Jodohku Musuhku Dalam Kelas

Jodohku Musuhku Dalam Kelas
28


__ADS_3

" kenapa dia berangkat sepagi ini??? apa yg akan dia lakukan di sekolah?? gak mungkin kan nyapu halaman depan belakang sekolah!" pikir ARIQA dalam diamm... Kenapa sekarang dia sangat kepo dengan semua yg di kerjakan oleh Raka. ?? hal itu juga yg sering mengganggu konsentrasi nya...


gadis itu menurunkan kaki nya perlahan ke lantai...


rasa kantuknya Langsung hilang seketika.. saat menyadari jika suaminya sudah sangat rapi sekarang...


dia tau kepribadian nya dengan Raka memanglah sangat jauh berbeda dalam berbagai aspek...


setelah mandi dan bersiap dengan semua keperluan sekolah nya ..


ARIQA langsung keluar kamar dan menuju ke ruang makan dia teringat dengan apa yg di bicarakan Oleh Raka tadi .


ya nasi goreng itu bisa langsung dia temukan, karena letaknya yg sangat strategis... jika Raka bisa memasak nasi goreng...


lalu kita kira jam berapa kah pria itu bangun ..


ARIQA membuang nafas nya pasrah... ada rasa bersalah dan sedikit rasa malu yg dia rasakan sekarang untuk seorang Raka Raihan ..


dia lah yg ber status sebagai seorang istri . tapi kenapa peran itu seperti tercipta fa dan terdapat pada diri suami nya...


dari bangun paling pagi.. menyiapkan sarapan nya .. bahkan mengerjakan tugas rumah nya ..


Raka juara dalam itu semua...


kiranya dengan semua kekurangan nya apakah pernikahan nya akan bertahan lama dan Raka bisa menerima nya ..


ARIQA seperti nya sedang TDK percaya diri sekarang...


setelah menyantap sarapan pagi nya...,, dia memutuskan untuk berangkat sekolah menggunakan angkutan umum...


karena dia sama sekali TDK diberikan fasilitas transportasi selain motor dan mobil yg tentunya hanya dengan resmi menjadi milik suaminya...


ARIQA Zafra.. gadis itu baru saja turun dari bus... banyak mata yg melihat nya bisa di katakan sangat menyorot... tapi dia TDK peduli...


seorang pria berlari menghampiri nya. itu Tomi pria itu rela berlari setelah memarkir kan motor nya hanya untuk menyusul kekasih nya ..


" haiii..." sapa nya.. ARIQA tersenyum tipis..


" hai kak!!" balas nya...


mereka ber2 memang TDK menggunakan panggilan khusus walaupun status mereka sebagai seorang kekasih...


tapi ini lebih baik, dari pada harus sayang sayang an di sekolah kan...


mereka tau tempat seperti nya...

__ADS_1


" tumben naik bus?? Kenapa gak telfon aku... kan aku bisa jemput nanti..." kata Tomi membuka topik percakapan...


" mau kena marah papa nanti??" tanya ARIQA yg langsung sukses membuat ke2nya tertawa...


mereka berbicara ringan tentang beberapa hal sambil terus melangkah...


banyak pasang mata yg mengamati Ke2nya... ARIQA dan Tomi memang cukup populer di sekolah...


dengan wajah ARIQA yg cantik dan. mempesona dan jabatan tinggi yg Tomi. dapatkan.. mereka juga terlihat sangat cocok.. walaupun interaksi di antara ke2nya bisa di bilang seperti seorang teman biasa...


pandangan yg dari jauh mengganggu ARIQA kini sudah di depan mata...


ralat dulu... jadi dia sedang sendirian sekarang karena Tomi harus kembali ke kelasnya setelah di jemput oleh Bejo teman nya...


ya ARIQA sekarang sedang berada di belokan pertama Untuk menuju ke arah kelas nya... tapi yg di lihat nya sekarang adalah Raka yg sedang berbicara santai dengan Zoya di gazebo samping kelas.. entah kenapa hal itu sangat mengganggu konsentrasi nya sekarang...


pandangan mata terus tersorot ke sana,, apalagi melihat interaksi Zoya yg seperti sedang berusaha untuk mencari simpati suaminya...


ARIQA tersenyum kaku.. mungkin ini alasan nya, kenapa Raka memilih untuk bangun terlalu pagi... ingatannya langsung melayang ke kejadian beberapa hari yg lalu...


tentang di mana Raka TDK sengaja bertemu dengan Zoya .. dan di saat itu juga dia berani bertanya mengenai rada penasaran nya mengenai perasaan Raka ke Zoya...


tapi jawaban Raka sukses membuat nya teringat sekarang... gua suka dan tertarik pun sama Zoya itu bukan urusan elo .. mungkin seperti itu ..


tapi entah kenapa hati nya cukup sakit melihat hal ini....


" lagi mantau Bu boss.." seseorang dengan sengaja' mengejutkan nya dengan menepuk pundak nya cukup keras... di toleh nya sekilas... itu adalah Siska.. gadis paling beruntung di sekolah ini.. karena telah berhasil mengetahui tentang pernikahan nya dengan Raka.


" enggak,, " elaknya..


" ngaku dehh,, kalau elo cemburu kan??" goda Siska...


" gua masuk kelas dulu.." ARIQA memilih untuk langsung melenggang masuk ke dalam kelas nya... karena jika terus meladeni Siska.. itu akan membuat perdebatan nya semakin panjang..


gadis itu meletakkan wajah nya di atas tangan nya.. entah kenapa rasa semangat nya langsung hilang seketika sekarang...


mulai dari. tadi mungkin.. setelah dia tau jika Raka memilih untuk berangkat terlebih dahulu..


kepala nya mendongak saat radar pendengarannya menangkap suara yg memanggil nama nya .. itu putri.. sebagai jawaban dia hanya mengangkat Lee alisnya..


" di suruh ngumpulin tugas sama Bu Reni.." katanya.. ARIQA mengangguk dengan malas...


"mana buku elo,, gua aja yg kekantor.. gua tau mood elo lagi gak baik.." kata Siska yg baru saja masuk ke dalam kelas dan meletakkan tas nya di tempat duduknya setelah sebelumnya mengambil buku catatan pr nya terlebih dahulu...


" thanks.." kata ARIQA sambil menyodorkan bukunya dan di sambut baik oleh Siska..

__ADS_1


" riqa..." Putri kembali bersuara..


" ARIQA...gak usah di potong potong.." gadis itu mengingat kan dengan menekan setiap huruf yg ada di dalam namanya... putri hanya tersenyum sedangkan Chelsea malah tertawa mendengar nya...


" sorry.."


" kenapa??" tanya gadis itu tak bersemangat..


" sekarang Sertijab.." kata putri dengan hebohnya...


" hah .." ARIQA seperti nya masih belum konek sepenuhnya..


" pemilihan OSIS..." ARIQA mengangguk faham..


tapi langsung melotot saat menyadari nya ..


" yg bener.." tanya nya memastikan..


" beneran lahh.. emang elo mau nyoblos siapa??* tanya Chelsea...


ARIQA seperti sedang berfikir dan mencoba mencerna semua nya ..


" kalau gua mau nyoblos Raka...biar IPA 3kali berturut-turut yg menang .." kata putri dengan sangat semangat..


" tapi calon nya kelas bahasa gak kalah ganteng sama si Raka.." balas Chelsea..


ARIQa memilih untuk diam dan hanya mendengar kan saja seperti nya..


padahal dalam hati nya dia sedang sangat khawatir sekarang..


dia mengingat jelas tentang taruhan nya dengan Siska Waktu itu ..


jika sampai Raka menang pemilihan berarti dia harus mencium pria itu di depan umum.. kan gak mungkin dia harus melakukan hal itu ..


gak lucu juga kan...


ahh... Andai saja semua nya bisa di ralat sekarang...


atau semoga saja bukan Raka pemenang nya ..


ARIQA bertekad untuk tidak mencoblos suaminya kali ini...


TDK mendukung nya .. juga ..


dan semoga saja TDK akan terjadi sesuatu dengan dirinya...

__ADS_1


__ADS_2