Journey Of Life

Journey Of Life
Acara perpisahan kak Ais


__ADS_3

Setelah selesai menata kursi dan meletakkan makanan di meja yang sudah di persiapkan, aku pun pergi mandi dan bersiap siap. Begitu juga kak Zia, sedang kan kak Ais masih mengobrol di meja makan bersama bang sony. Dan akan pergi mandi setelah kak zia selesai bersiap siap.


Sedangkan Leo dan Wawa sudah rapi dan sedang menonton Tv sambil minum Es buah yang di buat oleh kak Ais.


Aku bingung ingin memakai baju apa, aku putuskan untuk memakai baju yang biasa saja, celana jeans dan baju kaos polos berwarna hitam. Tidak mau terlalu heboh, toh hanya dirumah ku dan hanya orang andi saja yang lihat.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 20:00, teman kak ais sudah datang semua. Tidak terlalu banyak, hanya teman dekat, mungkin sekitar 6 orang. Begitu juga teman ku Andi,Alex,Hendrik dan Akbar sudah datang. Mereka duduk di kursi rotan di luar. Aku menghampiri mereka bersama kak Zia dan kak Ais mereka pun menyalami kakak kakak ku.. lalu kak Zia berkata “yang mana ini calon pacarnya angelin?” Kak zia berkata sambil tertawa dan menggoda.


“Ini kak ... ini...” saut andi sambil menunjuk si Alex. Dan ditambahi oleh si akbar dan hendrik.


“Dih apa an sih..” kataku tersipu malu.


Kak zia mempersilahkan mereka makan, lalu kak ais dan kak zia mengobrol dengan teman temannya kak ais di ruang tamu.

__ADS_1


sedang kan aku mengobrol dengan andi, akbar dan hendrik di teras depan sambil melihat alex bermain gitar. Kami mengobrol, bercanda dan tertawa bersama sama...


sampai akhirnya teman kak ais pamit pulang satu persatu. Dan begitupun orang andi, mereka juga berpamitan kepada kak zia dan kak ais. Karena hari sudah semangkin malam.


Mereka memakai sepatu, bersiap siap dan menyalami kak zia dan kak ais.


“Nanti main sini lagi yaa..” kata kak Zia kepada mereka. “Oke kak tenang ajaa kalau soal makan makan pasti kami selalu datang kak hahaha ” sahut andi sambil tertawa dan bercanda,


Untuk alex hendrik dan akbar juga , tapi aku pikir andi lebih intens dari pada mereka.


Setelah semuanya pulang aku dan kak ais membersihkan rumah yang cukup berantakan. Membereskan kursi kursi dan menyapu rumah. Sedang kan kak zia mencuci piring kotor di dapur. Setelah aku dan kak ais selesai kami pun menghampiri kak zia dan duduk di meja makan sambil mengobrol. Kebetulan meja makan kami terletak tepat di sebelah dapur. Jad aku dan kak ais duduk di kursi makan sambil menghadap kak zia yang sedang mencuci piring dan mengobrol.


“Dek seperti nya mereka semua suka sama mu deh." Kata kak Zia, memulai pergosipan.

__ADS_1


“Iyaa.. tapi kalau kakak sih pilih ny si Alex dek kalau gak si Hendrik itu yang tinggian. ”


Kata kak Ais memberi vote.


“Kalau kakak sih pilihnya si Andi, soalnya kalau kakak liat dia orang nya humoris gitu seperti si sony. Kalau kamu pacaran sama dia, pasti bahagia .. bakal ketawa terus kalau pacaran sama orang humoris, gak buat stress.. percaya deh..!


Kata kak zia juga memberikan vote.


Haduh tidak tau lah, malam ini aku hanya mendengar kan mereka memberi komentar dan memberikan saran yang sama sekali aku pun tidak tau harus berbuat apa. Dan apakah benar mereka menyukai ku? Apa yang di bilang kakak kakak ku itu benar? Malam ini juga terhanyut oleh pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak ku seperti bom atom yang siap meledak.


Tidak tau lah.. tapi yang pasti sekarang belum saat nya aku memilih, tapi cepat atau lambat waktu itu pasti akan tiba. Dan saat aku di posisi seperti itu, pasti itu sangat sulit.


__ADS_1


__ADS_2