Jodoh Salah Kamar

Jodoh Salah Kamar
part 14


__ADS_3

GA USAH DI BACA


Bagaimana tidak, Aurelia sudah menjaga rahasia ini dan memendam perasaan nya untuk Amar selama 3 tahun. Waktu masi SMP Aurelia satu sekolahan dengan Amar namun sayang nya Amar tidak perna melirik Aurelia sedikit pun karena Aurelia anak pendiam dan tidak mudah bergaul. Namun takdir mempertemukan mereka lagi.


"Tenang saja aku ngak tertarik menceritakan cinta rahasia mu itu yang sangat tidak penting dan membosan kan" Ucap Evan sembari berjalan keluar. Namun saat lewat di samping Aurelia, Evan berbisik "Tapi aku ngak janji yah" Ucap Evan lagi dan berlalu pergi.


"Evan awas saja jika kau menceritakan hal ini ke orang lain" Ancam Aurelia sembari menarik lengan baju Evan.


"Eh.. ada kak Evan, kalian sudah saling kenal?" Tanyak Dea yang baru saja kembali setelah membeli minuman untuk Renata. namun Evan tidak menjawab dan pergi meninggal kan kedua gadis itu.


"Ahh di banding kan kak Amar yang ramah aku lebih suka dengan cowok yang agak nakal" Dea berkata sembari menatap kepergian Evan.


"Orang gila kayak gitu apa yang harus di sukai sih" batin Aurelia.


"Oh iya kau belum selesai membersihkan toilet nya?" tanyak Dea dan Aurelia hanya menggeleng. "Yasudah mari aku bantu biar cepet selesai setelah itu kita ke kantin" Saran Dea dan Aurelia pun mengangguk dan segera membersikan toilet.


***


"Ihh aku tuh muak banget liat si Amelia yang sok kecantikan itu" Ujar Nadine dengan emosi.


"Memang nya ada apa lagi dengan Amelia? Candra kan sudah menjadi milik mu seutuh nya. Ada masalah apalagi sekarang? Tanyak Arini dengan nada malas nya.


Amelia, Nadine dan Arini bersahabat sejak dulu, Namun Nadine selalu merasa iri akan kehidupan Amelia yang selalu beruntung. Hingga Nadine tega merebut Candra dari pelukan Amelia. Hubungan Candra dan Amelia kandas karena Nadine menjebak Candra dengan mamasukan obat ke dalam minuman Candra agar mereka bisa menikmati malam panjang bersama sama.


Walaupun begitu Amelia tetap bersikap baik kepada Nadine dan Candra. Tidak bisa di pungkiri hingga saat ini Amelia masi menyimpan rasa untuk Candra karena hubungan selama 5 tahun kandas begitu saja. Namun rasa benci dan kecewa lah yang membuat Amelia berfikir seribu kali untuk kembali lagi di pelukan Candra walaupun Candra masi terus mengejar Amelia hingga saat ini.


"Candra selalu saja menyanjung Amelia dan merendahkan ku!!" ucap Nadine emosi "Sedikit sedikit Candra mengatakan jika Amelia adalah gadis baik baik dan bisa menjaga kehormatan nya untuk suami nya kelak... Aaarrrgghh!! Ucap Nadine berapi api.


"Kenapa kau marah? bukan nya yang di katakan Candra itu benar ada nya" Arini hanya melirik nya sebentar lalu melanjut kan perkerjaan nya. Hal ini sudah setiap hari Arini dengar dari mulut Nadine.


Candra berkerja di sebuah perusahaan besar sebagai direktur Namun kedudukan nya itu tidak lama lagi akan di ganti kan oleh orang lain dan itu membuat Candra marah. Sedang kan Nadine dan Arini berkerja sebagai karyawan biasa di perusahaan itu.


***


Setelah satu jam perjalanan akhir nya Amelia sampai di perusahaan Sebastian dan segera memberikan surat lamaran kerja nya ke resepsionis. Amelia berharap bisa lolos masuk ke dalam perusahaan itu sebagai sekretaris, Walaupun Nadine dan Arini juga berkerja di perusahaan yang sama. Setelah hampir setengah jam mengurus surat lamaran kerja akhir nya Amelia pun kembali ke Cafe Shop.


"Aku tuh heran dengan hubungan kalian berdua, sebenarnya kalian ini saling mencintai atau ngak si?" Tanyak Arini setelah mendengar keluhan Nadine seperti biasa nya.


"Kenapa kau ngomong gitu? jelas lah kita berdua saling mencintai dan bahkan kita berdua hampir setiap minggu bercinta di apartemen ku" Jawab Nadine tampa rasa malu sedikit pun mengumbar aib nya.


"Lantas mengapa kalian berdua selalu saja bertengkar hanya karena masalah sepeleh dan selalu saja membawa nama Amelia di dalam pertengkaran kalian" Seketika mood Arini rusak mendengar ocehan Nadine yang sangat membosan kan.

__ADS_1


Nadine hanya terdiam namun dari raut wajah nya Nadine sangat kesal karena Arini selalu saja membela Amelia. Walaupun Nadine tau jika Arini juga sebenarnya iri kepada Amelia namun Arini hanya diam saja.


"Selama aku belum menghancurkan kehidupan Amelia, Aku tidak akan tenang dan akan selalu mengusik nya" Kata Nadine dengan nada ketus.


"Nadine, kita dan Amelia sudah lama bersahabat dan kau tau sendiri kan jika dia itu bak dewi maha suci. Bahkan saat dia mengetahui kau dan Candra telah berselingkuh hanya butuh hitungan detik saja bagi nya untuk keluar dari rasa emosi dan memberikan selamat kepada kalian berdua di depan orang banyak".Tukas Arini panjang kali lebar.


"Kau tidak usah sok muji muji dia dehh, aku tau jika kau sebenarnya juga iri kepada Amelia kan" Ketus Nadine.


"Yang aku katankan benar ada nya bukan sok muji Nad. Dan soal aku iri atau ngak nya itu bukan urusan mu" Ketus Arini dan berlalu pergi meninggal kan Nadine yang masi kesal.


****


Disekolah Aurelia, Zira dan Dea belajar namun kali ini adalah pelajaran Matematika membuat Aurelia menjadi malas dan malah tidur di kelas.


"Hey pemalas bangun, nanti kau kena hukum" Dea mencubit pipi Aurelia agar dia terbangun namun Aurelia enggan membuka mata nya.


"Tau tuh, buruan bangun sebelum di marahin bu ratna" kata Zira lalu Beberapa menit kemudian bel istirarahat pun berbunyi dan dengan cepat Aurelia bangun.


"Ahh akhir nya istirahat juga" kata Aurelia sembari merenggangkan tangan nya. "Yuk kekantin aku sudah lapar" Ajak Aurelia.


"Tadi aku membangun kan mu tapi kau tidak bergerak sedikit pun. Giliran suara bel kau malah terbangun" Tidak heran bagi Dea melihat Aurelia yang begitu karena sejak dulu Aurelia memang seperti itu.


Ketiga gadis itu pun berjalan menuju kantin sembari bercerita. Tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai dan segera memesan mie ayam untuk mengisi perut nya yang sedang demo.


"Yuk kebetulan cosmetik aku udah habis nih"


"Lain kali aja yah, Aku harus membersihkan rumah kost dan mengatur barang" Jawab Aurelia.


"Rumah kost? memang nya kau tinggal sendiri"


"Yaa, mulai hari ini aku tinggal di rumah kost karena rumah ku sangat jauh, jika kau mau kita bisa tinggal serumah" Saran Aurelia.


"Emm nanti aku tanyak ibu ku dulu, kau kan tau ibu ku tidak terbiasa jika aku tidak ada di rumah katanya rumah jadi angker kalau aku tidak ada" Celoteh Dea.


Aurelia hanya mengangguk dan sedikit tersenyum. Beberapa menit kemudian mie ayam yang mereka pesan pun sudah siap.


Setelah pulang sekolah Aurelia pun segera kembali ke rumah kost dengan terburu buru karena Aurelia lupa mengambil kunci yang masi bergantung di gagang pintu. Aurelia mengendarai sepeda motor nya dengan kecepatan agak tinggi karena takut jika seseorang akan masuk kedalam rumah nya.


Namun tiba tiba saja ada seorang pria yang melintas di depan Aurelia sontak Aurelia pun membating motor nya ke arah kiri hingga menabrak pohon besar.


"Hey apa kau buta yah, kau tidak melihat aku sedang nyebrang jalan" Ketus Evan sebelum melihat siapa yang hampir saja menabrak nya

__ADS_1


"Apa kau bilang!! kau yang menyeberang jalan Tampa melihat kiri kanan dan kau malah menyalahkan ku" Aurelia tak abis pikir dengan pria yang ada di depan nya itu. jelas jelas dia yang nyebrang Tampa melihat kiri kanan tapi malah Aurelia yang di salah kan.


"Kau yang mengendarai motor butut dengan sangat kencang, harus nya kau lebih berhati hati" Evan pun mendekati Aurelia dan mengulurkan tangan berniat ingin membatu Aurelia. "Aurelia" Ucap Evan saat melihat Aurelia yang sedang membersikan sikut nya yang berdarah.


Aurelia pun mendongak kan kepala nya dan melihat Evan yang sedang mengulurkan tangan "Kau" pekik Aurelia dengan tatapan dingin nya.


"Sini aku bantu berdiri" Evan menawarkan bantuan namun Aurelia enggan meraih tangan Evan.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" Ketus Aurelia.


"Yasudah terserah kau saja" Kata Evan sembari menunduk dengan jarak yang begitu dekat dari wajah Aurelia.


"Eh eh kau mau ngapain" Aurelia terlihat sangat gugup dengan pipi yang memerah dan menutup mata nya rapat rapat.


"Hey pakai otak mu itu! apakah kau akan duduk di situ sepanjang hari" Evan berkata sembari mengambil ponsel nya yang terjatuh tepat di samping Aurelia.


Sedari tadi Evan berjalan sembari bermain ponsel sehingga Evan tidak melihat jika ada kendaraan yang sedang melaju.


"Eh iyaa.." Aurelia pun berusaha berdiri namun terjatuh kembali karena lutut Aurelia juga luka dan berdarah "Aww" pekik Aurelia setelah berhasil berdiri dan berjalan meninggal kan Evan.


"Hey gadis bodoh" panggil Evan lagi.


"Apa lagi!!" Aurelia pun berbalik melihat Evan yang sedang cengengesan dan membuat Aurelia kebingungan.


"Kau mau pergi ke mana Tampa motor butut mu ini!! walaupun kau menyimpan hingga berhari hari aku yakin pencuri pun tidak akan menyentuh motor butut mu" Ledek Evan sembari tertawa kecil.


"Ahhhh bodoh nya aku, bisa bisa nya aku lupa dengan motor butut itu"Batin Aurelia. pun merasa malu dan segera menghampiri Evan yang masi saja tertawa di samping motor Aurelia.


"Minggir" Aurelia menyenggol tubuh Evan dengan kasar hingga Evan terjatuh karena Aurelia tiba tiba menyenggol nya sontak Evan pun menarik tangan Aurelia hingga terjatuh di atas dada Evan.


Seketika keheningan pun terjadi di antara mereka. Evan terus memandangi Aurelia begitu pun sebalik nya.


"Haduhhh anak muda jaman sekarang slalu saja bermesraan di tempat umum" Ucap seseorang yang melintas di jalan itu dan tampa sengaja melihat Evan dan Aurelia. Aurelia pun segera berdiri dari tubuh Evan dengan pipi yang merah seperti tomat.


"Kau mau pergi kemana" tanyak Evan sembari memperbaikin posisi motor Aurelia dan berniat ingin membantu Aurelia.


"Ke rumah kost cempaka" jawab Aurelia cepat.


"Kau tinggal di sana" tanyak Evan.


"Yaa"

__ADS_1


"Tapi aku tidak perna melihat mu di sana" Tanyak Evan lagi sembari mendorong motor Aurelia yang rusak.


"Yah karena aku baru pindah pagi ini" Jawab Aurelia sembari berjalan pincang di samping Evan. Tampa terasa mereka berdua pun sudah sampai di rumah kost cempaka dan ternyata Evan juga tinggal di rumah kost cempaka di kamar no sembilan sedangkan Aurelia tinggal di kamar no enam. Rumah kost yang mereka tempati hampir mirip dengan Apartemen. dan kamar mereka berada di lantai dua


__ADS_2