
Kini Luna berjalan ke rumah Vina, ya setiap Luna bersedih dia akan berjalan kaki ke tujuan nya agar dia bisa menikmati kesendirian nya.
"Assalamualaikum" ucap Luna saat sudah berada di depan pintu rumah Vina dan tak lama kemudian seorang asisten rumah tangga pun membuka pintu.
"Waalaikumsalam, Eh ada neng geulis" ucap asisten rumah tangga itu "silahkan masuk, nona Vina ada di kamar nya" ucap bi Ijah
seluruh keluarga Vina sudah kenal dengan Luna sejak lama dan Luna di terima baik oleh mereka semua.
"Vinaa" ucap Luna saat Vina sudah membuka pintu kamar nya
"Lo kenapa Lun" ucap Vina "Yok masuk dulu" ucap Vina lagi
Luna pun duduk di sofa dekat jendela Vina dengan termenung.
"Lo ada masalah Lagi lun" ucap Vina dan duduk di samping Luna "Cerita aja klo Lo mau, biar beban Lo berkurang" ucap Vina
"Mungkin mulai besok gue ngak kerja di cafe Lo lagi" tutur Luna
"kenapa, apa gue punya salah ke Lo" ucap Vina
"ngak kok" ucap Luna dengan menundukkan kepalanya
"terus kenapa lun"
"gue di jodohkan dengan seseorang"
"What" ucap Vina dengan terkejut "Hello emang ini jaman Siti Nurbaya yang harus menjodohkan seseorang"
"Entahlah, gue ngak tau" ucap Luna mulai menitikkan air mata
"Orang tua Lo emang gila lun" ucap vina, "Oh iya Lo mau aja gitu terima perjodohan ini" tanya Vina
"ya jelas ngak mau lah, tapi mau gimana lagi Lo kan tau sifat orang tua gue gimana, walaupun gue memberontak dia pasti ngelakuin segala cara agar gue bisa nikah dengan CEO itu" jelas Luna
"Oh jadi yang mau nikahin Lo adalah seorang CEO" tanya Vina dan di balas anggukan oleh Luna
"tapi bagus juga si kalo dah nikah kan otomatis ada yang lindungi Lo" ucap Vina "dan yang paling penting lo ngak di siksa lagi dengan orang tua Lo, dan juga ngak usah kerja lagi kan ada suami Lo yang nafkahin lahir batin" tutur Vina panjang lebar
"yang Lo bilang ada bener nya juga vin" kini Luna mulai berfikir akan melanjutkan perjodohan ini karena iya ngak mau tinggal di neraka itu lagi.
"tapi bagaimana dengan Arka kalo gw pergi" tanyak Luna
"Lo ngak usah pikirin Arka dia kan anak cowok lagian dia juga di sayang kok sama mama dan papa Lo" ucap Vina
"Iya juga si" ucap Luna sambil tersenyum
"nah gitu dong, kan Lo jadi cantik klo senyum" kata Vina dan dibalas pelukan oleh Luna
"makasih karena Lo selalu ada di samping gue Vin, gue bersyukur banget bisa punya sahabat kek lo" ucap Luna sambil menangis haru
"Aahh jangan mewek dong, nanti gue ikut mewek nih" ucap Vina
"Iya iya"
"Lo nginap di sini aja yah"
"gue ngak bisa karena besok orang tua cowok itu mau Dateng dan sekaligus mama juga mau pulang ke rumah"
"Cieee yang mau nikah" ejek Vina
"Is apaan si Lo" ucap Luna malu malu
"Eh nanti Lo ceritain ya malam pertama Lo, gue penasaran banget" ucap Vina dan menyenggol lengan Luna
"Ih ogah, kepo amat lu" kata luna
"Pelit Lo lun" ucap vina dengan cemberut
"Dih Napa tuh bibir, pengen di cium ya" Luna terkekeh
"Ho'oh gue pengen di cium sama pangeran" ucap Vina sambil memegang dagu nya.
"pangeran kodok maksud Lo" ucap Luna dengan tertawa keras
"Ih ngak pangeran kodok juga Munaroh"
"Astaga sakit perut gw ketawa Mulu" ucap Luna "Oh iya gw plng dulu ya" pamit Luna
"bentar aja lah lun" ucap Vina "gue kesepian di sini, mommy dan Daddy pergi antarin kak Linda ke bandara"
"ngapain kak Linda ke bandara"
"Biasalah ada syuting film"
"padahal kak Linda baru balik dari Amerika kok pergi lagi ya" ucap Luna
"nama nya juga orang sibuk, apa lagi dia kan artis yang sedang tenar tenar nya" ucap Vina
"iya juga si"
"Lo nginap aja ya, please, nanti biar gue yang telfon om dan Tante"
"Ok lah, terserah Lo aja" ucap Luna mengalah
Setelah Vina menelfon papa Luna dan mendapatkan izin oleh papa Luna, kini dua gadis itu pun bercerita dan bersendau gurau di balik selimut sampai mereka ketiduran.Om Tante saya permisi mau balik ke rumah sakit" ucap Luna
"Tunggu bentar nak, kita sarapan bareng yuk" ucap mom Vina
"Iya lun Lo di sini aja dulu, ngak usah buru buru banget" tutur Vina
"tapi kata mama hari ini pria itu akan datang" ucap Luna lagi
"Ciee udah ngak sabar nih ye ketemu dengan calon nya" ejek Vina sambil cekikikan
"Wah selamat ya nak" ucap Daddy vina
"iya om" ucap Luna malu malu
"kalo gitu biar gw aja yang Antar Lo ke rumah sakit"
__ADS_1
"Eh ngak usah, gw takut ngerepotin Lo"
"dih Lo kek apa aja deh, Sans aja kali"
"iya biar Vina aja yang antar kamu nak" ucap mom Vina
"baiklah" ucap Luna "kalo gitu saya permisi dulu Tante dan om" ucap Luna sambil mencium punggung tangan mom end dad Vina.
"mom dad Vina pergi dulu ya" ucap Vina dan mengambil roti panggang di depan Daddy dan dengan refleks Daddy mengulurkan tangan, ya Daddy fikir Vina juga kan mencium punggung tangan nya ternyata tidak, Vina malah mengambil roti.
"Astaga dasar anak lucknut kamu vin" ucap Daddy
"Ih Vina anak mommy, bukan anak lucknut" ucap Vina dengan cemberut
"dah ngak usah brantem Masi pagi tau" ucap mom Vina
"Ya udah Vina pergi dulu" ucap Vina dan di balas anggukan oleh mom end dad.
Dad Dimas memiliki dua orang putri yaitu Linda pacar Leon dan yang kedua Vina anak yang paling manja dan cerewet.
dad Dimas memang selalu brantem dan debat dengan Vina layak nya Adek kaka karena sifat Vina yang tidak mau mengalah tapi walaupun begitu mereka saling menyayangi satu sama lain.
Kini Luna dan Vina sudah sampai di rumah sakit tempat mama Amel di rawat dan saat berjalan keruangan sang mama tiba tiba saja ada yang memanggil nama Vina, sontak saja Vina menoleh dan Vina pun terkejut saat tau yang memanggil nya adalah Reyhan seorang pria tampan dan baik hati tapi sayang nya Reyhan hanya orang sederhana yang berkerja sebagai asisten pribadi Leon.
"lun Lo masuk duluan aja, gue mau bicara bentar sama Rey" ucap vina ke Naura dan di balas senyuman dan anggukan oleh Luna
Saat Luna hendak memasuki lift Tampa senggaja dia bertemu dengan leon dan mom Megha
"Luna" sapa Megha
"Eh iya, Tante apa kabar" ucap luna sambil mencium punggung tangan Mega
"Alhamdulillah Tante sehat kok sayang" ucap Mega dan mengelus rambut Luna.
"Mommy sejak kapan kenal sama cewek kek dia" ucap leon dan pintu lift pun terbuka, Luna dan Mega pun keluar Tampa memperdulikan pertanyaan Leon Barusan.
setelah sampai di kamar VIP Luna, Mega dan Leon di sambut hangat oleh Amel dan Anton
"kok kalian datang bersamaan sayang" tanya Amel ke Luna
"ngak senggaja ma, Luna ketemu Tante di dalam lift" ucap Luna sambil mencium punggung tangan Anton dan Amel secara bergantian.
"mama udah makan" tanyak Luna
"belum sayang, entar aja" ucap Amel tersenyum manis
"Oh iya Bu Amel maksud kedatangan saya ke sini ingin membicarakan masalah pernikahan Luna dan Leon" ucap Mega tampah basa basi
Mendengar ucapan itu Anton dan Amel sangat bahagia, beda dengan Luna yang diam membisu dengan pipi yang merah merona akibat menahan malu dan beda pula dengan leon yang dingin dan tidak memperdulikan perkataan mereka semua, Leon malah sibuk mengutak atik ponsel nya dengan cemas karena sang kekasih pergi secara mendadak bahkan Leon tak sempat mengantarkan Linda ke bandara.Kapan acara pernikahan mereka di laksanakan" tanya mom Megha
"lebih cepat lebih buk" jawab Amel
"bagaimana kalo Minggu depan" saran mom Mega dan membuat leon tersendat air liur nya sendiri.
"nih minum dulu om" ucap Luna dengan polos nya, Luna tidak tau bahwa pria yang dari tadi sibuk dengan hp nya adalah calon suami nya,
"Ck pergi kamu dari hadapan saya" ucap Leon
"ngak usah galak gitu om, maksud saya kan baik" ucap Luna
"sekali lagi kamu panggil saya om, saya pasti kan kamu akan menyesali nya" ancam Leon sambil nunjuk ke Arah Luna
"udah ngak usah debat kalian" kata mom Mega melerai perdebatan mereka
"Luna kamu harus nya sopan dengan calon suami kamu" ucap Amel dan kini giliran Luna yang tersendat air liur nya sendiri
"Uhuk uhuk, jadi dia calon suami Luna" tanyak Luna sambil menunjuk Leon dan di balas anggukan oleh Mega, Amel dan Anton.
Luna kini menatap pria yang sedang duduk di depan nya dengan tatapan yang susah di artikan.
"saya tau saya ganteng ngak usah di liatin terus" ucap Leon dengan PD nya
"percuma ganteng kalau sombong" ceplos Luna
"LUNA" Tampa sadar Anton membentak Luna di hadapan calon besan nya.
"udah udah ngak usah di perpanjang masalah nya" ucap Mega
"oh iya untuk biaya acar pernikahan nya biar saya yang tanggung semua dan kalian tinggal terima beres aja" ucap Mega mengalihkan pembicaraan
"makasih buk" ucap Anton dan Amel yang begitu senang
"Luna kamu ikut saya ke butik untuk pilih baju pengantin" ucap Mega
"ngak usah buk, saya akan memakai baju pilihan ibu aja" tolak Luna
"ayolah masa kamu ngak mau pilih sendiri, kan acara ini sangat penting apalagi acara ini kan sekali dalam hidup kamu" ucap Mega panjang lebar dan akhirnya Luna ikut mereka ke butik.
Skip..
Oh iya ini visual pemain nya, semoga kalian suka yah 😌

Luna umur 22 tahun berkerja di cafe

Leonard Alexander umur 27 tahun seorang CEO dan duda

Vina umur 22 tahun Sahabat Luna

Reyhan umur 25 tahun Asisten pribadi Leon sekaligus sahabat Leon

__ADS_1
Linda umur 25 tahun seorang artis terkenal

...
Arka umur 17 tahun adik Luna






Lanjut..
Luna, Leon dan mom Mega sudah sampai di sebuah butik terkenal di kota Jakarta mereka langsung saja mencari gaun pengantin yang cocok dengan Luna dan Leon.
setelah begitu lama akhirnya Luna menjatuhkan pilihan nya dengan gaun pengantin yang berwarna biru navy.
"coba kamu pakai sayang" ucap mom Mega dan Luna pun segera mengganti pakaian nya dengan gaun itu.
setelah beberapa menit Luna pun keluar dari kamar pas dan membuat semua mata tertuju padanya. bagaimana tidak Luna tampak seorang bidadari kecil yang turun dari kahyangan walaupun Tampa riasan di wajah Luna tetap terlihat cantik dan menawan.
"wah kamu cantik banget sayang" ucap mom Mega terpesona
"Leon lihat calon istri kecil mu ini yang cantik nya kek bidadari surga" ucap mom Mega karena sedari tadi Leon sama sekali tidak memperhatikan Luna, Leon hanya duduk manis dan membaca file lewat hp yang di kirim kan oleh Rey.
Leon pun melirik sekilas ke arah Luna dan membuat Luna jadi salting
"biasa aja" jawab Leon setelah melihat Luna sekilas
"What! biasa aja dia bilang, gue udah masuk angin pakai gaun kek gini malah di bilang biasa aja" batin Luna yang geram mendengar ucapan Leon.Setelah memilih gaun, Luna di ajak ke sebuah restoran mewah di ibu kota Jakarta.
"selamat siang nyonya dan tuan" ucap pelayan itu dengan tersenyum ramah "ini buku menu nya nyonya" tutur pelayan itu sambil menyerahkan buku menu ke mom Mega.
"Leon kamu mau pesan apa" tanya mom Mega
"ngak usah mom, Leon masih kenyang" jawab Leon
"kalo Luna Mau pesan apa" tanya mom Mega yang melihat Luna terus saja memperhatikan buku menu itu dengan wajah yang susah di artikan.
"semua yang di buku ini makanan halal kan buk" tanya Luna sambil menunjuk buku menu karena Luna baru masuk ke restoran mewah yang nama makanan nya saja aneh semua menurut Luna. Leon pun tersenyum sinis mendengar ucapan Luna yang begitu kampungan.
"tenang aja sayang, mommy jamin makanan di sini halal semua" ucap mom Mega sambil terkekeh.
"knp harus panggil mommy" ucap Leon
"karna seminggu lagi Luna akan jadi menantu mommy" ucap Mega sambil tersenyum manis dan membuat pipi Luna merah merona.
"ck" decak leon
"jadi nyonya mau pesan makanan yang mana" ucap pelayan itu yang sedari tadi menunggu pesanan mereka.
"Luna"
"saya mau makan bakso aja buk" kata Luna dan berhasil membuat Leon tertawa dan pelayan itu pun tersenyum mendengar nya.
"kenapa kamu tertawa, apakah ada yang lucu" tanyak Luna yang heran melihat Leon tiba" tertawa
"lo baru masuk restoran ya" tanyak Leon di sela tawa nya
"ngak lah, saya berkerja di cafe setiap hari tapi menu nya gak kayak gini" ucap Luna dengan cemberut
"dasar bodoh, cafe dan restoran itu berbeda" ucap Leon
"luna sayang Kenapa ngak pesan makanan lain aja, di sini ngak ada bakso" ucap mom Mega
"ngak buk, nama makanan nya saja aneh2 apalagi makanan nya pasti lebih aneh lagi" ucap Luna dan membuat Leon kembali tertawa
"mom Leon ngak yakin gadis kecil ini bisa urusin kebutuhan Leon nanti" ucap Leon mengejek sambil menunjuk Luna dan membuat Luna semakin cemberut tapi tetap imut.
"udah ngak usah ribut lagi"
"jadi Nyonya mau makan apa" tanya pelayan itu lagi yang sudah lelah berdiri dan melihat drama yang terjadi di hadapan nya.
"saya pesan ini, ini dan ini saja" ucap mom Mega sambil menunjuk makanan yang di sukai nya dan sekaligus memesan salad sayur buat Luna.
setelah menunggu hampir sejam akhirnya makanan yang di pesan oleh mom Mega datang juga.
kini Luna kembali tercengang melihat makanan yang di tata di piring dengan sangat cantik namun sayang nya porsi nya kurang banyak menurut Luna.
"kamu kenapa sayang" tanyak mom Mega yang heran melihat Luna tercengang
"ah ngak papa buk" ucap Luna dan kini Luna tidak mau bertanya lagi tentang makanan itu karena Luna tau Leon pasti akan menertawakan nya lagi.
"ini buat kamu sayang" ucap mom Mega memberikan salad sayur ke hadapan Luna
kini Leon yang memperhatikan wajah Luna yang terheran heran melihat salad sayur itu, wajah Luna begitu lucu dan imut pengen rasa nya Leon mencubit pipi nya itu.
"ayo makan sayang, abis ini kita akan pergi ke salon" ucap mom Megha
"gimana cara nya makan klo nasi nya saja belum datang" ucap Luna yang kebingungan dan kini Leon kembali tertawa dengan sifat polos Luna.
"udah Leon ngak usah ketawaain Luna terus" ucap mom Mega
"tau tuh buk, dia ketawaain aku terus" ucap Luna dengan manja
"gue tambah gak yakin bisa hidup dengan Lo yang kampungan ini" ejek Leon "gue tebak Lo pasti gak bisa masak kan?" tanyak Leon dengan tersenyum sinis
"cih, cuman masak doang" ucap Luna "masak apa pun gue bisa" ucap Luna lagi
"ck sombong amat Lo" ucap Leon
__ADS_1