
Entah harus tertawa atau menangis,lagi-lagi pria yang aku beri kepercayaan menghilang tiba-tiba,begitu menyebalkan kah aku?sehingga para pria itu tidak betah bersamaku,tapi aku tidak pernah mau berputus asa,sebuah hubungan percintaan bukan segalanya,beruntung pula,Alloh memberi jalan untuk mengakhiri hubungan ini,sebelum rasa yang ku miliki semakin dalam yang pasti itu akan membuat luka yang dulu sempat tertutup kembali terbuka lebar.bagiku saat ini penting untuk selalu berfikiran positif,apa yang Alloh berikan itu yang terbaik,mungkin Bian bukan pria terbaik untuk ku,mungkin aku tidak akan mampu menghadapi sikap egois dan kekanakan nya,aku yakin Alloh akan memberikan pria yang lebih baik,untuk saat ini yang harus ku lakukan adalah untuk memperbaiki diri.
5 bulan sudah Bian hilang tanpa kabar,tita memberi tahu kalo beberapa hari yang lalu Bian sempat memberi kabar kalo ternyata hp nya kena copet,dia menghubungi menggunakan hp teman nya,tapi sampai saat ini tak ada itikad baik dia berusaha menghubungiku,hanya untuk sekedar memperjelas hubungan ini.tapi semua itu tidak membuat beban fikiran ku,karena dari awal dia lost contacts aku sudah belajar mengikhlaskan dan menganggap bahwa hubungan kita yang baru seumur jagung sudah berakhir.
Ku lalui hari ku seperti biasa,tak terasa tinggal beberapa hari lagi masa kontrak kerja di perusahaan yang saat ini jadikan tempat ku mencari rezeki akan berakhir,tidak ada perpanjangan kontrak,karena sudah menjadi peraturan orang rantau bekerja di perusahaan itu paling lama hanya 2/3 tahun saja,selebihnya boleh mengambil kerja borongan,cuma resiko kalo tak ada pekerjaan atau pesanan memadai,kita para pekerja borongan harus jadi pengangguran sampai perusahaan membutuhkan kembali tenaga kita,yang tentunya kadang sebulan atau lebih dari 2 bulan baru ada panggilan kerja lagi dari perusahan.tidak menjadi masalah jika pekerja adalah penduduk setempat,tapi bagi ku yang anak rantau,yang harus tinggal di kos-kosan bekerja seperti itu sama saja mencari mati,bagaimana dengan untuk makan sehari-hari atau membayar uang sewa kosan jika datang nya panggilan pekerjaan tidak menentu dan tak bisa di pastikan Sampai kapan harus menganggur.
walaupun berat,saat waktunya aku berhenti bekerja terpaksa aku harus kembali ke kampung halamanku untuk sementara,sambil menunggu panggilan interview untuk bekerja kembali.sebelum pulang kampung aku sempat mengirimkan surat lamaran ke beberapa perusahaan yang ku dengar kabar sedang membuka lowongan pekerjaan,aku berharap dari salah satu perusahaan yang aku kirimi surat lamaran secepatnya memberi kabar gembira kepadaku.terlepas dari hasil ku serahkan semua nya pada Tuhan,yang penting aku sudah berusaha dan tentu di selingi dengan berdo'a 😊
Saat aku pulang kampung,orang tua ku cukup senang mendengar kabar itu,terutama ibuku,aneh memang ibu ku itu,dia lebih bahagia bila anak nya selalu berada di depan matanya di bandingkan harus bekerja di perantauan.saat pertama aku memutuskan untuk pergi bekerja ke perantauan,orang pertama yang seakan menentang adalah ibuku,dia merasa untuk saat ini kedua orang tua ku masih sanggup mencukupi kebutuhan ku sebagai anak nya.ku dengar dari ayah,tak jarang ibu sering menangis jika teringat dengan diriku,ya Tuhan ampuni semua dosa ku yang telah membuat sedih orang tua ku,bukan nya membuat mereka bangga dan bahagia.bukan maksud ku membuat Meraka sedih dan khawatir,tapi sebagai anak yang sudah dewasa,aku merasa malu jika setelah lulus sekolah tetap diam di rumah jadi pengangguran,walaupun Berulang kali ibu berkata orang tua ku masih sanggup mencukupi kebutuhan ku,tapi dalam hati kecilku aku berharap bisa menghasilkan uang sendiri,minimal nya walaupun belum sanggup mencukupi kebutuhan orang tua ku,aku bisa mencukupi kebutuhan diriku sendiri,tidak lagi menjadi beban orang tua ku.
And finally disinilah aku,kembali ke rumah orang tua ku,yang Akhir nya bisa membuat aku kembali berkumpul dengan orang tua dan adik ku,disinilah tempat paling nyaman untuk kembali,tempat berada semua kehangatan dan kasih sayang.
Semua masih sama,aku bersyukur memiliki orang tua yang penuh kasih sayang,sehingga seberat apapun permasalahan yang aku hadapi,mereka akan selalu ada untuk menguatkan ku,memberiku dukungan dan kekuatan,walaupun aku sering mengecewakan mereka,mereka tidak pernah berhenti untuk memberikan seluruh kasih sayang nya.
__ADS_1
Selama hampir 3 bulan aku jadi pengangguran,kerjaan cuma makan,tidur dan sesekali membantu pekerjaan rumah.aku yang terbiasa bekerja mulai merasa jenuh,tiap hari hanya berdiam diri di rumah,sementara teman-teman sebaya yang ada di lingkungan rumah ku kebanyakan juga pergi merantau,sekali nya yang ada,mereka rata-rata sudah menikah dan menjadi ibu rumah tangga,tentu tidak akan mungkin banyak waktu untuk sekedar nongkrong dan bergosip tak jelas seperti saat dulu masih lajang..
Tanpa patah semangat aku tetap mencari info lowongan pekerjaan lewat teman-teman ku yang sekarang di Bandung dan kota tempat perantauan lain nya,namun belum juga mendapatkan hasil,terpaksa aku harus terus bersabar,aku yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan tempat kerja terbaik nantinya.
Hingga di suatu siang,saat sedang asyik tiduran tiba2 hp ku berbunyi,salah satu temanku yang berada di Bandung dan satu tempat kosan dulu menelpon ku,aku sempat bingung tumben ini anak telpon,biasanya juga cuma misedcall doank....
"hallo,assalamualaikum Novi,da apa?"
"Ra barusan ada telpon dari PT. C****,kamu masukin lamaran ke perusahaan itu?"
"iya Vi aku Memang mengirim Surat lamaran ke perusahaan itu,ada kabar kah?"dengan was-was aku bertanya
"iya Ra kebetulan tadi aku yang angkat telpon kosan,ada panggilan interview besok buat kamu"
__ADS_1
"Alhmdulillah,mksih Vi buat infonya,sore nanti aku langsung berangkat,tapi aku bingung besok selesai interview aku mesti tinggal dimana dulu?"
"aduh Ra kamu ini kenapa mesti bingung ci,nginep aja di kamar kosan ku,lagian besok aku kerja malam,jadi kamu bisa tidur di kosan ku sekalian jagain kamar aku ya biar aman hehe,,,,"
"dasar kamu Vi,ada-ada aja kelakuan mu itu,ok makasih ya sebelumnya,makasih juga udah telpon memberi kabar!!"
"ga apa-apa,bukan masalah besar ko,udah dulu ya aku mau lanjut beres-beres kamar,kamu juga siap-siap kalo mau berangkat sore,hati-hati di jalan,aku tunggu di kosan,bye...
" ok Vi,makasih ya,bye..."
setelah menutup telpon aku segera menemui ibuku untuk menyampaikan kabar gembira ini,sekalian meminta restu,supaya keberangkatan ku kali ini membuahkan hasil,tidak seperti sebelumnya,Karena aku sadar ridho dan do'a ibu sangat penting dalam setiap langkah seorang anak,bersyukurnya lagi,kali ini tak ada penolakan dari ibu,mungkin kali ini beliau sudah bisa menerima dan ikhlas melepas aku pergi untuk kembali merantau untuk mencari sebongkah berlian,asyiiik,,,,sekali-kali lebay boleh lah ya hihi....
Tanpa membuang waktu aku langsung berlari ke kamar untuk segera mempersiapkan keperluan buat berangkat ke Bandung sekaligus mempersiapkan mental untuk menghadapi interview besok.setelah semua yang ku butuhkan siap,aku segera berpamitan kepada orang rumah,sekaligus meminta do'a kepada orang tua ku supaya keberangkatan ku kali ini di beri kemudahan dalam segala hal.
__ADS_1
Ok,,,and sekarang Bandung i'm coming.........