubur,menyesal tidak akan pernah mengembalikan semua seperti semula,rasa bersalah semakin terasa,rasa takut tentu ada,tapi inilah hidup,kadang kala kita akan selalu menemui jalan yang salah,,karena lelah tak terasa mataku semakin memberat,tak lama tidur lelap segera menyapa ku....
__ADS_1
Saat aku bangun entah sudah berapa lama aku tertidur,ku lihat Faris sudah mandi dan berganti pakaian,ketika dia melihatku bangun,dia tersenyum dan mendatangiku..."makasih ya Ra,aku seneng banget udah jadi lelaki pertama buat kamu,tenang aja,aku bakalan tanggung jawab ko kalo kamu ada apa-apa" yang ku lakukan Hanya tersenyum paksa dan berusaha memberi kepercayaan.aku berusaha bangkit,rasanya badan ku terasa sakit semua tapi ku coba tahan karena aku sudah tak tahan ingin membersihkan diri.
__ADS_1
Selesai mandi,Faris mengajak ku turun ke lantai bawah untuk makan,kami makan dalam keadaan hening,tak satupun dari kami berbicara...selesai makan,aku berani kan diri mengajaknya berbicara "Faris aku mau pulang" dia sempat diam,tapi akhirnya mengangguk-angguk kepalanya tanda setuju...dia mengantarku pulang sampai ke terminal angkutan umum,seperti biasa dia tidak pernah mengantarku sampai ke kosan,karena saat itu dia belum memiliki motor sendiri...
__ADS_1
Hari berganti hari,bulan pun berlalu,awal komunikasi lancar,kami masih tetap sering bertemu walaupun jarang di karena kesibukan kita masing untuk bekerja,namun setelah beberapa bulan mulai terlihat perubahan terhadap sikap Faris,seakan secara perlahan dia mulai menjauh,menghindar,kadang terasa susah di hubungi,dia selalu berdalih sibuk bekerja lembur,hingga suatu hari Faris seakan benar-benar menghilang tanpa jejak,no hp nya tidak aktif,mungkin berganti nomor,ku coba terus menghubunginya,tapi memang sepertinya dia sengaja mengganti nomor hp untuk menghindar,rasa nya hatiku pedih,ini kah lelaki yang berjanji akan bertanggung jawab dan menjagaku selamanya???ku coba menghubungi saudaranya,tapi tak membuahkan hasil mereka bilang memang dia juga jarang menghubungi orang tuanya,aku tak patah semangat,ku hubungi teman-teman nya yang aku kenal,terakhir kabar yang ku dengar dia sudah berhasil membeli motor baru,itu semakin membuat ku bertanya,kenapa??bukan kah seharusnya setelah memiliki kendaraan dia lebih mudah menemuiku,namun nyata kenyataan pahit menyapaku,dia memang sengaja ingin menjauh dari ku...setengah memaksa ku terus desak teman kerjanya untuk menanyakan keberadaan dia dan alasan dia menghilang,tapi jawaban mereka setelah ku desak malah semakin membuat hatiku hancur,mereka dengan tak enak hati bilang kalo Faris sudah punya pacar lain dan hubungan mereka sudah layaknya suami istri,bagai di sambar petir siang bolong,andaikan hati seperti kaca akan terdengar pecahan yang menggema,inikah balasan yang Faris berikan padaku setelah semua,pengkhianatan,kekecewaan dan rasa sakit,sungguh tak ku sangka orang yang selama ini ku mulai sayang dan percaya tega memberikan luka yang teramat dalam,,,apakah yang harus ku lakukan selanjutnya???mau di bawa kemana akhir hubungan ini??..…
__ADS_1
Teman-teman dekatnya pun dengan tak enak hati menasehati untuk merelakan dia,karena mereka tau itu mungkin yang terbaik untuk ku dan dia,lama ku berfikir hingga ku bulatkan tekad,yah....mungkin ini memang akhir yang harus ku ambil....
__ADS_1