
Zeline adalah ibu Evan dan Aiden. Zeline seorang model dan artis terkenal hampir seluruh dunia tau jika Zeline adalah wanita hebat dan sukses. Namun identitas nya di rahasiakan hingga sampai saat ini pun tidak ada yang tahu jika Zeline mempunyai dua orang putra yang sangat tampan.
Putra pertama Zeline bernama Aiden Marten seorang dokter hebat yang berusia 23 tahun dan putra kedua nya Evan Marten yang berusia 18 tahun.
Sembilan belas tahun yang lalu sebelum Zeline menjadi artis terkenal. Zeline memiliki masa lalu yang kelam karena keinginan nya yang ingin menjadi seorang artis terkenal. Zeline mengabaikan keluarga kecil nya.
Zeline nekat naik ke ranjang produser demi mendapat kan peran utama di sebuah film layar lebar yang sempat trend pada masa nya.
Namun siapa sangka sejak kejadian itu Zeline hamil, Awal nya Zeline mengira dia hamil anak nya Zeen Marten yaitu suami nya sendiri hingga bayi itu lahir pun Zeen tidak curiga sama sekali.
Hingga suatu ketika saat Evan berusia lima tahun, Evan mengalami kecelakaan dan membutuh kan banyak darah. Di sini lah Awal mula hancur nya keluarga Zeen dan Zeline.
Saat Zeen ingin mendonorkan darah nya untuk Evan putra kedua nya, Dokter mengatakan jika darah mereka tidak cocok dan Evan juga bukan anak kandung nya.
Saat itu juga Zeen murka dan terjadilah pertengkaran hebat hingga Zeen pergi membawa Aiden ke luar negri dan meninggalkan Evan dan Zeline di rumah sakit.
Aiden yang saat itu berusia sepuluh tahun sudah mengerti dengan masalah kedua orang tua nya namun ia tetap sayang kepada adik nya.
Setiap saat Aiden selalu memberi kabar kepada Evan namun jika Zeen mengetahui jika mereka masi berhubungan Zeen akan marah dan menghukum Aiden.
Setelah kepergian Zeen dan Aiden keluar negeri. Zeline mulai membenci kehadiran Evan dan selalu mengabaikan apapun yang Evan lakukan.
Hingga suatu ketika Zeline pergi meninggal kan Evan sendirian di usia nya yang baru saja menginjak tujuh tahun.
Zeline pergi untuk mengejar karir nya agar menjadi seorang artis terkenal yang sampai saat ini gelar artis terkenal masi dia sandang oleh nya dengan rahasia yang tertutup rapat.
Aiden yang mengetahui jika adik nya di tinggal kan begitu saja pun sangat marah dan segera mengirim pengasuh untuk menjaga adik nya tampah sepengetahuan Zeen. Dan sejak saat itu juga Aiden yang selalu mengirimkan uang untuk Evan melalui orang kepercayaan nya.
Lima tahun kemudian Zeline mulai merasa bersalah karena meninggalkan Evan begitu saja dan kini Zeline ingin kembali tinggal bersama Evan. Namun siapa sangka sejak kepergian Zeline waktu itu, Evan mulai membenci nya dan enggan bertemu dengan Zeline.
Namun Zeline terus berusaha membujuk EvanĀ dan lambat laun Evan pun mulai luluh tapi walaupun begitu sifat Evan masi dingin ke Zeline hingga saat ini.
Saat Aiden tahu jika Zeline mulai mendekati Evan lagi, Aiden marah dan memutuskan untuk kembali ke indonesia. Sesampai nya Aiden di indonesia Aiden pun memindahkan Evan ke sebuah rumah kost yang saat ini Evan tinggali.
__ADS_1
Dan saat itu pula Aiden mulai berkerja di rumah sakit milik ayah nya. agar tetap bersama Evan dan terus mengawasi Evan. Makanya Evan selalu mencari tempat yang sepi setiap kali ingin bertemu dengan Zeline.
Aiden kembali ke indonesia bersama Reno Sebastian ayah Arka. Sedangkan Zeen masih menetap di Prancis bersama Arka tapi dua hari yang lalu Arka juga kembali ke indonesia untuk melanjut kan perusahaan Ayah nya.
Aurelia dan Evan pun membeli beberapa dekorasi ulang tahun di sebuah toko. Saat asyik memilih dekorasi tampa sengaja Evan melihat sebuh kalung cantik dan segera membeli nya. Satu jam kemudian mereka berdua pun selesai membeli aksesoris.
"Menurut mu kado apa yang harus aku berikan untuk mama ku" Tanyak Aurelia yang kebingungan.
"Memang nya mama mu suka apa? maksud ku dia suka makanan apa atau barang-barang seperti apa gitu?" tanyak Evan balik.
"Mama suka makan cake..." belum selesai Aurelia berbicara Evan malah menimpali.
"Yasudah kau buat kan cake untuk mama mu, setiap perayaan ulang tahun kan selalu di identik dengam kue ulang tahun jadi kau saja yang buat" Saran Evan dan Aurelia malah menunduk "Ada apa lagi" tanyak Evan.
"Aku ngak tau buat cake atau pun kue ulang tahun" Lirih Aurelia dengan cemberut.
"Hadeeh gitu aja kau sudah cemberut, Kau tenang saja selama ada aku, masalah mu pasti teratasi, aku bisa kok buat kue" Kata Evan membuat Aurelia menatap nya dengan tatapan mencurigakan. "Kalau kau tidak percaya, Yasudah" lanjut Evan saat melihat Expresi Aurelia.
"Kau masi butuh sesuatu?" tanyak Evan dan Aurelia pun mengeleng.
"Kalau gitu kita pulang sekarang untuk membuat kue nya dan entar malam kita ke Cafe untuk menghias Cafe Shop" Kata Evan Sembari berjalan keluar toko dan mencari motor nya yang terparkir tidak jauh.
"Kau tunggu aku di sini, aku ingin mengambil motor" Pintah Evan dan Aurelia hanya mengangguk tanda setuju.
Beberapa menit kemudian Aurelia dan Evan sudah sampai di rumah kost mereka "Kau buat kue di kamar kost ku saja" Kata Evan.
"Aku tidak mau.. kenapa harus di kamar mu.. Ehh atau kau ingin macam-macam pada ku" Aurelia memicingkan mata nya menatap curiga pada Evan
Plaakk
Evan menyentil kening Aurelia "Otak mu kotor sekali" Tukas Evan.
"Aaauuww" keluh Aurelia karena sentilan Evan barusan.
__ADS_1
"Kau punya oven untuk membuat kue atau mixer, hah" tanyak Evan dan Aurelia hanya cecengesan sembari menggelengkan kepala "Terus gimana cara kau buat kue jika kau saja tidak punya alat untuk membuat nya" Dongkol Evan.
"Hehe maaf dehhh" Jawab Aurelia "Yasudah ayo kita buat sekarang, soal nya udah sore nih takut nya engga keburu apalagi entar kita mau hias Cafe Shop kk" Jawab Aurelia sembari mendorong tubuh Evan masuk ke dalam kamar nya.
Dan saat Aurelia melihat seisi rumah Evan Aurelia sangat terkejut. rumah Evan sangat berantakan, handuk di atas sofa, baju di atas tv, piring di depan tv, buku yang berantakan di atas meja dan tong sampah yang sangat penuh.
"Ini rumah mu atau kandang sapi" tanyak Aurelia melongo melihat seisi rumah Evan seperti abis gempa saja.
"Kalau gitu kita mulai yuk" Evan mengalihkan pembicaraan.
"Mulai"? tanyak Aurelia bingung.
"Aku lupa taruh buku resep di mana, tolong bantu cariin yah" Evan malah cengengesan.
"Kata nya kau bisa buat" Kesel Aurelia merasa di tipu.
"Harus lihat buku dulu, baru bisa buat" Jawab Evan enteng.
"Besok ulang tahun mama, aku pengen buat sesuatu yang special untuk mama, Kalau aku pulang sekarang udah ngak sempat lagi buat kue nya" Gumam Aurelia ragu untuk membuat kue bersama Evan.
"Udah ngak usah banyak mikir dehh, lebih baik kau cari buku resep nya sembari memberes kan barang-barang ku" Saran Evan sembari menaikan alis nya.
"Salah besar aku mempercayai mu Evan, kalau bukan untuk mama aku tidak akan melakukan nya" Kesel Aurelia.
"Jelas jelas nyuruh aku datang hanya untuk beresin rumah dia, huhh Evan sialan" Gumam Aurelia cemberut.
"Jangan cemberut gitu, aku kan baik hati ingin meminjam kan mu alat untuk buat kue. Yahh anggap aja ini balas budi" Evan kali ini bener bener mengerjai Aurelia.
"Emm.. yasudah kau juga bantu cari dong, ini kan rumah mu pasti kau lebih tau di mana biasanya kau menyimpan barang" Aurelia pun hanya bisa bersabar menghadapi Evan yang keterlaluan.
"Oh iya aku lupa beli bahan kue nya, aku pergi beli sekarang, Tolong kau beresin rumah sampai bersih yah" Evan pun berjalan tampa merasa dosa sedikit pun.
"Sialaaaan kau Evaaaannnn" Teriak Aurelia saat Evan berada di ambang pintu. setelah keluar dari rumah, Evan malah tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai Aurelia.
__ADS_1