Jodoh Salah Kamar

Jodoh Salah Kamar
Gaje


__ADS_3

Zeline adalah ibu Evan dan Aiden. Zeline seorang model dan artis terkenal hampir seluruh dunia tau jika Zeline adalah wanita hebat dan sukses. Namun identitas nya di rahasiakan hingga sampai saat ini pun tidak ada yang tahu jika Zeline mempunyai dua orang putra yang sangat tampan.


Putra pertama Zeline bernama Aiden Marten seorang dokter hebat yang berusia 23 tahun dan putra kedua nya Evan Marten yang berusia 18 tahun.


Sembilan belas tahun yang lalu sebelum Zeline menjadi artis terkenal. Zeline memiliki masa lalu yang kelam karena keinginan nya yang ingin menjadi seorang artis terkenal. Zeline mengabaikan keluarga kecil nya.


Zeline nekat naik ke ranjang produser demi mendapat kan peran utama di sebuah film layar lebar yang sempat trend pada masa nya.


Namun siapa sangka sejak kejadian itu Zeline hamil, Awal nya Zeline mengira dia hamil anak nya Zeen Marten yaitu suami nya sendiri hingga bayi itu lahir pun Zeen tidak curiga sama sekali.


Hingga suatu ketika saat Evan berusia lima tahun, Evan mengalami kecelakaan dan membutuh kan banyak darah. Di sini lah Awal mula hancur nya keluarga Zeen dan Zeline.


Saat Zeen ingin mendonorkan darah nya untuk Evan putra kedua nya, Dokter mengatakan jika darah mereka tidak cocok dan Evan juga bukan anak kandung nya.


Saat itu juga Zeen murka dan terjadilah pertengkaran hebat hingga Zeen pergi membawa Aiden ke luar negri dan meninggalkan Evan dan Zeline di rumah sakit.


Aiden yang saat itu berusia sepuluh tahun sudah mengerti dengan masalah kedua orang tua nya namun ia tetap sayang kepada adik nya.


Setiap saat Aiden selalu memberi kabar kepada Evan namun jika Zeen mengetahui jika mereka masi berhubungan Zeen akan marah dan menghukum Aiden.


Setelah kepergian Zeen dan Aiden keluar negeri. Zeline mulai membenci kehadiran Evan dan selalu mengabaikan apapun yang Evan lakukan.


Hingga suatu ketika Zeline pergi meninggal kan Evan sendirian di usia nya yang baru saja menginjak tujuh tahun.


Zeline pergi untuk mengejar karir nya agar menjadi seorang artis terkenal yang sampai saat ini gelar artis terkenal masi dia sandang oleh nya dengan rahasia yang tertutup rapat.


Aiden yang mengetahui jika adik nya di tinggal kan begitu saja pun sangat marah dan segera mengirim pengasuh untuk menjaga adik nya tampah sepengetahuan Zeen. Dan sejak saat itu juga Aiden yang selalu mengirimkan uang untuk Evan melalui orang kepercayaan nya.


Lima tahun kemudian Zeline mulai merasa bersalah karena meninggalkan Evan begitu saja dan kini Zeline ingin kembali tinggal bersama Evan. Namun siapa sangka sejak kepergian Zeline waktu itu, Evan mulai membenci nya dan enggan bertemu dengan Zeline.


Namun Zeline terus berusaha membujuk Evan  dan lambat laun Evan pun mulai luluh tapi walaupun begitu sifat Evan masi dingin ke Zeline hingga saat ini.


Saat Aiden tahu jika Zeline mulai mendekati Evan lagi, Aiden marah dan memutuskan untuk kembali ke indonesia. Sesampai nya Aiden di indonesia Aiden pun memindahkan Evan ke sebuah rumah kost yang saat ini Evan tinggali.


Dan saat itu pula Aiden mulai berkerja di rumah sakit milik ayah nya. agar tetap bersama Evan dan terus mengawasi Evan. Makanya Evan selalu mencari tempat yang sepi setiap kali ingin bertemu dengan Zeline.


Aiden kembali ke indonesia bersama Reno Sebastian ayah Arka. Sedangkan Zeen masih menetap di Prancis bersama Arka tapi dua hari yang lalu Arka juga kembali ke indonesia untuk melanjut kan perusahaan Ayah nya.


Aurelia dan Evan pun membeli beberapa dekorasi ulang tahun di sebuah toko. Saat asyik memilih dekorasi tampa sengaja Evan melihat sebuh kalung cantik dan segera membeli nya. Satu jam kemudian mereka berdua pun selesai membeli aksesoris.


"Menurut mu kado apa yang harus aku berikan untuk mama ku" Tanyak Aurelia yang kebingungan.


"Memang nya mama mu suka apa? maksud ku dia suka makanan apa atau barang-barang seperti apa gitu?" tanyak Evan balik.


"Mama suka makan cake..." belum selesai Aurelia berbicara Evan malah menimpali.


"Yasudah kau buat kan cake untuk mama mu, setiap perayaan ulang tahun kan selalu di identik dengam kue ulang tahun jadi kau saja yang buat" Saran Evan dan Aurelia malah menunduk "Ada apa lagi" tanyak Evan.


"Aku ngak tau buat cake atau pun kue ulang tahun" Lirih Aurelia dengan cemberut.


"Hadeeh gitu aja kau sudah cemberut, Kau tenang saja selama ada aku, masalah mu pasti teratasi, aku bisa kok buat kue" Kata Evan membuat Aurelia menatap nya dengan tatapan mencurigakan. "Kalau kau tidak percaya, Yasudah" lanjut Evan saat melihat Expresi Aurelia.


"Eh iya aku percaya" Jawab Aurelia cepat takut jika Evan berubah fikiran.

__ADS_1


"Kau masi butuh sesuatu?" tanyak Evan dan Aurelia pun mengeleng.


"Kalau gitu kita pulang sekarang untuk membuat kue nya dan entar malam kita ke Cafe untuk menghias Cafe Shop" Kata Evan Sembari berjalan keluar toko dan mencari motor nya yang terparkir tidak jauh.


"Kau tunggu aku di sini, aku ingin mengambil motor" Pintah Evan dan Aurelia hanya mengangguk tanda setuju.


Beberapa menit kemudian Aurelia dan Evan sudah sampai di rumah kost mereka "Kau buat kue di kamar kost ku saja" Kata Evan.


"Aku tidak mau.. kenapa harus di kamar mu.. Ehh atau kau ingin macam-macam pada ku" Aurelia memicingkan mata nya menatap curiga pada Evan


Plaakk


Evan menyentil kening Aurelia "Otak mu kotor sekali" Tukas Evan.


"Aaauuww" keluh Aurelia karena sentilan Evan barusan.


"Kau punya oven untuk membuat kue atau mixer, hah" tanyak Evan dan Aurelia hanya cecengesan sembari menggelengkan kepala "Terus gimana cara kau buat kue jika kau saja tidak punya alat untuk membuat nya" Dongkol Evan.


"Hehe maaf dehhh" Jawab Aurelia "Yasudah ayo kita buat sekarang, soal nya udah sore nih takut nya engga keburu apalagi entar kita mau hias Cafe Shop kk" Jawab Aurelia sembari mendorong tubuh Evan masuk ke dalam kamar nya.


Dan saat Aurelia melihat seisi rumah Evan Aurelia sangat terkejut. rumah Evan sangat berantakan, handuk di atas sofa, baju di atas tv, piring di depan tv, buku yang berantakan di atas meja dan tong sampah yang sangat penuh.


"Ini rumah mu atau kandang sapi" tanyak Aurelia melongo melihat seisi rumah Evan seperti abis gempa saja.


"Kalau gitu kita mulai yuk" Evan mengalihkan pembicaraan.


"Mulai"? tanyak Aurelia bingung.


"Kata nya kau bisa buat" Kesel Aurelia merasa di tipu.


"Harus lihat buku dulu, baru bisa buat" Jawab Evan enteng.


"Besok ulang tahun mama, aku pengen buat sesuatu yang special untuk mama, Kalau aku pulang sekarang udah ngak sempat lagi buat kue nya" Gumam Aurelia ragu untuk membuat kue bersama Evan.


"Udah ngak usah banyak mikir dehh, lebih baik kau cari buku resep nya sembari memberes kan barang-barang ku" Saran Evan sembari menaikan alis nya.


"Salah besar aku mempercayai mu Evan, kalau bukan untuk mama aku tidak akan melakukan nya" Kesel Aurelia.


"Jelas jelas nyuruh aku datang hanya untuk beresin rumah dia, huhh Evan sialan" Gumam Aurelia cemberut.


"Jangan cemberut gitu, aku kan baik hati ingin meminjam kan mu alat untuk buat kue. Yahh anggap aja ini balas budi" Evan kali ini bener bener mengerjai Aurelia.


"Emm.. yasudah kau juga bantu cari dong, ini kan rumah mu pasti kau lebih tau di mana biasanya kau menyimpan barang" Aurelia pun hanya bisa bersabar menghadapi Evan yang keterlaluan.


"Oh iya aku lupa beli bahan kue nya, aku pergi beli sekarang, Tolong kau beresin rumah sampai bersih yah" Evan pun berjalan tampa merasa dosa sedikit pun.


"Sialaaaan kau Evaaaannnn" Teriak Aurelia saat Evan berada di ambang pintu. setelah keluar dari rumah, Evan malah tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai Aurelia.Kali ini Aurelia bener bener merasa kesel dan marah karena ulah Evan yang sangat meresahkan. Walaupun kurang ikhlas Aurelia tetap saja membersihkan rumah Evan yang mirip kandang sapi.


Beberapa menit kemudian Evan pun datang  setelah membeli bahan bahan kue.


"Wahh bahan kue nya sangat lengkap yahh, tampah buku resep pun kau sudah tau" Decak Aurelia sembari berkacak pinggang dengan tatapan tajam setajam silet.


"Sudah tidak usah protes, cepat kau buat kue nya sebelum malam" Ucap Evan mengalihkan pembicaraan "Oh iya aku sudah membeli buku resep yang baru, kau pakai yang itu saja untuk buat kue ulang tahun" Saran Evan yang sebenarnya Evan tidak memiliki buku resep. Maka nya Aurelia tidak dapat menemukan buku resep nya bahkan saat rumah Evan pun sudah bersih.

__ADS_1


"Jika kau ingin membeli nya, lantas mengapa kau menyuruh ku membersihkan rumah mu sembari mencari buku resep, Haaah"  Kesel Aurelia sembari melempar batal sofa ke arah Evan.


"Dari tadi kau marah marah terus, ngak capek apa" Evan mendorong tubuh Aurelia agar masuk ke dapur untuk membuat kue "Aku percaya dengan IQ mu yang rendah, jadi kau buat kue sesuai intruksi di buku yah, jangan sampai salah" Lanjut Evan lagi saat mereka berdua sudah berada di dapur.


"Ehh kau mau kemana, kau kan janji mau bantuin aku buat kue" Tanyak Aurelia saat Evan malah putar balik dan tidak masuk ke dapur bersama Aurelia.


"Aku kegerahan, mau mandi bentar, setelah mandi aku akan membatu mu" Jawab Evan Enteng sembari masuk ke dalam kamar untuk mandi.


"xxxxxxxxxxxx" Anggap aja Aurelia lagi toxic tapi di sensor.


Beberapa menit kemudia Evan pun selesai mandi dan mendengar suara keributan di dapur.


"Hadeeh bikin kue aja kok berisik banget si" Kata Evan sembari berjalan menuju dapur "Astaga Aureliaaa" Pekik Evan saat sudah sampai di dapur dan melihat tubuh Aurelia penuh dengan terigu "Apa yang kau lakukan" tanyak Evan heran.


"Ehehe.. bungkus tepung nya tadi susah di buka jadi.. " Jawab Aurelia sembari memainkan jari jari nya.


"Sana bersihin badan kau dulu, biar aku yang bersihin dapur nya"


"Baiklah" jawab Aurelia sembari berjalan menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama Aurelia pun sudah selesai membersihkan badan nya.


"Nih pakai dulu" Evan memaikan kan celemek ke  Aurelia agar tidak kotor saat membuat kue "Tepung nya udah ngak bisa di selamat kan gara gara kau tapi untung saja telur nya masi bisa di pakai" Ucap Evan.


"Bisa di pakai si tapi tadi pas mecahin telur aku ngak sengaja masukin cangkang nya juga" Lirih Aurelia sembari membelakangin Evan karena takut kena sentil oleh Evan.


"Dasar gadis bodoh, cepet kau ambil cangkang telur nya" Evan memukul pelan kepala Aurelia menggunakan buku resep yang ia pelajari barusan. dan dengan cepet pun Aurelia membersihkan sisa cangkang telur yang tercampur.


Dua jam kemudian akhir nya kue yang mereka buat jadi juga. Walaupun penuh dengan drama.


"Ahh Akhir nya kue pertama ku jadi juga. semoga mama suka kue nya" Aurelia sangat senang karena berhasil membuat kue untuk pertama kali nya.


"Oi oi jangan seneng gitu, kue pertama mu ada di sini" Kata Evan sembari memperlihat kan tong sampah yang hampir penuh karena kue buatan Aurelia yang selalu gagal.


"Ohh.. Hehe" Jawab Aurelia cengengesan.


"Sudah jam delapan malam, Ayok kita ke Cafe Shop untuk menghias nya" Saran Evan "Kau simpan kue itu di kulkas" Pinta Evan.


Aurelia pun menuruti perintah Evan dengan menyimpan kue nya di kulkas dan segera pergi ke Cafe Shop. tapi sebelum pergi ke Cafe Shop Aurelia mengganti pakaian nya terlebih dahulu setelah itu berangkat ke Cafe Shop.Malam ini Dea tidak jadi ke rumah Aurelia karena harus mengantar ibu nya ke sebuah bandara.


"Untuk sementara kau tinggal di rumah Aurelia saja karena ibu tidak tega meninggalkan mu sendirian di rumah" Saran Sintia agar Dea tidak merasa kesepian berada di rumah sendirian.


"Iya ibu ku sayang" Jawab Dea sembari memeluk ibu nya begitu hangat.


Di satu sisi Dea merasa senang karena beberapa hari akan tinggal di rumah Aurelia selama ibu nya belum kembali dari Prancis. Namun di sisi lain Dea juga merasa sedih ibu nya pergi ke Prancis karena ada beberapa perkerjaan yang harus dia selesaikan.


Sintia ibu Dea adalah seorang desainer hebat dan karya nya dalam mendesain sebuah gaun memang sangat bagus dan patut di ajukan jempol.


Beberapa menit kemudian akhir nya pesawat yang akan di naiki oleh Sintia akan segera lepas landas


"Ibu pergi dulu yah sayang, kau jangan nakal dan ingat pesan ibu pada mu" Ujar Sintia.


"Siaap buk boss" Jawab Dea sembari memberi hormat kepada ibu nya dan Sintia hanya tersenyum melihat tingkah putri semata wajang nya.


Setelah ibu Sintia pergi, Dea pun melajukan mobil nya dan segera pulang ke rumah nya. Awal nya Dea ingin ke rumah Aurelia namun Dea mengurungkan niat nya karena Dea berkali kali menelfon Aurelia namun Aurelia tidak mengangkat nya karena masi sibuk menghias Cafe Shop.

__ADS_1


__ADS_2