Jodohku Musuhku Dalam Kelas

Jodohku Musuhku Dalam Kelas
29


__ADS_3

ARIQA terus saja merenung,, padahal seluruh teman kelasnya sudah pada keluar Kelas semua setelah mendengar kan pengumuman dari microfon sekolah yg meminta agar semua anggota sekolah berkumpul di aula untuk ikut memberikan suara kepada pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS tahun ajaran baru ini...


" ARIQA..." seseorang berteriak dengan nada khas dan cempreng nya yg membuat si empunya Langsung menoleh ke arah nya.....itu Siska dan pasti gadis itu,, gadis itu kembali masuk ke dalam kelas setelah sebelumnya keluar terlebih dahulu bersama putri dan Chelsea tadi,,


" kenapa masih bengong,, di aula Udah mau penyambutan guru guru... elo malah gak muncul muncul batang hidungnya dari tadi...


sekarang ini suami elo yg mau berperang dan kekasih elo yg nantinya memberikan bendera kemenangan.. emang elo mau ninggalin momen langka kayak gini??" cerocos Siska panjang lebar, sambil menarik pergelangan tangan Sahabat nya itu dan membawa nya ke luar kelas..


sedangkan ARIQA hanya menurut saja.. dia TDK mau menambah perdebatan yg semakin panjang dengan sahabat nya ini... yg sulit sekali untuk menyerah jika apa yg dia mau masih belum bisa dia dapat kan ..


selama perjalanan menuju aula pandangan nya kosong sekali...


pikiran nya Bekerja sangat aktif sekarang,, kalau Raka menang dua harus malu di muka umum dan tentunya malu di depan Raka juga . pria yg tinggal satu atap dengan nya ..


dan hal itu juga pasti akan di ketahui oleh Tomi.. pasti nya tanpa harus di salah kan lagi.. dia akan putus saat itu juga .


kalau untuk putus biasa dia TDK masalah.. tapi kalau Tomi marah dan mengatakan hal itu di muka umum.. apa gak Tambah runyam masalah nya nanti..


ohhh . ya Allah....


batinnya meronta-ronta sekarang ini.. bukan karena baper melainkan bingung sedih dan frustasi juga seperti nya ...


memang benar kata pepatah jika mulut adalah harimaumu.. yg akan memangsa mu kapan saja... Andai dulu dia berhati- dalam berbicara.. mungkin sekarang dia bisa lebih tenang..


sumber masalah semua nya ya memang ada di ARIQA karena ARIQA lah yg menantang dirinya seperti itu sedang kan Siska hanya bertugas untuk memegang ucapan nya tersebut..


.


" ayo..." ajak Siska sambil berbelok masuk ke dalam aula yg langsung sukses membuyarkan lamunan gadis yg berada di sampingnya tersebut...


pandangan mata Pertama ARIQA langsung jatuh ke arah Raka kemudian ke Tomi 2 pria yg telah membuat Otak nya sangat kacau dan hampir pecah sekarang ini..


tapi sepertinya janji itu hanya di ingat oleh ARIQA sedang kan Siska sama sekali TDK menyinggung hal itu dari tadi ..

__ADS_1


tapi Malang nya ARIQA TDK menyadari hal itu.. yg dirinya takut kan adalah saudara dan sahabat nya tersebut akan menagih janji nya di muka umum nanti nya...


" duduk..." Siska mempersilahkan gadis itu duduk di samping nya...


sekitar 1jam setengah...


akhirnya acara selesai juga...


kini adalah puncak acara di mana akan di umumkan secara langsung siapa pemenang nya...


ARIQA sama sekali TDK menoleh sedikit pun ke arah papan tulis penghitungan suara .. dia juga sama sekali TDK mendengarkan ocehan Siska atau pun siapa pun.. dia memfokuskan pandangan nya pada novel yg dirinya baca di dalam ponsel dengan mendengar kan music,,


bahkan tadi pas giliran nya maju untuk mencoblos dia dengan yakin malah memilih anak kls bahasa,, dia juga berharap jika bukan Raka pemenangnya....


ahhh berasa pengen teriak dan menghilang dari dalam bumi sekarang juga... mungkin kurang lebih seperti itu yg di inginkan ARIQA jika memang dirinya bisa di berikan kekuatan sekarang juga...


" gua ke toilet dulu..." Pamit nya frustasi, tapi di saat yg bersamaan seseorang yg menjadi MC atau pembawa acara Langsung mengumumkan siapa ketua OSIS terpilih saat ini...


dan benar saja itu di terima oleh Raka Raihan yg menang unggul 11 suara dari urutan kedua ..


Siska melirik sekilas ke arah ARIQA dan langsung memeluk gadis itu erat sebagai ucapan selamat mungkin...


ARIQA sedikit tersentak dia langsung teringat.. apa mungkin setelah ini Siska akan menagih janji nya...


" suami elo memang.." bisik gadis itu girang seakan akan dia lah yg menjadi istri Raka di sini..


" gua minta ke toilet.." kata ARIQA gugup.. tapi langkah nya langsung terhenti saat tangan Siska menggenggam pergelangan tangan nya ..


" kasih selamat dulu.. baru ke kamar mandi.."


hembusan nafas kasar Langsung keluar dari pernafasan ARIQA...


dia TDK memiliki kesempatan untuk menolak dan memberontak saat Siska menarik tangan nya di sebelah kiri dan putri di sebelah kanan sesaat setelah mengucapkan selamat atas kemenangan kelas IPA..

__ADS_1


Raka hanya tersenyum saat di goda oleh Didin dan Ridho...


" bisa nya elo bang..." ridho menyenggol lengan Raka... membuat empunya hanya tersenyum tipis..


" pakek cara haram elo ya.." tuduh Didin...


" maksud elo .." ridho menimpali karena memang terlalu lambat untuk mencerna peri bahasa seperti itu..


" nyogok... atau minta bantuan dukun kah??" hal itu sukses membuat Raka langsung melempar kan tatapan tajam ke arah nya... kenapa TDK ucapan Didin barusan sangat sukses membuat seluruh Pasang mata Langsung menatap ke arah Raka.. karena ulah volume suara milik Didin yg TDK bisa untuk di perkecil pengaturan nya...


mendapatkan tatapan elang tersebut langsung sontak membuat Didin tersenyum pahit. .


" di ati ati kalau ngebacot bro.." kata Ridho mengingat kan...


" hai Raka .." Siska menyapa membuat Lee pria itu langsung menoleh dan memusatkan perhatian nya ke arah 4 gadis cantik tersebut . tapi tatapan Raka tentu saja berdomisili ke arah ARIQA yg terus saja membuang muka.. seperti tak suka edan terlihat kurang nyaman..


" selamat ya .. elo bisa jadi ketua OSIS sekarang..." kata putri mengawali sambil menjulurkan tangannya... Raka tersenyum dan menerima nya ..


" ehh.. iya congrotulation,, seneng kelas IPA lagi pemimpin sekolah nya .." Siska menimpali sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.. kemudian Chelsea juga melakukan hal yg sama juga.


yg hanya dia di sini adalah ARIQA gadis itu Bingung mau Melakukan apa ..


" ah iy.. selamat ya ." katanya setelah memerima kode mata dari Siska...


" makasih atas dukungan nya... saya juga TDK menyangka jika..." kata Didin mulai mencari masalah...


" gak usah ngelawak..." potong ridho kesal...


" gua ke toilet dulu ya.." pamit ARIQA...


dia mulai melangkah tapi..


cuppp...

__ADS_1


bibir nya mendarat sempurna di pipi kiri Raka


__ADS_2