Journey Of Life

Journey Of Life
35. perjalanan


__ADS_3

" pagi fel." ucapku menyapa fely saat sampai di kantor sembari melangkah ke meja kerjaku.


" hay, pagi juga re." ucap fely serayah tersenyum.


Aku melirik jam yang ada di pergelangan tanganku, pukul 8:03 pagi. Karena hari ini ada pengecekan proyek yang baru di bangun bulan kemarin sama pak darto di desa piytorqu, yang biasanya di cek ke lokasi setiap bulan, aku melangkah memasuki ruangan pak axel." tok...tok...tok."


" masuk."


" maaf pak menggangu waktunya."


" apa ada yang di sampaikan?" tanya axel?


" hari ini waktunya untuk mengecek proyek yang ada di desa piytorqu pak."


" apa kita harus pergi kesana?"


" biasanya kalo pak darto, setiap bulan beliau pergi ke lokasi."


" males banget deh ke desa, pasti jalanannya sempit juga rusak." umpat axel dalam hati." jam berapa kita berangkat ke lokasi?" tanya axel?


" sebelum jam 10, kita berangkat lebih awal, karena akan ada perbaikan jalan."


" terus pulangnya jam berapa?"


" pulang biasanya bisa sore atau malam."


" yaudah, bawa keperluan kita disana, setelah itu kita langsung berangkat ke lokasi."


" baik pak, saya permisi." ucapku melenggang keluar ruangan.


Aku melangkah menuju meja tempat aku bekerja dan meraih tas yang aku bawa serta membawa gambar proyek, setelah itu kembali ke ruangan pak axel.

__ADS_1


" apa sudah siap?" tanya axel yang berdiri di belakangku entah itu kapan.


" sudah pak."


Aku dan axel memasuki lift menuju lanta 1, sesampai di lantai 1 kita langsung melangkah keluar kantor menuju mobil yang sudah menunggu dengan sopir yaitu mang asep.


" kemana pak?" tanya mang asep?


" desa piytorqu mang." ucapku, karena yang ditanya tidak menjawab, sumpah deh nih orang songong banget, ditanya sama yang lebih tua nggak dijawab, untung ya bos aku coba bukan, udah kutonjok tuh muka." umpatku dalam hati."


Selama perjalanan aku memutar filem drakor, sedangkan axel sibuk membalas pesan yang dari tadi bunyi notifikasi, entahlah mungkin dari kekasihnya.


Aku melirik jam, sudah menunjuk pukul 10.


"apa perjalanan masih lama?" tanya axel sembari menyimpan ponselnya di dalam saku celananya.


" 2 jam perjalanan lagi kita sampai."


" iya pak, 2 jam lagi kita sampai di lokasi."


" mang, ngebut."


" baik pak." ucap mang asep yang mulai menaikan kecepatan ekselerator.


" tapi pak, nanti kalo ketabrak orang gimana." ucapku yang mulai ketakutan.


" nggak akan ketabrak kalo hati-hati." ucap axel santai.


" bagaimana hati-hati kalo jalannya ngebut gini."


" intinya jangan sampai ketabrak orang." ucap axel yang mulai kesal.

__ADS_1


Aku mencoba untuk menenangkan diri melanjutkan menonton drakor sambil berpegangan ke dinding mobil, saat scene hot yang ada dalam filem, aku mencoba untuk menskipnya.


" jangan di skip." ucap axel yang juga ikut menonton filem yang aku putar, aku mengurungkan niat untuk tidak jadi melewatinya.


" dasar cowok mesum." umpatku dalam hati sembari melirik axel yang serius menonton filemnya, aku beralih menatap ke jendela mobil sampai scene cerita filemnya berganti dan melanjutkan menonton filemnya.


" kalo filemnya nggak di nonton semua, kita nggak akan tau ceritanya." ucapnya yang masih serius menonton filem.


" kata siapa, aku tau kok ceritanya."


" kamu nggak dengar tadi aku barusan ngomong apa, sekarang aku tanya sama kamu, saat scene hot tadi mereka bicara apa? Nggak tau kan, itu karena kamu nggak ngerti bahasa korea dan tidak membaca arti dari teksnya, mau aku kasih tau nggak."


" nggak perlu."


" yaudah kalo nggak mau, ceritanya bagus loh romantis." ucapnya sembari bersandar di jok mobil.


" aku tuh heran deh sama kamu, kalo ditanya jawabnya singkat atau hem bahkan nggak dijawab, giliran ngebahas yang kaya gini semangat banget..." ucapku yang terpotong oleh axel.


" terus kamu mau bilang kalau aku itu cowok mesum, kalo iya kenapa." ucap axel yang memajukan wajahnya dekat dengan wajahku." cantik." umpat axel dalam hati.


" apaan sih, jauh-jauh sana." ucapku mendorong kepalanya.


" yang sopan ya, aku ini atasan kamu loh." ucapnya kesal.


" siapa suruh dekat-dekat."


" nggak usah kepikiran yang aneh-aneh, lagian aku nggak mungkin tertarik sama cewek jelek kaya kamu."


" nanti kalo tertarik sama aku gimana."


" dih amit-amit."

__ADS_1


__ADS_2