
Hari hari berlalu begitu saja,
Satu minggu ini sekolah sedang melangsungkan ujian akhir semester 2. Jurusan kami sudah semua selesai melaksanakan ujian. dan sekarang kami tidak melakukan apa pun, hanya berada di kelas, bermain hp atau, mengobrol.
Tapi anak komputer masih sibuk untuk ujian peraktek. Termasuk juga kelasnya si andi.
Tiba tiba si andi chat aku, menanyakan apakah aku membawa laptop atau tidak. Karena dia membutuh kan nya untuk praktek. Dia berkata jika tidak membawa laptop tidak di perkenankan mengikuti ujian.
Aku berfikir, selama ini andi selalu membantuku untuk segala hal, saat aku sulit dia selalu ada untuk membantu ku. Jadi sekarang aku berfikir akan membantu dia juga untuk meminjam kan laptop,agar dia bisa ikut ujian.
Sebenarnya aku punya laptop, tetapi seminggu yang lalu rusak karena terjatuh, dan hanya ada komputer. Hem..... lalu bagaimana ini, aku berinisiatif untuk menanyakan teman satu kelas ku adakah yang bisa dipinjamin laptop.
Akhirnya setelah bersusah payah, aku mendapatkannya sasmita namanya. Dia bersedia meminjam kan laptopnya, Tapi dia berkata padaku kalau laptopnya di rumah.
Dan rumah nya tidak cukup jauh dari sekolah.
Lalu aku meminta izin pada guru untuk pulang sebentar mengambil laptop. Setelah bersusah payah membujuk dan meyakin kan guru ku baru lah di perbolehkan. Kita pergi mengambil laptop kerumah sasmita, lalu kembali lagi ke sekolah dengan terburu buru. Aku takut si andi membutuhkannya segera.
dan setelah sampai aku memberi tahukan kepada andi untuk mengambilnya di luar, di depan ruang praktek.
Sedangkan si sasmita deluan masuk ke kelas.
Aku menunggu si andi sambil membawa laptop di tangan ku. Dan ingin segera memberikan laptop yang aku bawa ini agar dia bisa ujian.
Lalu si andi keluar bersama alex. Aku melihat mereka berjalan menghampiri ku.
__ADS_1
Nih ndi laptopnya kata ku memberikan. Yeayy.. makasi ya ngel. Tersenyum senang dan memberikan kepada si alex. Nih brew pakek aja..
What.....????? Kata ku dalam hati... ???
Kok di kasi ke si alex ndi? Kata ku penasaran.
Iya orang si alex yang belum ada laptop. Aku udah ada. Kata si andi berbicara santai.
Deggg Aku merasa jantung ku berhenti berdetak. perasaan kacau dan emosi menjadi satu. Aku mengepalkan tangan merasa sangat geram dan seketika ekspresi berubah, lalu aku terdiam dan langsung pergi meninggal kan mereka.
Di jalan aku berpikir.. memang si andi itu gak punya perasaan ya? Aku udah bela belain usahin buat pinjemin dia laptop.. dan dia dengan seenaknya tinggal ngasih sih alex??? Dia yang tadi panik gak ada laptop, aku kira itu untuk dirinya ternyata itu untuk si alex.
Rasanya emosi sudah di ubun ubun, perasaan capek juga karena sudah terburu buru keluar sekolah ternyata dibalas seperti ini.
Tiba tiba iky, fiy, dan nia menghampiri ku. Menanyakan aku kenapa? Kenapa menangis.
Lalu aku menceritakan semuanya, dan mungkin ini aku menangis karena aku kesal atau aku merasa usahaku sangat tidak di hargai. Karena baru kali ini aku melakukan hal seperti ini selama aku hidup dan lagi kepada seorang laki laki...!!
Sabar ngel, emang andi ini kurang ajar banget.
Awas aja dia itu. Kata iky geram.
Mereka menenangkan ku dan juga mereka berfikir aku butuh waktu sendiri, jadi mereka meninggalkan ku.
Tak lama kemudian si andi datang dengan muka panik menghampiri ku..
__ADS_1
Kamu kenapa ngel? Tanya dia tanpa merasa berdosa.
Aku diam saja, dan aku tipe orang yang ketika aku marah atau kesal pasti aku akan mengunci mulut ku rapat rapat.
Dia terus mengganggu ku, mencoba menghiburku, tapi tidak bisa aku masih sangat emosi dan kacau..
pergiii jangan ganggu... kata ku keras kepada si andi. Tapi dia masih kekeh mengganggu ku untuk menghibur, aku mengambil sebuah batu kecil ingin melempar dia karena terus mendekati ku. Tapi tidak jadi, aku malah melempar batu itu kelain arah dan aku masuk ke dalam kelas, meninggal kan si andi. Karena aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika aku masih tetap disana.
Aku masuk ke dalam kelas, menghapus air mata ku yang sedikit terjatuh lalu aku berkata kepada sasmita, sasmita laptop kamu sama si andi ya, nanti ambil di dia aja.. makasi udah mau minjemin. Berkata kepadanya dengan nada pelan dan lemas.Oh iya ngel gak papa...
makasi sas.. lalu aku berlalu pergi duduk di kursi ke dan melipatkan tangan di atas meja lalu membuat kepala ku terjatuh di tangn ku. Dan menitup muka ku.
Hari ini sangat kacau, perasaan yang sangat kacau. Perasaan marah, kecewa, merasa di permainkan.. semuanya menjadi satu. Dan aku tidak akan memaaf kan si andi dengan mudah.
Walau pun aku sudah dekat dengan si alex tapi tidak memungkiri masih ada rasa kesal karena kejadian yang dulu di kelas ll pernah terjadi antara dia dan aku.
Mungkin aku sangat marah hari ini karena... karena aku merasa andi selalu saja mengutamakan si alex di atas segalanya, mengutamakan si alex lebih dari dirinya sendiri.
dia selalu menuruti apa yang di katakan si alex, apa yang di minta si alex... semuanyaaa, astagaaaaa arghhhh sangat lucu.. sangat membingungkan, sangat membuat frustasi.
Dan aku sedikit menyadari hari ini... kenapa ngel? Kenapa kamu harus perduli dengan si andi? Kenapa...? Mungkin kah? ..... entah lah!!
Aku juga tidak tau perasaan ku.. setidaknya aku sangat memperdulikan dia saat ini dan juga sangat marah sekarang.
__ADS_1