
" kenapa banyak banget..." lirih ARIQA....
",, taruh aja di kulkas kalau elo gak habis..." kata pria itu, lalu kembali melanjutkan tidur nya di sofa saat istri cantik nya itu beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke arah dapur...
" gua kira hanya air putih doang yg di beli..." beo ARIQA saat mendapati beberapa rasa minuman dengan merek yang berbeda....
gadis itu mengambil satu botol air putih dan meminum nya sampai tersisa setengahnya.. tenggorokan nya sudah sedikit membaik rasa haus nya juga sudah hilang sekarang...
setelah meletakkan semua minuman tersebut di dalam kulkas... gadis itu kembali ke kamar nya. sambil melirik sekilas ke arah Raka y sudah asik dalam tidur pulas nya...
ini sudah pukul 1 malam lebih... dia harus segera tidur.. kalau TDK bisa kesiangan besok .... gadis itu berjalan ke arah kamar nya...
sang surya sudah menerobos masuk lewat cela cela ventilasi kamar.. gadis itu mengeliat karena terganggu..
menatap langit langit kamar sekilas.. sambil mendengarkan suara orang membaca Al Qur'an samar samar . dia masih mengantuk asli nya.. tapi dia harus bangun Karena dia juga harus segera datang ke sekolah,.
dengan gerakan malas dia mulai duduk... dan pandangan mata nya pertama kali jatuh ke arah seorang pria yg duduk bersila di atas sajadah sambil membawa Al Qur'an dengan mulut yg komat Kamit. bergerak membaca setiap Ayat di sana ..
sebuah senyuman terbit di bibir indah nya..
suami nya itu memang sosok pria yang sangat di idamkan oleh banyak orang...
di pagi hari seperti ini saja.. dia sudah di suguhkan oleh pemandangan yg sangat indah..
menenangkan jiwa dan menyejukkan mata...
dia TDK sabar untuk mendengarkan Raka membacakan setiap ayat Al Qur'an saat menjadi imam shalat nya. .
papa nya TDK salah memilih..
Raka yg dulunya musuhnya.. ah.. seperti nya gadis itu sudah TDK menganggap Raka Raihan yg berstatus sebagai suami nya itu sebagai musuhnya lagi ..
" udah bangun.." Raka bersuara.. sambil menutup Al Qur'an nya .. yg di tanya TDK merespon.. tatapan nya masih fokus ke arah nya..
" ARIQA Zafra.." gadis itu sedikit terkejut saat suara bariton milik Raka berhasil membuyarkan lamunannya...
" hmm ." sedikit deheman ringan, tangan nya bergerak menyibak selimut...
sedangkan matanya menatap sekilas ke arah jam dinding yg masih menunjukkan pukul 5 pagi...
__ADS_1
bisa di gambar dari sang Surya yg masih belum sepenuhnya muncul...
" apa??" ARIQA bertanya mengenai namanya yg baru saja di panggil oleh Raka .. pria itu terlihat sedang sibuk merapikan sarung dan sajadah nya. .
" gak jadi..." ekspresi wajah kecewa tergambar jelas di sana saat Raka mengatakan hal itu...
pria itu keluar dari kamar,, sedang ARIQA beranjak berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi...
pasangan suami istri itu sudah duduk berhadapan di meja makan..
menyantap roti yg kemarin di beli oleh Raka...
" Raka..," panggil ARIQA... pria yg di hadapannya Sontak saja langsung mengalihkan perhatian nya ke arah nya .
" gua gak bisa masak orang nya..." katanya melanjutkan ucapannya yg menggantung tadi...
Raka tersenyum tipis bahkan sangat tipis sampai ARIQA sendiri pun yg persis berada di depan nya TDK mengetahui jika dia sedang tersenyum sekarang..
" Raka... elo dengar gua gak sihh..." kesal gadis itu saat TDK mendapatkan respon sama sekali dari pria yg malah asik menyantap roti nya ..
" denger kok.." jawab nya enteng plus Acuh..
" apanya.." Raka malah berpura pura tdk memahami maksud dari ucapan ARIQA ..
"gua gak bisa masak.." teriak gadis itu kesal .
membuat Raka tersenyum..
." terus.." seperti nya pria itu berniat untuk menguji kesabaran istri nya ..
" gua gak bisa masakin elo .. gak bisa seperti mama sama bunda .." katanya sambil menunduk...
" jadi secara TDK langsung... elo pingin ngelayanin gua dan bertingkah selayaknya seorang istri yg baik..." kata Raka yg entah berniat untuk menggoda atau berkata sejujurnya..
mendengar hal itu ARIQA langsung mendongak menatap wajah suaminya itu dengan tatapan menerkam..
" kapan gua bilang .." sinis nya ..
" gua capek debat dan bicarain sesuatu yg tak masuk akal.." lanjutnya sambil beranjak berdiri... sejujurnya dia sangat memahami apa yg baru saja di ucapkan oleh Raka.. tapi dua benar benar merasa sangat malu.. apa lagi Raka yg terus saja menatap nya tanpa henti..
__ADS_1
" gua berangkat sendiri..." gadis itu berujar sambil menggapai tas sekolah nya dan keluar dari apartemen, secara TDK langsung dia barusan sedang pamit...
Raka hanya bisa geleng2 kepala ringan melihat tingkah laku istri nya baru san...
kegiatan belajar mengajar sudah berjalan sejak 10 menit yg lalu ..
tapi ARIQA TDK bisa fokus seperti nya.. apa lagi mapel pelajaran nya sekarang adalah matematika Pelajaran yg sangat di benci oleh sebagian besar murid sekolah...
gadis itu terus saja.. melihat ke arah samping...
entah apa yg dirinya lihat dari sebuah dinding berwarna putih tersebut...
sambil sesekali menatap ke arah jam tangan nya yg seperti rusuk dan TDK berputar dari tadi .
Kenapa waktu nya terasa sangat lama ..
bahkan bolpoin di tangan nya pun terus saja dia ketuk ketukkan ke meja...
ingin rasanya keluar dari kelas entah ke toilet , kantin atau pun perpustakaan yg penting dia bisa bebas dari sini...
ARIQA melirik sekilas ke arah Siska yang duduk persis di samping nya..
gadis itu terlihat asik asik saja . dan sangat menikmati begitu juga dengan teman teman nya yg lain...
"Kenapa mereka begitu welcome kepada ilmu Falak ini .." batin gadis itu..
tuh kan efek gabut nya sangat berbahaya . bagaimana bisa bahasa Inggris di gabung kan dengan bahasa kitab...
( elo gak bosen apa denger tu guru cerama masalah angka angka.) ARIQA menulis hal itu di sebuah kertas dan menyodorkan nya ke arah Siska...
dia tersenyum saat Siska terlihat menulis di bawah nya menjawab pertanyaan nya .
( enggak,, gua lagi ngehalu in Oppa Korea soalnya ..) ARIQA sedikit terbelalak saat membaca balasan yg tertulis dari Siska tersebut...
astaga ternyata tebakan nya mengenai Siska yg sudah berubah ternyata salah... gadis itu memang memiliki kepribadian yang hampir mirip dengan dirinya..
( ijin keluar kuy..)
" di larang ijin ke luar kelas...," ARIQA Sontak menoleh saat radar pendengarannya dengan jelas menangkap suara cempreng Milik guru mapel matematika nya yg seperti nya sekarang. sedang berada persis di belakang nya..
__ADS_1
" mati gua .." lirihnya mengumpat pada dirinya sendiri.. sejurus kemudian dengan hati hati dia berbalik ke belakang . membuktikan apa kan benar tebakan nya barusan...