
Malam menjelang pagi, aku siap-siap untuk pergi ke kantor selesai sarapan pagi, aku langsung berangkat kerja.
Setelah sampai di kantor, aku masuk ke lift menuju lantai 20. sesampai di lantai 20, aku menghampiri salah satu staf yang ada disana.
" permisi mbak, kepala staf disini siapa ya?" tanyaku pada salah satu staf yang ada disana.
" orang baru ya?" tanyanya balik?
" iya mbak, saya orang baru." ucapku serayah tersenyum.
" ooh, kepala staf disini sindi. Tapi sindi kayanya belum datang deh, mejanya masih kosong tuh." ucapnya tersenyum menunjuk meja sindi.
" jadi itu meja sindi!"
" iya, oh iya kenalin, aku fely." ucapnya mengulurkan tangan.
" renata." ucapku menyambut uluran tangannya.
" itu dia sindi, udah datang tuh." ucapnya melirik lift yang terbuka, dan terlihat disana seorang wanita yang perawakan tinggi dengan model rambut panjang bergelombang melangkah menghampiri aku dan fely.
" apa kamu yang namaya renata?" tanyanya menatap aku?
" iya saya renata." ucapku tersenyum tipis.
" pak darto tadi sudah menghubungi aku, kalo hari ini akan ada staf baru. Meja kamu disana." ucapnya menunjuk sebuah meja yang kosong." selamat bergabung renata." ucapnya tersenyum.
" terima kasih..." ucapku membalas tersenyum.
" panggil saja sindi, udah dulu ya, ngobrolnya di sambung nanti setelah istirahat makan siang." ucapnya berlalu ke tempat duduknya.
" iya." ucapku singkat.
" semoga betah ya kerja disini." ucap fely.
" iya, semoga aja. Aku kesana dulu ya." ucapku berlalu dan dibalas anggukan oleh fely.
Hari ini aku sibuk mengerjakan beberapa proposal dari atasan, hingga tidak sadar waktunya makan siang.
" hay ra, makan siang yuk." ucap fely yang menghampiri aku.
Aku melirik jam yang ada di pergelangan tanganku, sudah menunjuk pukul 12:40." iya fel." ucapku mematikan komputer.
Aku dan fely menuju ke kantin untuk makan siang sambil mengobrol.
" oh iya fel, kamu udah lama ya kerja di sini?" tanyaku sembari memesan menu?
" lumayan lama sih, udah 2 tahunan."
" lama juga ya." ucapku manimpali.
" pak darto itu orangnya baik ya fel!"
" iya ra, dia itu orangnya super baik banget sama karyawannya dan juga pengertian, makanya aku betah kerja disini. Selain gajihnya yang gede, pemimpinnya juga baik." ucapnya melanjutkan memakan spageti yang dia pesan tadi.
" iya fel, kamu benar. Aku senang banget diterima kerja disini." ucapku sembari memakan spageti.
" ups, sory." ucap seorang wanita berlalu yang menumpahi jas yang aku pake dengan jus jeruk yang dia bawa.
" ya ampun re, jas kamu basah." ucap fely membantu aku membersihkan jas yang aku pake menggunakan tisu." nggak bertanggung jawab banget jadi orang, pergi begitu saja." ucap fely ngomel.
" nggak apa-apa kok nanti juga kering sendiri, lagian dia nggak sengaja dan juga sudah minta maaf." ucapku santai." udah yuk balik kerja."
" iya."
Kita menyudahi makan siang dan kembali bekerja sampai jam kerja selesai, aku melangkah masuk kedalam lift melewati meja fely yang sudah kosong.
__ADS_1
Sesampai di rumah, aku mencari keberadaan reva." reva kemana ya, kok nggak ada!" ucapku pelan sembari melangkah ke kamar mandi membersihkan diri.
Selesai mandi dan berpakaian, aku memutuskan untuk istirahat sejenak di tempat tidur sampai aku ketidura. Jam 7 malam sehabis maghrib, aku terbangun dari tidurku.
Aku melangkah keluar kamar menuju dapur untuk memasak telur dadar dan makan malam, selesai makan dan mencuci piring, aku kembali ke kamar.
aku melirik jam yang ada di pergelangan tanganku," bentar lagi isya, reva kok belum pulang ya, kemana sih dia." ucapku dalam hati sembari meraih ponsel yang ada di nakas laci.
[ " halo rev, kamu dimana?" ] tanyaku pada reva?
[ " aku lagi kerja re, sory ya aku lupa hubungin kamu." ] ucap reva di seberang telepon.
[ " iya nggak apa-apa, aku kahwatir aja tadi, oh iya rev, kamu pulang kerja jam berapa?"]
[ " jam 10 re, kamu nggak usah nungguin aku pulang, aku kan bawa kunci cadangan." ]
[ " iya rev, yaudah kalo gitu semangat ya kerjanya." ]
[ " iya re." ]
[ " tut...tutt."] aku memutuskan telepon.
Hari-hari berlalu, aku, helena dan reva sibuk dengan kerjaan masing-masing. Aku yang sibuk dengan pekerjaan di kantor dan reva sibuk kerja di salon temannya, sedangkan helena sibuk membantu tante windy di butiknya yang baru buka kemarin.
Hari ini, aku berangkat lebih pagi ke kantor dari biasanya untuk menyelesaikan proposal yang akan di bahas pertemuan dengan klien nanti siang.
Setelah memasuki ruangan, aku melirik 3 orang yang sibuk dengan komputernya masing-masing, entahlah, mungkin mengejar waktu yang mepet, sama seperti aku.
" pagi semua." ucapku menyapa mereka sembari duduk di kursiku.
" pagi..." ucap mereka bergantian menatapku sekilas dan melanjutkan pekerjaanya.
Aku melanjutkan menyelesaikan proposal yang kubuat kemarin dengan teliti agar tidak ada kesalahan saat membahas dengan klien nanti.
Tuuutttt, bunyi telepon kantor yang ada di atas mejaku.[" iya selmat siang, dengan renata."] ucapku mengangkat telepon.
[ " apa proposalnya sudah selesai?" ] tanya pak darto?
[ " iya pak, sudah selesai." ]
[ " kalo begitu, keruanganku sekarang dan bawa proposalnya." ]
[ " iya pak." ]
[ " tuutttt." ] telepon terputus.
Aku memasukkan proposal ke dalam map dan membawa ke ruangan pak darto.
" tok...tok...tok." aku mengetok pintu ruangan.
" masuk." ucap seseorang di dalam.
Aku membuka pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan ceo." silahkan duduk." ucap pak darto yang duduk di sofa.
" iya pak, terima kasih." ucapku sembari duduk di sofa." ini pak proposalnya." ucapku meletakkan map yang berisi proposal di atas meja sofa.
" saya cek dulu proposalnya." ucap pak darto membuka map dan mengeluarkan proposal dan membacanya dari awal sampai akhir." penyusun katanya bagus." ucapnya kembali memasukkan proposal kedalam map.
" jadi begini renata, berhubung sindi lagi cuti karena sibuk dengan acara pernikahannya, jadi saya memutuskan untuk kamu yang menghandel selama sindi cuti. Karena hanya sindi dan kamu yang bisa saya percaya dengan urusan kantor." ucap pak darto menjelaskan.
" iya pak, saya bersedia." ucapku tersenyum simpul.
" kalo begitu, saya akan memperkenalkan ceo baru di perusahaan jaya company yang bentar lagi akan datang."
" maksud bapak..."
__ADS_1
" saya bukan ceo lagi disini, karena anak saya yang akan menggantikan posisi saya disini yaitu menjadi pemimpin di perusahaan jaya company."
" tok...tok...tok." bunyi ketukan pintu dari luar
" masuk." ucap pak darto.
" how are you daddy?" ucap seorang pria yang baru datang.
" i'm fine." ucap pak darto sembari merangkulnya dan membawanya duduk di sofa.
" oh iya renata, ini anak saya axel. Dia yang akan menggantikan saya jadi ceo disini mulai hari ini." ucap pak darto.
" iya pak." ucapku tersenyum tipis." sepertinya aku pernah lihat dia deh, tapi dimana ya." ucapku dalam hati serayah mengingat-ngingat.
" axel siang ini akan ada meeting, kamu dan renata akan bertemu dengan klien di restoran bakery."
" iya dad." ucap axel, ceo baru di perusahaan, sedangkan aku hanya mengaguk menanggapi.
" sekarang sudah pukul 11:20, sebaiknya kalian berdua berangkat lebih dulu dan tunggu klien disana." ucap pak darto melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.
" kalo begitu, axel pergi dulu." kamu, nama kamu siapa tadi?" tanyanya menatapku dengan muka datarnya?
" renata pak." ucapku.
" kamu bawa mapnya, kita pergi sekarang." ucapnya sembari berdiri dari duduknya.
" iya pak." ucapku mengambil map di atas meja dan membawanya.
Aku dan axel melangkah keluar ruangan, banyak karyawan wanita yang curi-curi pandang ke pak axel. Sesampai di halaman kantor, aku dan pak axel langsung masuk kedalam mobil dengan seorang sopir yang akan menyetir.
Sesampai di restoran aku dan axel langsung menuju ruangan vip dan duduk di salah satu meja yang ada disana menunggu klien.
" berapa lama lagi, kliennya datang?" tanyanya dengan muka datarnya?
" kata asistennya dua menit lagi akan sampai disini pak."
selang berapa lama, klien yang dintunggu sudah datang." dengan pak axel." ucap seorang yang baru datang.
" iya, pak suryo ya?" tanya axel?
" iya saya pak suryo." ucapnya menjabat tangan axel.
" axel." ucap axel menyambut tangan pak suryo.
" dan ini, asisten saya, danil." ucapnya memperkenalkan asistenya.
" danil." ucapnya menjbt tangan.
" axel."
" kamu, sekretaris pak axel ya?" tanya pak suryo menatapku?
" iya pak, saya renata."
" kalo begitu, kita bahas proposalnya sekarang." ucap axel.
kami mulai membahas proposal dari a sampai z....." jadi begitu pak suryo, saya harap kita bisa bekerja sama dalam proyek ini." ucap axel.
" iya pak axel, semoga proyek kerja sama kita berjalan dengan lancar." ucap pak suryo.
" iya semoga saja tidak ada kendali."
" kalo begitu, kita sarapan siang bareng, biar saya yang teraktir, tanda terima kasih karena sudah menerima kerja sama dengan perusahaan saya " ucap pak suryo memesan makanan siang.
" dengan senang hati, kita terima." ucap axel.
__ADS_1