Jodohku Musuhku Dalam Kelas

Jodohku Musuhku Dalam Kelas
24


__ADS_3

" kamu bosen sama pelajaran saya??" Bu Reni bertanya dengan tatapan menghunus tajam ke arah ARIQA yg sedang menggigit bibir bawahnya tipis... kenapa tidak.. selain Merasa takut dia juga sangat malu karena sekarang ini dia sedang menjadi sorotan teman teman nya satu kelas...


ARIQA menggeleng begitu juga dengan Siska yg secara TDK langsung memberikan jawaban mengenai pertanyaan guru nya barusan...


" Siska, ARIQA kalian boleh mengerjakan tugas di papan tulis sekarang..." pinta guru itu membuat ke2nya saling melempar kode Lewat pandangan mata...


" sial.. mana bisa gua ngerjain.. sedangkan gua sama sekali gak dengerin penjelasan Bu Reni..." umpat nya dalam hati saat netra matanya menemukan 2 soal matematika rumit.. yg sana sekali tidak diri nya pahami ..


satu soal terdapat 2 jawaban.. ini adalah soal pengecoh yg super sulit seperti nya...


" ayo..." Bu Reni.. membuyarkan lamunan ke2nya ...


membuat ARIQA tersenyum sangat kaku...


gadis itu mau TDK mau harus berdiri begitu juga dengan Siska...


" sebelum maju kedepan .. kalian minta maaf terlebih dahulu kepada seluruh teman kalian.. karena sudah mengambil waktu belajar mereka..."ujar guru itu menghentikan langkah kaki ARIQA...


." mengambil waktu apanya... mereka ya seneng lah......." beo gadis itu lirih....


" kamu bicara apa ARIQA??" tanya bu Reni saat radar pendengarannya sayup-sayup menangkap ocehan gadis cantik itu...


" gak ada kok Bu..." ARIQA bergeleng ringan untuk meyakinkan..


" temen temen semua saya ARIQA Zafra dan.." gadis itu menjeda ucapan nya dan menatap ke arah Siska memberikan kode agar gadis itu Ikut bersuara...


" Siska Mayang Sari.." Siska menimpali saat menyadari...


" meminta maaf kepada kalian.. karena telah mengganggu aktivitas belajar mengajar..." ujar ke2nya bersamaan...


" santai aja .. kita sama sekali gak keberatan kok Gayss..." Didin menimpali.. tapi langsung terdiam saat mendapat kan tatapan mata tajam dari Bu Reni ..


setelah mendengar hal itu.. ARIQA dan Siska berjalan ke arah papan tulis dengan membawa spidol Du tangan nya...


" gua gak faham anyinggg..." lirih Siska saat benar benar TDK tau harus menghitung dari mana pekerjaan nya ..


." sama .. elo kira gue ngerti apa..." balas ARIQA TDK kalah frustasi...

__ADS_1


" kenapa Bu Reni sampai tau coba kalau kita sedang surat menyurat..." tanya Siska penasaran sambil melirik ke arah ARIQA.. yg terus saja memandangi soal matematika di depan nya tanpa berniat untuk menghitung nya ..


" itu tugas elo,, buat ngawasin... kenapa bisa sampai kecolongan ..." jawab ARIQA malah berkesan menyalahkan. Siska...


" dihhh ... elo juga yang kenapa kirim surat ke gua..." satu oktaf lebih tinggi membuat Bu Reni juga ikut mendengarnya...


" kalian ini.. tugas belum selesai... bicara di perpanjang..." Bu Reni berujar dengan nada tegas... membuat ke2nya langsung terdiam di tempatnya. .


kring kring kring....


suara bel istirahat sudah berbunyi membuat hati ARIQA dan Siska refleks bersorak dan bersyukur senang...


sesenggak nya ini akan berakhir di waktu ini juga ...


" ya sudah... Pela kali ini cukup sampai di sini... kalian boleh istirahat setelah saya keluar dari kelas..." katanya yg di tunjukkan untuk anak satu kelas... tanpa aba aba tentu saja hal itu membuat mereka bahagia bukan main...


" yeyy... ngantin juga akhirnya.." kata ARIQA yg di bales dengan senyuman oleh Siska...


" tapi khusus untuk kalian berdua..." Bu Reni berjalan ke arah Ke2 nya dan mengamati mereka sejenak sebelum akhirnya beralih ke papan tulis...


" belum sama sekalii..." katanya sambil bergeleng ringan tak masuk akal dengan ulah ke2nya...


" hahhh..." kata ARIQA dan Siska Secara bersama an... mewakili keterkejutan nya...


" kenapa hah .. kurang?? " tanya bu Reni yg sukses membuat ke dua gadis itu menggeleng kompak...


" kerja kan hal 55 bagian tugas mandiri 1 sampai 5..." lanjut nya membuat gadis itu semakin melotot dan bibir nya terbuka lebar saja. apa maksudnya.


2 soal saja masih belum selesai... kenapa harus ada tambahan Soal lagi ..


kan gak masuk akal...


" tapi Bu.." Siska mencoba untuk protes seperti nya,, mana bisa tugas nya di gandakan sekali gus... bukan kah tadi dia dan ARIQA sudah menggeleng tanda menolak...


" mau saya tambahkan lagi??" potong Bu Reni cepat... Siska TDK bisa mengatakan apa pun... selain menggeleng...


" kalian bisa meminta bantuan kepada Andini dan Raka,, besok tugas nya di kumpulkan langsung ke saya..." ujarnya kemudian berpamitan dan melenggang pergi keluar dari kelas..

__ADS_1


" aisss... gak tau apa .. kalau kita bukan bagian dari orang yg IQ nya tinggi..." selolong ARIQA kesal sambil menghentakkan kakinya...


" elo enak ada. si Raka .." timpal Siska yg langsung mendapat kan tatapan mata tajam dari Saha nya tersebut... Untung suasana kelas sudah sepi .


kalau tidak bisa jadi bulan bulan nya pertanyaan anak anak nanti ..


jadi Raka adalah pemegang rengking pararel tertinggi sedangkan Andini adalah saingan terbesar Raka di dalam kelas...


" enak apaan... ya sama aja lah ..


gua juga bakalan ngerjain sendiri .. mana mungkin si wajah es batu bakalan bantuin..." timpal ARIQA sambil berjalan ke arah bangku nya dan mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memfoto tiga matematika yg di catat di papan tulis...


ini generasi penerus bangsa yg TDK pantas untuk di contoh... untung dapet suami yg pinter dan rajin...


" ya udah tinggal kasih jatah tiap malem... upahnya suruh kerja in pr..." kata Siska memberikan ide,, tapi bukan nya mendapatkan pujian dari ARIQA dia Mala menerima pukulan keras dari saudara sepupu nya tersebut...


" jorok banget pikiran elo..." Cicit ARIQA.. membuat Siska tersenyum penuh arti.


" ke kantin yukk..." ajak Siska...


ARIQA hendak menjawab tapi seseorang yg berada persis di depan pintu.. langsung merubah niat awalnya...


" gua sama Tomi.. elo ke kantin sendiri ok .. Udah gede kan..." kata ARIQA sambil melambaikan tangan ke arah Siska sejurus kemudian hilang dengan Tomi dari jangkauan pandangan mata Siska.. ya gadis itu di tinggal sendiri di dalam kelas sekarang...


" gini ni nasibnya jomblo.." katanya memelas yg memang dia tunjukkan untuk dirinya sendiri ..


" ke kantin apa ke perpustakaan.." Tomi bertanya sambil menggenggam tangan ARIQA erat...


" ke kantin lah.. aku laper..." kata gadis itu yg langsung di balasi anggukan ringan dengan senyuman tipis oleh Tomi...


semua mata tertuju ke arah ke2nya..


kenapa tidak.. mereka terlihat sangat cocok dan serasi .. Tomi yg tampan dan memiliki jabatan tinggi di sekolah sedang kan ARIQA gadis cantik dan mungil yg bisa di bilang jika dia adalah kembang sekolah..


sangat sempurna bukan ...


tapi sayang nya hubungan mereka berdua TDK akan mengkin bertahan lama karena cepat atau lambat .. ARIQA harus berkata jujur

__ADS_1


jika dia sudah menikah dengan Raka Raihan..


__ADS_2