
NOVEL NYA GA USAH DI BACA🤧🤧
anya butuh waktu sekitar lima belas menit menuju rumah ku, kenapa kita belum sampai juga" Ucap seorang gadis yang sedang mabuk berat.
"Kamu itu terlalu mabuk! Kita baru keluar dari bar sekitar sepuluh menit yang lalu" Jawab seorang gadis yang sedang menyetir mobil sembari tersenyum licik.
"Ahh kepala ku sangat sakit bahkan seperti ada jutaan kupu kupu yang terbang di kepala ku" Ucap seorang gadis dengan mata yang terpejam karena rasa sakit yang dia rasakan.
"Yasudah kamu tidur saja, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai di rumah mu" Seringai licik terukir di wajah cantik Amanda.
Zira seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja lulus SMA, Zira adalah anak yatim piatu yang hidup di panti asuhan.
Malam ini Zira pergi ke bar bersama sahabat lucknut nya yaitu Amanda. Mereka ke bar untuk merayakan hari anniverseri Zira bersama Toby yang ke satu tahun. Mereka bertiga bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP.
Namun lambat laun Amanda merasa cemburu pada Zira yang berhasil menaklukan hati pangeran kutub si Toby karena sejak dulu Amanda juga mencintai Toby tapi tidak berani mengungkapkan nya.
Kini mobil yang di kendarai oleh Amanda pun berhenti di sebuah hutan yang sangat jauh dari kota. "Kita sudah sampai" Ucap Amanda sembari menyeret Zira untuk keluar dari mobil nya.
Zira yang sedang mabuk berat pun terhempas begitu saja di atas rumput hijau "Makasih sudah mengantar ku pulang" Ucap Zira dengan mata tertutup "Emm kenapa kasur ku kotor sekali" Racau Zira sembari mengelus elus tanah.
"Kamu memang lebih pantas tinggal di sini, dibanding hidup bersama Toby" Ucap Amanda dengan emosi "Semoga tidur mu nyenyak di dalam hutan ini" Amanda pun berlalu pergi meninggalkan Zira yang sedang tertidur pulas di atas rumput.
Beberapa menit kemudian setelah Amanda pergi meninggalkan Zira di dalam hutan, muncul seorang pria yang sedang memburu mangsa nya. Namun langkah nya terhenti saat melihat Zira yang tergelatak di atas tanah.
Pria itu menghampiri Zira lalu menatap Zira begitu lama hingga tanpa terasa pria itu pun mendekatkan wajah nya ke leher Zira berniat ingin menggigit Zira, Namun bertepatan saat pria itu sudah sangat dekat di leher Zira, tiba tiba saja Zira menoleh dan tanpa sengaja kedua bibir itu pun saling menyentuh.
Zira yang dilanda mabuk berat pun langsung mencium pria itu dan semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Pria yang tadi nya menahan nafsu nya pun kini mulai tak terkontrol akibat Zira yang terus menggoda nya.
"Kau yang menggoda ku, maka jangan perna menyesal" Ucap pria itu dengan seringai tipis di bibir nya.
Pria itu pun mencium bibir Zira dengan kasar dan menuntut hingga sebuah ******* lolos keluar begitu saja dari mulut Zira. Pria itu berpindah mencium leher jenjang Zira.
Dan akhirnya malam ini Zira melewati malam panjang bersama seorang Vampir yang sangat tampan. One night stand with Vampir Handsome.
.
.
Kini pagi pun menyambut dengan sinar mentari yang sangat cerah, gadis yang semalam tertidur dalam hutan di atas rumput itu pun terbangun karena sinar mentari yang menyilaukan mata kan.
"Ouhh, aku di mana" Ucap Zira sembari mengosok gosok mata.
Zira duduk sembari menatap seluruh hutan, seketika mata Zira melotot saat sadar Zira berada di dalam hutan "Kok aku bisa ada di sini" Lirih Zira dengan alis berkerut. Beberapa kali Zira mencoba mengingat kejadian semalam namun semakin Zira ingin mengingatnya maka kepala Zira semakin sakit.
Zira adalah anak yatim piatu yang hidup di panti asuhan kasih bunda. Saat ini Zira berusia delapan belas tahun dan berkerja part tame untuk membantu ibu panti.
☘️☘️☘️☘️☘️"Apa!!" Pekik Zira "Ibu jangan bercanda, mana mungkin aku hamil" Lanjut Zira.
"Mana mungkin ibu bercanda, dokter memang mengatakan jika kamu sedang hamil muda"
"Ngak, ngak mungkin aku hamil!! Aku bahkan tidak perna melakukan sesuatu yang di luar batas" Ucap Zira dengan sendu.
"Lebih baik kamu istirahat dulu, ibu akan pulang untuk memasak bubur untuk mu dan segera kembali ke sini" Ucap Ibu Lusy dengan perasaan gusar dan melangkah keluar meninggalkan Zira yang masih mematung di atas ranjang.
Marah, kecewa dan sedih itulah yang di rasakan oleh ibu Lusy saat dokter mengatakan jika Zira hamil satu bulan. Bagaimana mungkin Zira bisa mengurus bayi di usia nya yang belum genap sembilan belas tahun.
"Kenapa aku bisa hamil" Ucap Zira sembari mengingat apa yang terjadi bulan lalu. "Jangan-jangan malam itu bukan mimpi tapi sungguh terjadi" Seketika mata Zira membola sempurna saat mengingat kejadian di dalam Hutan lima minggu yang lalu.
.
.
Kini malam pun menyambut dan Toby juga sudah sampai di rumah sakit karena sudah kabari oleh Zira. Namun dengan egois nya Zira menutupi kehamilan nya karena takut Toby akan marah.
"Bagaimana keadaan mu" Tanyak Toby dengan raut wajah sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja kok" Jawab Zira dengan tersenyum manis walaupun sebenar nya Zira ketar ketir takut jika Toby mengetahui jika dia sedang mengandung.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa seperti ini"Jawab Zira.
"Minggu depan orang tua ku akan pulang. Aku ingin memperkenalkan mu dengan mereka, kamu mau kan" Tanyak Toby penuh harap.
Zira hanya mengangguk sembari menunduk karena menahan malu. Bagaimana tidak malu jika keluarga Toby adalah pebisnis sukses, sedangkan Zira hanya seorang gadis yatim piatu. apalagi dengan kondisi Zira yang sedang mengandung.
☘️☘️☘️
Seminggu kemudian orang tua Toby datang ke panti asuhan untuk melamar Zira. Acara lamaran pun berjalan dengan lancar Dan sudah di tetap kan bahwa bulan kedepan Zira dan Toby akan menikah.
Zira dan ibu panti pun sangat bahagia karena keluarga Toby ingin menerima Zira apa ada nya. Sedangkan Amanda yang juga menjadi saksi atas lamaran Zira pun sangat kesal dan ingin rasa nya Amanda menampar Zira karena sakit hati yang Amanda rasa kan.
.
__ADS_1
.
Dua minggu kemudian..
Hari ini Zira dan Toby akan melakukan fitting baju pengantin. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhir nya mereka sampai di sebuah butik langganan keluarga Toby.
"Bagaimana tuan? Cantik kan?"
Toby yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya, kini beralih menatap Zira yang kini mengenakan gaun pengantin berwarna putih, berlapis renda dengan korset.
"Sangat cantik" Toby berjalan menghampiri Zira lalu memegang tangan Zira "Kamu sangat cantik, sayang" Ucap Toby sembari mencium tangan Zira.
Zira dengan cepat menarik tangan nya karena merasa tidak nyaman di tatap oleh beberapa karyawan butik. Sedetik kemudian Zira merasa pusing dan memutus kan untuk pulang cepat.
"Toby, bisa kita pulang sekarang" Tanyak Zira sembari memijit kepala nya.
"Ada apa? Kamu baik-baik saja kan" Tanyak Toby begitu khawatir.
"Aku hanya pusing dan ingin pulang" Zira berjalan masuk ke dalam ruang ganti untuk melepaskan gaun yang dia kenakan tadi namun saat berjalan, Zira sedikit limbung dan hampir saja terjatuh.
"Sayang, hati-hati" Toby dengan sigap menahan tubuh Zira yang hampir terjatuh.
"Aku tidak apa-apa" Zira dengan cepat mengelengkan kepala nya yang terasa begitu berat.
"Kamu yakin? Mau aku bantu untuk mengganti gaun mu?" Tanyak Toby begitu cemas melihat wajah Zira yang sangat pucat."Apa!!" Pekik Zira "Ibu jangan bercanda, mana mungkin aku hamil" Lanjut Zira.
"Mana mungkin ibu bercanda, dokter memang mengatakan jika kamu sedang hamil muda"
"Ngak, ngak mungkin aku hamil!! Aku bahkan tidak perna melakukan sesuatu yang di luar batas" Ucap Zira dengan sendu.
"Lebih baik kamu istirahat dulu, ibu akan pulang untuk memasak bubur untuk mu dan segera kembali ke sini" Ucap Ibu Lusy dengan perasaan gusar dan melangkah keluar meninggalkan Zira yang masih mematung di atas ranjang.
Marah, kecewa dan sedih itulah yang di rasakan oleh ibu Lusy saat dokter mengatakan jika Zira hamil satu bulan. Bagaimana mungkin Zira bisa mengurus bayi di usia nya yang belum genap sembilan belas tahun.
"Kenapa aku bisa hamil" Ucap Zira sembari mengingat apa yang terjadi bulan lalu. "Jangan-jangan malam itu bukan mimpi tapi sungguh terjadi" Seketika mata Zira membola sempurna saat mengingat kejadian di dalam Hutan lima minggu yang lalu.
.
.
Kini malam pun menyambut dan Toby juga sudah sampai di rumah sakit karena sudah kabari oleh Zira. Namun dengan egois nya Zira menutupi kehamilan nya karena takut Toby akan marah.
"Bagaimana keadaan mu" Tanyak Toby dengan raut wajah sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja kok" Jawab Zira dengan tersenyum manis walaupun sebenar nya Zira ketar ketir takut jika Toby mengetahui jika dia sedang mengandung.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa seperti ini"Jawab Zira.
"Minggu depan orang tua ku akan pulang. Aku ingin memperkenalkan mu dengan mereka, kamu mau kan" Tanyak Toby penuh harap.
Zira hanya mengangguk sembari menunduk karena menahan malu. Bagaimana tidak malu jika keluarga Toby adalah pebisnis sukses, sedangkan Zira hanya seorang gadis yatim piatu. apalagi dengan kondisi Zira yang sedang mengandung.
☘️☘️☘️
Seminggu kemudian orang tua Toby datang ke panti asuhan untuk melamar Zira. Acara lamaran pun berjalan dengan lancar Dan sudah di tetap kan bahwa bulan kedepan Zira dan Toby akan menikah.
Zira dan ibu panti pun sangat bahagia karena keluarga Toby ingin menerima Zira apa ada nya. Sedangkan Amanda yang juga menjadi saksi atas lamaran Zira pun sangat kesal dan ingin rasa nya Amanda menampar Zira karena sakit hati yang Amanda rasa kan.
.
.
Dua minggu kemudian..
Hari ini Zira dan Toby akan melakukan fitting baju pengantin. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhir nya mereka sampai di sebuah butik langganan keluarga Toby.
"Bagaimana tuan? Cantik kan?"
Toby yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya, kini beralih menatap Zira yang kini mengenakan gaun pengantin berwarna putih, berlapis renda dengan korset.
"Sangat cantik" Toby berjalan menghampiri Zira lalu memegang tangan Zira "Kamu sangat cantik, sayang" Ucap Toby sembari mencium tangan Zira.
Zira dengan cepat menarik tangan nya karena merasa tidak nyaman di tatap oleh beberapa karyawan butik. Sedetik kemudian Zira merasa pusing dan memutus kan untuk pulang cepat.
"Toby, bisa kita pulang sekarang" Tanyak Zira sembari memijit kepala nya.
"Ada apa? Kamu baik-baik saja kan" Tanyak Toby begitu khawatir.
"Aku hanya pusing dan ingin pulang" Zira berjalan masuk ke dalam ruang ganti untuk melepaskan gaun yang dia kenakan tadi namun saat berjalan, Zira sedikit limbung dan hampir saja terjatuh.
"Sayang, hati-hati" Toby dengan sigap menahan tubuh Zira yang hampir terjatuh.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa" Zira dengan cepat mengelengkan kepala nya yang terasa begitu berat.
"Kamu yakin? Mau aku bantu untuk mengganti gaun mu?" Tanyak Toby begitu cemas melihat wajah Zira yang sangat pucat.Zira dengan cepat menggelengkan kepala nya dan kembali berjalan menuju ruang ganti dengan sempoyongan dengan bantuan beberapa karyawan butik.
Beberapa menit kemudian Zira telah selesai berganti pakaian "Sayang, lebih baik kita ke dokter" Ucap Toby saat Zira berjalan menghampiri nya.
"Aku tidak mau ke dokter"
"Tapi sayang.."
"Aku hanya ingin pulang" pinta Zira.
Toby pun mau tidak mau mengikuti kemauan Zira meski pun sedikit ragu. Namun tetap mengantar Zira pulang.
.
.
Setelah sampai di panti asuhan, Zira dengan cepat berlari masuk ke dalam kamar mandi karena marasa mual sedari tadi. "Seperti nya maag ku kambuh" gumam Zira dalam hati, setelah berusaha mengeluarkan isi perut nya walaupun yang keluar hanya cairan.
Sejak pagi Zira memang belum sarapan, hanya segelas susu yang masuk kedalam perut nya. Setelah membersihkan mulut nya, Zira kembali ke naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuh nya yang begitu lemas.
Entah mengapa perasaan Zira begitu aneh, Zira berguling ke kiri dan kanan lalu duduk dengan sangat gusar saat merasakan perut nya kembali mual.
"Zira, makan dulu gih" Ucap ibu panti sembari membuka pintu kamar Zira lalu duduk di samping Zira yang sedang termenun.
"Lagi mikirin apa, serius banget wajah nya" Ucap ibu panti sembari menyentuh pundak Zira yang belum juga menyadari kehadiran Lusy di samping nya.
"Ah ibu, sejak kapan ibu masuk" Tanyak Zira.
"Sejak kamu melamun"
"Zira tidak melamun kok" Ucap nya bohong.
"Lagi mikirin apa" Tanyak ibu panti.
"Ngak ada kok, bu" Zira berbohong padahal jauh di lubuk hati nya Zira merasa bersalah telah membohongi Toby.
"Yaudah makan dulu gih, kasian bayi kamu loh kalau bunda nya ngak makan" Ucap ibu panti sembari berdiri.
"Nanti Zira makan kok bu"
"Yaudah ibu tunggu di dapur" Ucap ibu panti dan di jawab anggukan oleh Zira.
Hati Zira benar-benar tidak tenang dan merasa gusar. Ingin rasa nya Zira memberitahukan Toby jika diri nya sedang mengandung namun Zira sangat takut jika Toby marah dan membatalkan pernikahan ini.
Dan dengan bodoh nya Zira menelfon Amanda dan memberi tahu kan kabar kehamilan nya karena perasaan Zira sangat kacau. "Hallo Amanda" Ucap Zira saat sambungan telfon nya terhubung.
"Ada apa" Jawab Amanda begitu cuek.
"Malam itu saat kita ke bar, apakah terjadi sesuatu pada ku" Tanyak Zira.
"Tidak terjadi apa-apa" Jawab nya malas.
"Lalu kenapa aku bisa hamil" Lirih Zira.
"Apa!! Kamu hamil" Pekik Amanda begitu keras. "Kamu pasti bercanda kan, Zira" Ucap Amanda dengan terkejut.
"Mana mungkin aku bercanda"
"Kamu dimana sekarang biar aku menjeguk mu" Ucap Amanda sembari tersenyum penuh makna.
"Aku di panti asuhan"
"Baiklah, kamu tunggu sebentar, aku akan kesana" Ucap Amanda lalu mematikan telfon nya.
Amanda begitu puas mendengar bahwa Zira sedang hamil sedangkan Zira akan menikah bersama Toby dua minggu lagi. Amanda pun segera berganti pakaian dan menyusul Zira di menjenguk Zira. Namun sebelum ke rumah Zira, Amanda pergi ke rumah Toby terlebih dahulu.
"Mana mungkin Zira hamil!!" Pekik Toby saat Amanda menceritakan bahwa Zira sedang hamil.
"Aku berani bersumpah Toby, kau ingat kan saat kita pergi ke bar beberapa minggu yang lalu" Ucap Amanda dengan menunduk "Sebenar nya sebelum pulang, Zira bertemu dengan seorang pria dan menyuruhku untuk pulang lebih dulu" Lanjut Amanda.
"Amanda aku peringat kan yah!! Jangan perna kamu memfitna Zira lagi!! Jika tidak maka aku sendiri yang akan menghancurkan mu!!" Ucap Toby dengan penuh amarah.
"Kalau kamu tidak percaya, Ayo kerumah sakit bersama aku" Ucap Amanda dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, tapi jika kau berbohong maka kau akan menanggung akibat nya" Toby berjalan lebih dulu melewati Amanda yang masih berdiri di depan pintu rumah Toby.
Amanda tersenyum licik saat melihat kemarahan dalam diri Toby. "Aku harus memanfaatkan situasi ini agar mereka berpisah" Ucap Amanda dengan seringai Licik.
Toby yang sudah berada di luar pagar membunyikan klakson nya "Amanda cepat masuk" Teriak Toby dan Amanda pun segera berlari menuju mobil Toby dan duduk di samping Toby.
__ADS_1