
Zira dengan cepat menggelengkan kepala nya dan kembali berjalan menuju ruang ganti dengan sempoyongan dengan bantuan beberapa karyawan butik.
Beberapa menit kemudian Zira telah selesai berganti pakaian "Sayang, lebih baik kita ke dokter" Ucap Toby saat Zira berjalan menghampiri nya.
"Aku tidak mau ke dokter"
"Tapi sayang.."
"Aku hanya ingin pulang" pinta Zira.
Toby pun mau tidak mau mengikuti kemauan Zira meski pun sedikit ragu. Namun tetap mengantar Zira pulang.
.
.
Setelah sampai di panti asuhan, Zira dengan cepat berlari masuk ke dalam kamar mandi karena marasa mual sedari tadi. "Seperti nya maag ku kambuh" gumam Zira dalam hati, setelah berusaha mengeluarkan isi perut nya walaupun yang keluar hanya cairan.
Sejak pagi Zira memang belum sarapan, hanya segelas susu yang masuk kedalam perut nya. Setelah membersihkan mulut nya, Zira kembali ke naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuh nya yang begitu lemas.
Entah mengapa perasaan Zira begitu aneh, Zira berguling ke kiri dan kanan lalu duduk dengan sangat gusar saat merasakan perut nya kembali mual.
"Zira, makan dulu gih" Ucap ibu panti sembari membuka pintu kamar Zira lalu duduk di samping Zira yang sedang termenun.
"Lagi mikirin apa, serius banget wajah nya" Ucap ibu panti sembari menyentuh pundak Zira yang belum juga menyadari kehadiran Lusy di samping nya.
"Ah ibu, sejak kapan ibu masuk" Tanyak Zira.
"Sejak kamu melamun"
"Zira tidak melamun kok" Ucap nya bohong.
"Lagi mikirin apa" Tanyak ibu panti.
"Ngak ada kok, bu" Zira berbohong padahal jauh di lubuk hati nya Zira merasa bersalah telah membohongi Toby.
"Yaudah makan dulu gih, kasian bayi kamu loh kalau bunda nya ngak makan" Ucap ibu panti sembari berdiri.
"Nanti Zira makan kok bu"
"Yaudah ibu tunggu di dapur" Ucap ibu panti dan di jawab anggukan oleh Zira.
Hati Zira benar-benar tidak tenang dan merasa gusar. Ingin rasa nya Zira memberitahukan Toby jika diri nya sedang mengandung namun Zira sangat takut jika Toby marah dan membatalkan pernikahan ini.
Dan dengan bodoh nya Zira menelfon Amanda dan memberi tahu kan kabar kehamilan nya karena perasaan Zira sangat kacau. "Hallo Amanda" Ucap Zira saat sambungan telfon nya terhubung.
"Ada apa" Jawab Amanda begitu cuek.
__ADS_1
"Malam itu saat kita ke bar, apakah terjadi sesuatu pada ku" Tanyak Zira.
"Tidak terjadi apa-apa" Jawab nya malas.
"Lalu kenapa aku bisa hamil" Lirih Zira.
"Apa!! Kamu hamil" Pekik Amanda begitu keras. "Kamu pasti bercanda kan, Zira" Ucap Amanda dengan terkejut.
"Mana mungkin aku bercanda"
"Kamu dimana sekarang biar aku menjeguk mu" Ucap Amanda sembari tersenyum penuh makna.
"Aku di panti asuhan"
"Baiklah, kamu tunggu sebentar, aku akan kesana" Ucap Amanda lalu mematikan telfon nya.
Amanda begitu puas mendengar bahwa Zira sedang hamil sedangkan Zira akan menikah bersama Toby dua minggu lagi. Amanda pun segera berganti pakaian dan menyusul Zira di menjenguk Zira. Namun sebelum ke rumah Zira, Amanda pergi ke rumah Toby terlebih dahulu.
"Mana mungkin Zira hamil!!" Pekik Toby saat Amanda menceritakan bahwa Zira sedang hamil.
"Aku berani bersumpah Toby, kau ingat kan saat kita pergi ke bar beberapa minggu yang lalu" Ucap Amanda dengan menunduk "Sebenar nya sebelum pulang, Zira bertemu dengan seorang pria dan menyuruhku untuk pulang lebih dulu" Lanjut Amanda.
"Amanda aku peringat kan yah!! Jangan perna kamu memfitna Zira lagi!! Jika tidak maka aku sendiri yang akan menghancurkan mu!!" Ucap Toby dengan penuh amarah.
"Kalau kamu tidak percaya, Ayo kerumah sakit bersama aku" Ucap Amanda dengan penuh keyakinan.
Amanda tersenyum licik saat melihat kemarahan dalam diri Toby. "Aku harus memanfaatkan situasi ini agar mereka berpisah" Ucap Amanda dengan seringai Licik.
Toby yang sudah berada di luar pagar membunyikan klakson nya "Amanda cepat masuk" Teriak Toby dan Amanda pun segera berlari menuju mobil Toby dan duduk di samping Toby.Toby yang sudah berada di luar pagar membunyikan klakson nya "Amanda cepat masuk" Teriak Toby dan Amanda pun segera berlari menuju mobil Toby dan duduk di samping Toby.
Selama di perjalan Toby hanya diam berperang dengan fikiran nya sendiri. Sedangkan Amanda sudah tidak sabar ingin melihat kemarahan Toby dan melihat Zira terpuruk.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya Toby dan Amanda sampai di panti asuhan.
Tap..
Tap..
Suara langkahan Toby seperti megema di seluruh ruangan Toby benar-benar akan mengamuk jika betul Zira sedang hamil karena sejak berpacaran dengan Toby, Zira tidak perna mengijinkan Toby untuk menyentuh nya apalagi mencium nya. Lalu bagaimana bisa Zira hamil!!.
"Toby, kenapa kamu bisa ada di sini" Tanyak Zira dengan terkejut sekaligus panik.
"Kenapa kamu terkejut? Apa salah jika aku menjenguk calon istri ku yang sedang hamil!!" Ucap Toby dengan expresi datar.
"Maaf Toby ini tidak seperti yang kamu bayangkan" Ucap Zira sembari berusaha turun dari ranjang untuk menghampiri Toby. "Aku tidak tau, kenapa aku bisa hamil" Lanjut Zira berdiri di hadapan Toby.
"Menurut mu aku percaya! Tidak Zira!"
__ADS_1
"Maaf ini semua salah ku, seandai nya malan itu aku tidak mengikuti permintaan Zira, mungkin Zira tidak akan hamil" Bukan Toby yang menjawab melainkan Amanda sahabat lucknut Zira.
"Amanda, apa yang kamu katakan!! Malam itu aku menyuruh mu untuk mengantar ku pulang tapi kamu malah..."
Plak
Belum sempat Zira menjelaskan, Toby yang tersulut emosi dengan tega menampar pipi mulus Zira. Zira yang masih lemah langsung tersungkur ke lantai, lalu menatap Toby dengan mata barkaca kaca tak menyangka Toby akan berlaku kasar pada nya.
"Kamu seharus nya malu dengan apa yang kamu perbuat, bukan nya malah menyalahkan orang lain" Toby mencengkram dagu Zira begitu kuat hingga Zira meringis kesakitan.
"Kita sudah pacaran begitu lama Zira!! Kamu tidak perna mengijinkan aku untuk menyentuhmu bahkan mencium pipi mu saja dan sekarang kamu ingin aku menjadi tempat pelarian mu? Aku tidak sebodoh itu, Zira!!"
"Toby lepaskan, kasihan Zira dia sedang hamil" Ucap Amanda sembari memegang tangan Toby.
"Akh ss_sakit" Ucap Zira kesakitan.
Toby melepas cengkraman nya dengan kasar, membuat Zira agak oleng "Mulai sekarang kita putus" Ucap Toby begitu yakin.
"Tapi bagaimana dengan pernikahan kalian berdua, pernikahan kalian tinggal dua minggu lagi" Ucap Amanda sok dramatis.
"Kamu yang akan menggantikan Zira sebagai mempelai wanita nya" Ucap Toby sembari menarik pinggang Amanda untuk memeluk nya.
"Hah!! Bagaimana mungkin!!" pekik Zira tidak terima.
Toby tidak memperdulikan Zira lagi lalu dengan tega nya Toby mencium bibir Amanda di depan Zira. "Pergi kalian" Teriak Zira dengan emosi berapi api.
"Ayo sayang kita lanjutkan di apartemen ku" Amanda menggoda Toby dengan mengelus dada bidang Toby dan sesekali mencium bibir Toby dengan singkat.
"Dasar teman ngak ada akhlak kau!" Teriak Zira.
Toby dan Amanda tidak peduli dengan umpatan Zira dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Zira yang sangat prustasi.
Hari ini Zira benar-benar prustasi dengan apa yang terjadi pada nya. Zira tidak menyangka jika ia memiliki takdir seperti ini. Hati Zira benar-benar hancur.
☘️☘️☘️☘️
Delapan Bulan kemudian..
Zira yang dulu nya sangat ceria dan selalu tersenyum walaupun begitu banyak masalah kini berbeda dengan Zira yang sekarang, setiap hari Zira hanya duduk di taman sembari melamun. Sejak kejadian itu Zira mulai tertutup pada siapa pun, tidak ada lagi teman atau sahabat yang Zira ingin kan. Zira hanya ingin sendiri.
"Zira bisa bantu ibu" Tanyak Ibu Lusy.
"Ada apa bu"
"Tolong beliin sayur di pasar, hari ini ibu kurang sehat untuk pergi kepasar" Sebenarnya Ibu Lusy sehat hanya saja Ibu Lusy tidak ingin melihat Zira yang terus melamun dan bersedih apalagi sekarang kandungan nya sudah sembilan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.
"Iya bu, catat aja apa yang harus Zira beli" Jawab Zira dan berlalu pergi meninggalkan Ibu Lusy.Bahkan sering kali Elang mendengar ibu nya meminta cerai saat sedang bertengkar dengan sang ayah. Elang yang masih berusia 17 tahun di buat depresi dengan kedua orang tua nya yang selalu bertengkar.
__ADS_1