Kakak Serasa Majikan

Kakak Serasa Majikan
episode 5


__ADS_3

Habis jemur baju ana langsung ke dapur,niat ana mau bikin es teh buat ke dua orang adiknya,sesuai dengan janjinya.


lagi asyik pecahin es batu,tiba-tiba kakaknya ana datang dengan raut wajah yang kurang menyenangkan.


hei ana ini sudah jam sebelas siang loh,kok kamu belum masak juga,mala asyik mainin es batu kata tika pada ana.


ana bukan mainin es batu loh kak,ini ana lagi mau bikin es teh buat yudi dan nando karena sudah bantu ana bawa cucian dari sungai ke rumah,ana sudah janji mau bikinin mereka es teh jawab ana pada kakaknya.


Alah alasan kamu saja itu,bilang saja malas masak,pokoknya kakak nggak mau tauh jam dua belas masakan harus sudah selesai,tadi pagi sebelum ibu ke pasar ibu sudah masak nasi dan bersihin ikan,jadi kamu itu masaknya jauh lebih gampang,tinggal goreng ikan doang,sayur saja sudah ibu petik kecil-kecil,kata tika lagi pada ana


kalau gampang kenapa nggak kakak saja yang masak,ana kan capek kak,habis nyuci dan bersih-bersih rumah,kalau ana juga yang masak terus kerja kakak apa?jawab ana pada kakaknya.


Berani kamu bantah kakak ya ana,lupa kamu dengan apa yang kakak bilang,kalau kamu jangan suka ngurusin hidup kakak,kakak sudah punya suami jadi kerjaan kakak ya cuman ngurusin suami kakak lah,ngerti kamu,marah tika pada ana.


kakak bilang ngurusin suami,tapi kenapa baju suami kakak ana yang cuci,bahkan pakaian dalamnya juga anak yang cuci,kenapa kak tanya ana pada kakaknya.


masih kecil kamu sudah perhitungan ya sama kakak sendiri,berani jawab lagi,kerjakan saja yang benar apa yang kakak suruh,jangan berani melawan dan membantah kamu sama kakak,ngerti kamu marah tika lagi sama ana sambil melangkah pergi,tapi sebelum jauh melangkah tika berkata lagi,jangan lupa masak,awas kamu kalau nggak masak ancam tika pada ana.


ana menarik nafas berat,batinnya menangis melihat kelakuan kakaknya,tapi apalah daya ana tidak punya kekuatan untuk melawan,ibu linda saja sebagai ibunya tidak melakukan apapun atas kelakuan tika sama ana.


Di sisi lain di teras rumah yudi dan nando lagi menunggu ana bikin es teh sesuai janji ana pada mereka.

__ADS_1


Bang yudi kok kak ana lama banget bikin es teh nya,nando sudah haus banget ini,nando kan capek juga bang angkat cucian,kata nando pada abangnya.


entahlah kak ana bertelur mungkin di dapur canda yudi pada adiknya nando.


emang manusia bisa bertelur kayak ayam ya bang tanya nando pada yudi dengan tingkah polosnya,maklumlah baru umur empat tahun.


ngak kok dik,manusia nggak bertelur,abang cuman bercanda sama kamu,habisnya kak ana lama banget bikin es teh nya,abang juga sudah haus banget sama kayak kamu jawab yudi pada adiknya.


nando kira cuma nando yang nggak sabaran ternyata abang juga jawab nando pada abangnya sambil nyengir memperlihatkan giginya yang ompong.


nggak usah ketawa dik,nggak enak lihat gigi ompong mu ejek yudi pada adiknya.


abang kok jahat,bilangin ibu nanti abangnya biar nggak di bikinin lontong sama ibu wek balas nando mengejek abangnya


lagi asyik ngobrol yudi dan nando di kagetkan oleh ana.Taraa es tehnya datang sambil berteriak ana mengagetkan ke dua orang adiknya.


aduh kakak tu ya,bikin kaget kami saja dengan suara cempreng kakak tu,bisa rusak telinga kami ini loh kak kata yudi pada ana


kamu tu ya Yudi lebay banget,segitu saja sudah kaget,lihatlah nando cuek saja nggak terganggu sama sekali kata ana pada yudi.


iya-iya kak,nando adik yang pintar,puas kan kakak,jawab nando lagi pada ana.

__ADS_1


ya sudah ni es tehnya silakan di minum adik-adik kakak yang ganteng,seloroh ana pada ke dua orang adiknya.


wah seger banget kak,tapi sayang kenapa kak ana ngasi kami pakai gelas kecil tanya nando pada ana,maaf dik kakak pecahin es batunya sedikit karena kak ana di suruh kak tika buat cepat-cepat masak jawab ana pada nando.


kenapa kak ana yang masak,kak tika kemana,terus apa kak ana bisa. masak tanya yudi beruntun pada ana.


kak ana juga nggak tauh kenapa harus kak ana yang masak padahal kak ana capek dan kak tika cuman tiduran di kamar,terus kak ana juga belum bisa masak,kan kak ana belum pernah masak jawab ana panjang lebar pada adiknya


maafin kami berdua ya kak ana karena kalau masak kami nggak bisa bantu,tugas kami berdua cuman makan ya nggak dik canda yudi pada ana sambil melirik si bungsu nando.


nggak apa-apa dik,tadi kan kalian sudah bantu kakak angkat cucian,itu sudah cukup buat kak ana,yang penting kalian sudah mau bantu kak ana.Lagi asyik-asyiknya ana,yudi dan nando minum es teh,datanglah si biang kerok,siapa lagi kalau bukan tika kakak mereka.


Woi ana enak sekali pekerjaanmu duduk santai minum es teh,cepat masak sebentar lagi ibu pulang dari pasar,cepat sana marah tika pada ana.kak tika jangan marah-marah sama kak ana loh kak,kak ana tu capek,habis cuci baju di sungai,terus langsung di jemur lagi,sebelum nyuci tadi yudi lihat kak ana beresin rumah dulu kata yudi membela ana .


Diam kamu yudi,anak kecil tauh apa,dan satu lagi jangan sekali-kali kamu ikut campur urusan kakak,ngerti kamu,marah tika pada yudi akhirnya yudi kena marah juga oleh tika karena membela ana.


Ana langsung pergi ke dapur ninggalin tika yang lagi marahin yudi,apa seperti ini ya jadi seorang adik,perasaan orang yang punya kakak perempuan itu biasanya manja nggak bisa masak,karena tugas masak di ambil alih oleh kakaknya batin ana.


Tapi kenapa ya ana malah di suruh mengerjakan kerjaan rumah begini banyak,besok mau ujian mana ana belum belajar lagi,kalau badan capek nantikan ana kan ngantuk,ujung-ujungnya anak tidur dan nggak belajar kata ana bicara pada dirinya sendiri


untung ana waktu sd sering ikut kemah,kalau sekolah di kampung kan kemahnya di hutan,dan ana sering bantu-bantu goreng ikan,jadi nggak terlalu sulit buat ana untuk menggoreng ikan,apa lagi ikannya sudah di kasih bumbu oleh bu linda ibunya ana sebelum ke pasar,sayur juga sudah di petik dan bumbunya sudah di siapin sama ibunya juga,tinggal di giling pake batu giling oleh ana nantinya.sambil menggoreng ikan menetes juga air mata ana,bayangin saja anak seusia ana yang baru masuk smp sudah di suruh kakaknya mengerjakan pekerjaan rumah sebanyak itu.kak tika nggak sayang sama ana,kalau kak tika sayang sama ana pasti kak tika bantuin ana dan nggak nyuruh ana mengerjakan pekerjaan rumah sebanyak ini,anak nggak sekuat itu kak,sambil menangis ana bicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


sudah nggak usah cengeng,di suruh masak saja nangis,masak siang kan cuman hari minggu kamu yang masak,kalau kamu sekolah,subuh-subuh ibu sudah marah tika pada ana yang tiba-tiba sudah muncul saja di dapur.kakak cuman suruh kamu mengerjakan pekerjaan rumah,nggak mukul kamu,jadi nggak usah pakai nangis segala,awas yang kalau masih nangis bentar lagi ibu pulang.


sambil meneruskan masak ana hanya. bisa diam,adu mulut sama tika kakaknya sudah pasti ana kalah,ana hanya bisa bicara dalam hatinya karena ana juga nggak punya tempat untu bicara


__ADS_2