
Selesai meeting, aku dan axel kembali ke kantor, seperti saat keluar dari perusahaan tadi banyak pasang mata yang menatap kagum pada axel." turunkan pandangan mata kalian, aku tidak suka di tatap." ucapnya dengan muka datar berlalu masuk kedalam lift, aku hanya mengikutinya dari belakang.
" apa setelah ini ada kerjaan lain?" tanyanya?
" ada pak, bapak harus menandatangani beberapa laporan bulanan dari staf lain."
" kumpulkan laporannya, nanti bawa keruangan saya." ucapnya sembari melangkah keluar dari lift menuju ruangan ceo.
" iya pak." ucapku menghampiri staf yang lainnya untuk mengumpulkan laporan bulanan.
" ini re laporannya, gimana meeting tadi siang, lancar?" tanya fely yang terakhir mengumpulkan laporan?
" alhamdulillah fel, lancar. Aku keruangan pak axel dulu ya, membawa lapornya." ucapku serayah tersenyum.
" iya re." ucap fely balik ke kursinya.
Aku melangkah ke ruangan ceo membawa beberapa laporan bulanan." tok...tok...tok." aku mengetok pintu.
" masuk."
" ini pak laporannya." ucapku meletakkan beberapa laporan di atas meja kerja pak axel.
" hem." balasnya bergumam yang sibuk dengan ponselnya.
" kalo begitu, saya pamit dulu." ucapku melangkah keluar ruangan.
Selang beberapa jam berkutat dengan pekerjaan, aku melirik jam yang ada di pergelangan tanganku, sudah menunjuk pukul 5:05 sore, waktu jam kerja selesai.
Aku meraih tas selempang yang ada diatas meja kerjaku dan mengambil ponsel untuk memesan taksi online, kemudian berlalu pergi keluar kantor.
Sesampai di rumah aku langsung membersihkan diri dan beristirahat diatas tempat tidur selesai mandi, aku menyalakan televisi agar suasana kamar tidak terlalu sepi.
saat aku asik menonton televisi, tiba-tiba ponselku berdering diatas nakas laci, aku meraih ponselku dan menekan tombol hijau, panggilan video call dari keysa yang tersambung juga dengan tante lidiya.
[ " halo tante, hay key." ] ucapku setelah menekan tombol hijau.
[ "hay sayang, udah lama tante nggak liat kamu, kenapa nggak pernah main ke rumah tante lagi?" ] tanya tante lidiya?
__ADS_1
[ " maaf banget ya tan, akhir-akhir ini aku banyak kerjaan, tapi kalo ada waktu luang nanti, renata pasti main ke rumah tante." ]
[ " iya tante ngerti kok, kamu lagi banyak kerja, tante kangen aja sama kamu, udah lama nggak ngumpul bareng." ]
[ " renata juga kangen sama tante, nanti kalo ada waktu luang, renata pasti kesitu." ]
[ " re emang kamu kerja dimana sekarang?" ] tanya keysa?
[ " kerja di jaya company key." ]
[ " ooh kamu kerja di situ, aku dengar disana itu, cowoknya ganteng-ganteng, ada dong salah satunya crush disana." ] ucap helena menggoda.
[ " apaan sih key, mulai lagi deh." ] ucapku bete.
[ " gosipin cowok ya." ] ucap tante lidiya yang sudah rapi dengan pakainnya.
[ " biasalah mah, anak muda" ] ucap keysa tersenyum lebar.
[ " tante mau keluar ya, rapi banget?" ] tanyaku pada tante lidiya?
[ " iya sayang, tante mau ke resto dulu, udah dulu ya, goodbay." ] ucap tante lidiya mengakhiri panggilan video call.
[ " iya mah, hati-hati." ]
[ " iya sayang." ] tutuuuut
Tinggal aku dan keysa video call.
[ " key, kamu kapan ke indonesia?" ] tanyaku?
[ " belum tau re, masih banyak praktek yang harus aku ikuti." ]
[ " semangat ya key, semoga nanti kamu menjadi dokter yang sukses." ]
[ " amin, terimah kasih re doanya." ]
[ " kalo gitu, besok lagi ya key di lanjut." ]
__ADS_1
[ " iya re, aku juga mau mandi nih." ]
[ " selamat malam." ]
[ " iya re, dadaah." ] ucap keysa melambaikan tangan dalam video call.
[ " tut...tut...tut." ] panggilan berakhir.
Fajar menyingsing, aku menggeliat dari tidurku berbalik badan ke samping dimana reva yang masih tertidur pulas. Aku beranjak dari tempat tidur membuka pintu balkon kamar sembari berjalan keluar menghirup udara segar dan sejuk embun di pagi buta, aku berdiri di pagar balkon sembari memandang jalanan yang masih kosong.
Setelah puas menghirup udara segar, aku melangkah ke dapur untuk memasak lauk yaitu ikan tongkol suwir dan memasak nasi menggunakan rice cooker. Selang beberapa menit ikan tongkol suwir sudah masak dan ku salin kedalam mangkok yang berukuran sedang, setelah itu ke kamar mandi membersihkan diri. Selesai mandi dan berpakaian rapi, aku melirik ke reva yang masih tidur.
" aku bangunin nggak ya, sarapan pagi bareng, tapi kasian, pasti reva capek banget kerja pagi sampai larut malam. Yaudah lah biarin aja, nanti sarapan pagi barengnya nanti aja." ucapku pelan sembari melangkah ke dapur untuk sarapan pagi.
Aku yang asik sarapan pagi, tersedak karena reva yang tiba-tiba datang mengagetkanku." ya ampun reva, ngeselin deh." ucapku terbatuk-batuk sembari meminum air putih.
" sory re..." ucap reva nyengir.
" baru bangun?" tanyaku sesudah minum air putih?
" sebenarnya pas kamu ngomong sendiri di kamar tadi itu aku sudah bangun, cuman pengen jailin kamu aja."
" benar-benar dah, yaudah yuk sarapan pagi bareng."
" okee."
" rev, kamu nggak capek apa kerja pagi sampai larut malam, mata kamu sampai cekung gitu."
" capek sih iya, tapi mau gimana lagi, kerja di salon kan emang gitu, apalagi banyak pelanggan."
" iya sih, tapi kamu sambil cari di tempat lain juga kan?"
" iya re, tapi nggak ada, kamu tau sendiri kan jaman sekarang susah dapat pekerjaan."
" iya rev, kalo gitu aku duluan ya berangkat ke kantor."
" iya re, hati-hati."
__ADS_1
Aku kembali masuk ke kamar mengambil tas kerja lalu melangkah keluar rumah menuju halte.