
ARIQA memandangi seluruh ruangan dengan mata yg berbinar... ini adalah apartemen yg di hadiahkan untuk pernikahan nya dan Raka ..
pria itu baru saja masuk ke dalam apartemen dengan membawa 2 koper besar milik nya dan milik istrinya..
apartemen itu TDK begitu luas tapi terlihat sangat nyaman dengan interior yg sederhana namun terkesan mewah...
ARIQA melirik ke arah sebuah ruangan yg bisa di pastikan jika itu adalah kamar.. tapi di dalam sini hanya terdapat satu saja... astaga hanya ada satu kamar berarti..
ARIQA sepontan menggeleng saat membayangkan sesuatu...
" ini kamar gua..." ujar nya tiba tiba... sambil menunjuk ke kamar tersebut..
" kamar kita..." balas Raka tanpa beban sambil mendarat kan pantat nya di sofa panjang berwarna army
" hah?? enggak.. cuma buat gua??" ucap ARIQA sambil menggelengkan kepalanya sebagai tanda jika dia memang benar benar sangat TDK setuju dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Raka...
" kamar nya cuma satu, Jubaidah!!" Raka kembali membuka suara tanpa menatap ke arah ARIQA,, pria itu malah sibuk menyalakan tv dan menonton nya... tanpa mempedulikan ARIQA yg sedang berkacak pinggang kesal karena respon yg sangat TDK memuaskan dari nya .
" tidur di sofa lah..." kata gadis itu memberikan solusi,,
Raka sekarang mengalihkan pandangannya ke arah wajah cantik istri nya...
" elo yg tidur di sofa mau??" tanya Raka tanpa merasa bersalah..
" ya enggak.."
" ya sama berarti.." potong nya lagi cepat.. membuat ARIQA ternganga TDK percaya..
" apa salahnya tidur bareng.. kita juga udah sah..." pria itu kembali melihat ke arah tv
" ogah,, gua masih sekolah..gua gak mau.." ARIQA menurut mulut nya rapat rapat . seperti nya dia sedang salah bicara sekarang..
" gak mau apa." ternyata hal itu sukses membuat intensi Raka teralihkan.
" gak jadi..."
" kalau pun elo, hamil kan ada gua.." lanjutnya dengan wajah datar berniat untuk menggoda istri nya yg sudah mulai salah tingkah sendiri .
benar benar pria ini .
sampai sukses membuat pipi ARIQA memerah sekarang...
" elo ngomong apa si Bambang.." ARIQA berusaha untuk merubah topik pembicaraan nya...
" elo hamil,, kan gpp... " Raka malah semakin memperjelas..
pipi ARIQA benar benar memanas sekarang...
pria itu semakin gencar menggoda Nya sekarang..
" gua kan masih sekolah! " bentak ARIQA kesal sambil berlalu menuju ke kamar
__ADS_1
" emang kenapa kalau elo hamil saat sekolah,, setengah saham di sekolah milik ayah... elo kan menantu ayah .." ARIQA mematung di tempat nya saat mendengar itu.. langkah kaki nya benar benar terhenti...
sedangkan Raka malah tersenyum penuh kemenangan..
" gua gak mau hamil muda Raka..." teriak ARIQA penuh emosi... sambil menghentakkan kakinya..
" tadi respon elo kayak mau.." goda Raka sambil menaik turunkan kan alisnya..
" kapan.." elak ARIQA cepat.. sambil berbalik dan menatap suaminya tajam...
" ihh... gak usah merah kayak gitu pipinya.." Raka menjawab yg TDK di tanyakan oleh istri nya..
tangan ARIQA terangkat dan memegang ke2 pipinya yg terasa semakin memanas karena ulah dari Raka ..
dengan langkah lebar dia langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya.. TDK butuh waktu lama radar pendengaran Raka menangkap suara pintu terkunci.. pasti itu ulah istri nya
" elo lagi ganti baju dinas ya..." teriak Raka diikuti dengan tawa yg menggema ..
" dasar ngeres otaknya..." balas ARIQA dari balik pintu..
" gua mau masuk.." kata Raka membalas..
" tidur di luar.." teriak ARIQA tak kalah kencang...
Raka hanya bisa geleng2 kepala saat mendengar hal itu..
dia tidak pernah menyangka jika hubungan nya dengan ARIQA bisa seperti ini..
mungkin masih terjadi pertengkaran tapi pertengkaran kali ini sangat berbeda dengan pertengkaran sebelum ke2nya menikah..
dia berharap akan seperti ini seterusnya..
dia juga berharap jika pernikahan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kali baginya dan ARIQA .
mungkin memang cukup TDK masuk akal jika di lihat dari segi usia..
tapi semoga semua bisa di lewati dengan cukup baik..
ARIQA mengerjabkan matanya beberapa kali saat merasa kan haus yg tiba tiba menyerang tenggorokan nya .. dengan gerakan malas dia menuturkan kaki perlahan..
jam masih menunjukkan pukul 00.00 malam..
dia habiskan waktu nya sebelum tidur untuk menata pakaian nya ke dalam lemari..
dia membuka pintu yg terkunci..
pandangan pertama nya jatuh ke arah Raka yg sedang tertidur memeluk tubuh nya sendiri di sofa,, seperti nya pria itu sedang kedinginan..
dengan mata yg masih sangat mengantuk ARIQA kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil selimut dari sana...
baru saja melangsungkan dia kembali berbalik saat dan kembali meraih bantal..
__ADS_1
dia bukan musuhnya lagi sekarang..
tapi Raka Raihan adalah suaminya..
" Raka..." ARIQA memanggil dengan malas...
dia masih berdiri di samping sofa, Raka sama sekali tidak bergerak dari tempat semula, gadis itu mendengar dengkuran lirih dari mulut Raka sepertinya pria itu benar-benar sedang kedinginan sekarang,, Arika akhirnya mengalah mendekat dan menyelimuti tubuh suaminya nya hati-hati, takut pria itu terbangun dari tidurnya,
ARIQA mengangkat kepala Raka dengan sangat hati-hati dan meletakkan bantal yg tadi di bawahnya agar bisa di buat tidur oleh pria itu. setelah selesai menyelimuti tubuh Raka dia beranjak pergi...
menuju tujuan awalnya.. yaitu mengambil minum ..
rasa kantuknya tiba tiba saja langsung hilang. .
Kenapa tidak...
dia sama sekali TDK menemukan satu buah minuman pun disini . sedangkan tenggorokan nya benar benar terasa kering. seperti nya dia sedang mengalami dehidrasi ringan karena TDK meminum apapun dari tadi sore ..
di dalam kulkas pun TDK ada .. dia melupakan sesuatu seperti nya ...
Bukan kan dia memang baru saja menempati apartemen ini..
dan sama sekali tidak membeli barang barang kebutuhan rumah dan dapur tadi ..
lalu bagaimana nasibnya sekarang.
pilihan nya hanya satu.
kepala nya tertoleh ke arah Raka...
ya .. dia harus meminta bantuan kepada suami nya itu .
dia harus membangun kan pria itu sekarang..
dari pada dia harus tersiksa dengan rasa hausnya sendiri .. ARIQA mengucek matanya...
lalu berjalan ke arah Raka untuk yg ke2 kalinya ..
menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya mencari tangan pria itu...
Raka hanya menggeliat ringan dan masih belum membuka mata nya...
" Raka..." ARIQA mulai mengeluarkan suara. mungkin dengan cara ini akan berhasil...
" Raka..."
" hmmm" pria itu hanya berdehem tanpa mau membuka matanya...
seperti dia memang sangat mengantuk sekarang...
tapi bagaimana dengan ARIQA yg sangat kehausan..
__ADS_1
padahal tadi gadis itu sama sekali tidak punya niatan untuk membangunkan Raka sampai semua nya di lakukan dengan sangat perlahan...
tapi sekarang kondisinya berbeda